
Saya tak berminat keluar rumah, saya menggulir beranda sosial mediaku untuk mencari berbagai macam resep kue atau pun masakan tradisional dari berbagai wilayah di indonesia.
Saya pengen punya restoran dan toko kue. Saya pengen coba bikin kue ulang tahun spa tau bisa di jual secara online. Saya cari di youtube karna penasaran cara bikinnya kata orang orang kue ulang tahun itu paling susah kecuali pintar mendesain.
Setelah nonton ternyata benar harus punya skil desain atau mendekor tapi apa salahnya untuk mencoba, nanti belajar sama ahlinya saja. Saya nonton youtube nya para chef indonesia sampai luar negeri. Ternyata kita butuh imajinasi.
Setelah mencatat beberapa bahan saya memutuskan untuk pergi ke swalayan untuk belanja sekalian jalan jalan sore. Saya jalan sendiri pun bia ibu juga belum pulang dari kantor.
Saya ganti pakaian terlebih dahulu poles wajah dengan bedak tipis tipis lagi. Gak perlu menor yang penting gak kelihatan pucat saja. setelah siap siap keluar untuk belanja sekalian jalan jalan sore. Mobilku meleset dengan cepat keluar dari perumahan ini. Saya menyusuri jalan sambil bersenandung.
Tiga puluh menit menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di swalayan. Saya mendorong troli sambil mencari belanjaan. Lima belas menit berlalu akhirnya saya sudah jalan ke kasir.
"Hay jumpa lagi... kita kamu belanjaan apaan...? Waooo bahan bahan kue kamu suka juga bikin kue.? Saya juga bisa bikin kue tau." Sambil mengacak isi troliku.
"Ohhh iya kah.... berarti bisa belajar dong saya..."
"Ohhh iya... tukaran nomor saja. Kalau kita ada waktu senggang nanti kita bikin bareng, aku baru tau kalau kamu juga hobi bikin kue.'' Kaila sosok yang menyenangkan tapi sepertinya dia salah jika mengajakku untuk bikin kue berbarengan. Akhirnya kami bertukar pesan juga.
Dia pacarnya Boy atau temannya tapi kalau pacarnya tidak. Mungkin seramah itu. Setelah kami keluar dari swalayan dan cipika cipiki dan masuk kemobil masing masing.
Saya pulang kerumah karna ini sudah hampir masuk waktu maghrib. Sesampainya di rumah saya meletakan barang barang belanjaanku di lemari dan yang saya akan eksekusi besok. Kebetulan besok ada waktu senggang.
Saya masuk dalam kamarku untuk rebahan tapi ada panggilan masuk dari Kaila.
__ADS_1
Getaran kedua baru saya jawab. ''Hallo ada apa?'' Tanyaku tampa basa basi.
''Sahara bisa kerumah sakit sekarang. Nanti saya jemput.'' Dan memutuskan panggilannya begitu saja setelah mengetahui alamat rumahku. Sebenarnya siapa yang sakit kenapa sampai panik seperti itu.
Tapi yang terlintas di pikiranku saat ini adalah abang. Ahhh hanya perasaanku saja mungkin dia mengajak ku kerumah sakit karna ada keluarganya yang lain. Karna dia tidak menyebutkan namanya siapa.
Tiga puluh menit menunggu akhirnya dia datang juga, tak membutuhkan waktu lama aku keluar setelah mendapat izn dari mama. Sap siap kirim SOS ke mama jika ada hal yng tidak terduga yang akan terjadi.
Tapi dari wajahnya sembab, ada apa dengannya. Mungkin kah ada sesuatu yang terjadi sehingg dia begitu panik. Sayah sibuk dengan pikiranku sendiri dan menyimpulkan sendiri begitulah aku saat ini. Suka berandai andai sendiri. Sekitar sejam akhirnya kami sampai di rumah sakit yang kami tuju.
''Ayok dek turun..'' ajaknya dengan suara parau. Saya hanya mengekor di belakangnya harap cemas. Kenpa dia mengajak ku apakah ada hubungannya denganku. Setelah melewati UGD kami menuju kamar pasien.
Ceklek...
''Abang.....'' aku memanggilnya dengan lirih nyaris tak trdengar, tenggorokanku mendadak kering dengan susah payah saya menyentuh lengannya yang di perban sementara Kaila menangis sesegukan di samping banker yang pria tua itu.
Mungkin mereka baru tertidur efek obat. Mereka terbaring masing masing dengan kondisi yang memprihatinkan. Dari cerita Kaila bahwa mereka kecelakaan. Akhirnya saya menginap di rumah sakit bersama Kaila kasian kalau saya tinggal pulang tidak ada teman ceritanya.
''Kak pacarnya Boy yah.?'' Tanyaku karna sudah sekian lama hening dengan pikiran masing masing. Dia hanya menatapku dengan senyum yang sangat sulit kuartikan.
Dia tiba tiba memeluk ku sambil berbisik. ''Jadi kamu selama ini salah paham. Hemmm?''
Aku hanya bisa mematung. Apakah benar saya salah paham selama ini. Dia kembali menggenggam tanganku. ''Adek jangan salah paham lagi yah, saya kaka sepupunya.''
__ADS_1
Kutelisik wajah cantik yang ada di depanku, untuk mencari kebohongan dimatanya tapi tak kutemukan itu. Andaikan kalau dia tau selama ini saya menghindarinya tapi ahhh sudah lah.
Entah sudah jam berapa ini tak bisa saya memejamkan mata ku. Saya dan Kak Kaila ganti gantian untuk tidur. Tibalah giliranku untuk tidur tapi malah gak bisa tidur. Kak Kaila menyadari kegelisahanku.
''Kamu kenapa belum tidur? Maaf yah saya merepotkanmu tapi tadi saya kalaut dan tidak tau mau ajak siapa.'' Dengan wajah sendunya.
''Iya kak ngerti kok. Tapi saya baru kali ini tidak bisa tidur biasanya juga kalau ngantuk tidur dimana saja.''
Sudah hampir subuh saya terlelap di sofa yang ada di ruangan itu. ''Dek adek bangun dek... sudah pagi gak kekampus...'' lamat lamat ku dengar suara Kak Kaila membangunkanku.
Ku bangun secara perlahan sambil mengedarkan pandangan mencari yang namanya jam dinding. Tapi tidak ada mungkin gak ada jam dinding di kamar ini. Kuraih ponselku dan ternyata sudah jam stengah delapan.
''Kak saya ke kampus dulu yah nanti malam saya ke sini lagi. Kulirik di ranjang pasien Boy belum juga bangun terpaksa saya hanya izin sama Kaila saja.
Saya pulang naik taxi mungkin ibu sudah berangkat kerja dan saya sudah kabari semalam. Sesampainya di rumah saya langsung bergegas ke kamar untuk siap siap ke kampus.
Hari ini masuk agak siang jadi gak perlu kwatir untuk telat. Saya sampai di kampus mendengar bisik bisik suara teman temanku bhakan mereka meledek ku.
Tiara langsung duduk di sampingku sambil menodongku dengan pertanyaan. ''Kamu pacaran sama Bara kah.?''
''Maksudnya...?'' Karna memang saya tidak tau dimana arah ceritanya. Dia malah mematung entah apa yang dia pikirkan. ''Tiara ada apa, siapa yang bilang kalau saya pacaran dengan Bara dan kami tidak jadian.'' Saya mengajukan pertanyaan tapi juga sekaligus klarifikasi. Itulah aku, tapi pandangan orang orang yang saya tidak pahami sama sekali.
Bara.. saya akan mencarinya epulang dari kampus. Pasti dia yang menyebarkan gosip yang tak ber mutu ini. Emang sejak kapan saya pacaran dengannya ihhh amit amit dah mimpi pun tidak aku jika pacaran dengan laki laki modelan kek dia.
__ADS_1