
Hari sudah semakin sore, kuliah pun sudah selesai. Saya beri kabar nanti jemput di rumah sebentar jam tujuh. Saya juga butuh persiapan untuk bertemu dengannya.
Dia menyanggupinya, saya pulang kerumah dengan perasaan yang tak menentu. Karna Bara ters mengekor di belakang mobilku, saya risih sebenarnya tapi saya juga tidak melarang seseorang karna ini jalanan umum.
Sesampainya di rumah tapi Bara masih mengikutiku, saya masih idak paham apa maksudnya kenapa sampai segitunya. Saya tidak peduli saya masuk dalam rumah membersihkan badanku saya akan pergi dengan Boy karna sudah janjian.
Tiga puluh menit menunggu akhirnya sudah ada di depan, saya izin ke ibu dulu... ''ibu saya jalan sama teman bu.''
''Iya pulang nya jangan kelamaan yah.'' Pinta ibu..
Dia sudah duduk manis diatas motornya, dia menyadari kedatanganku dia tersenyum kearahku.
''Yank sudah siap...?''
Saya hanya mengangguk tanda setuju. Saya naik diatas motornya saya di suruh pegangan. Saya hanya pegang bahunya saja. Tidak mungkin kan saya peluk laki laki yang sudah punya pacar. Saya hanya ingin mengatakan perpisahan dan kita tak akan saling dekat.
Di sepanjang jalan saya hanya sibuk dengan pikiranku sendiri. Sambil menikmati wangi parfum nya yang mungkin hari esok sudah tak lagi. Jujur saja saya merindukannya selama ini tapi apalah dayaku.
Ternyata dia bawah saya di cafe. ''Ayo turun yank.''
Saya turun setelah motor terparkir dengan aman, kami masuk beriringan, dan memilih meja yang ada di pojokan supayah enak kalau cerita.
Dia menarik kursi untuk ku dan dia duduk di depanku. Dia panggil pelayan untuk order makanan. ''Mas mbak pesan apa.?''
''Kami pesan cemilan sama minumannya. Jus alpukat dua dan cemilannya yang best seller di sini.''
Setelah mencatat pesanan kami pelayan itu pergi dan sambil menunggu pesanan dia mulai memecahkan keheningan diantara kami. ''Gimana kabarmu...?''
''Saya baik baik saja.'' Jawabku
__ADS_1
Dia menghela napas. Ambil menggenggam tanganku. ''Yank maafin saya selama ini jika saya tidak pernah memberimu kabar.''
''Iya...'' jawabku datar. Dia hanya melihatku dengan tatapan yang sulit saya artikan. Saya hanya bisa meunduk dan perasaanku sulit saya pahami.
''Yank...'' sambil mengangkat daguku sedetik kemudian kami saling tatap.
''Yank maafin saya, janji saya tidak akan mengulanginya lagi.''
Saya tidak langsung menjawab karna saya tidak tau jawabannya apa. Dia sudah memiliki kekasih saya saat ini was was nanti di labrak.
Benar saja di meja no.5 ada dia di sana bersama teman teman wanitanya. Dia malah tersenyum sama saya. Apakah mungkin sebentar lagi akan datang di sini. Benar saja dugaanku dia datang di meja kami.
Jalannya sangat anggun. Dia sambil melambaikan tangannya, saya hanya membeku di tempat ini. Mau lari tapi kentara sekali kalau saya jalan dengan kekasihnya. Sementara Boy hanya tersenyum manis.
''Ehh kalian di sini juga, kenapa gak ajak ajak sih..?''
''Kita jumpa lagi jangan jangan kita jjodoh kali ya.'' Dia duduk pas di ampingku.
''Abang saya pulang dulu yah..'' saya harus pergi dari sini karna tidakmungkin saya jadi obat nyamuk diantara mereka.
''Ihh mau kemana sih itu makanannya sudah datang. ''Boy menarik tanganku untuk duduk kembali sementara wanita yang duduk di sampingku hanya terkekeh. Makanan kami sudah tersedia di meja makan...
''Yank kenalin ini sepupuku. Yang kamu lihat juga di mall itu hari.''
Saya tidak bisa berkata apa apa lagi. Antara percaya dengan tidak entahlah yang mana kesimpulannya. Sementara wanita itu saya tetap lupa namanya walaupun sudah beberapa kami kenalan.
Kami makan dalam keheningan sementara yang di claim sepupunya sdah kembali kemejanya. Hanya dari kejauhan slalu tersenyum setiap kali kami bersirobok pandangan.
''Yank... bisa kah saya mencintaimu.?''
__ADS_1
Saya lagi lagi bergeming, ia sempat menghilang dan tak memberiku kabar, ingin bertanya tapi hanya sampai di tenggorokan dan tidak bisa terucap.
''Yank... kok gak di jawab?''
''Pulang yuk...'' ajak ku tampa berminat untuk menjawab pertanyaannya. Saya lebih malas meladenin laki laki yang menghilang tampa kabar dan datang tiba tiba. Itu yang membuatku trauma bahkan saat ku sesali adalah kenapa saya harus mengenalnya.
''Yank please, beri saya kesempatan untuk kedua kalinya. Setelahnya keputusanmu ada di tanganmu.'' Pintanya sambil memohon.
''Apakah kamu tau selama kamu menghilang saya begitu mengkwatirkanmu, bahkan kamu sama sekali tidak peduli denganku, kamu membuatku lelah dengan sikapmu.'' Selesai melepas uneg uneg yang saya pendam selama ini saya pergi dari sana.
Saya tidak peduli dengan perasaan orang lain yang tak pernah peduli dengan perasaanku menurutku dia sangat egois. Saya tidak ingin lagi mengenalnya. Kesempatan hanya berlaku dengan orang yang mengerti denganku. Saya naik taxi yang kebetulan mangkal di depan cafe. Saya tidak peduli dengan nya karna selama ini cukup membuatku jengah.
''Neng ini mau kemana tujuannya.'' Tanya sang sopir itu.
Saya hanya tulis alamat di ponselku dan memberikan tulisan itu. Setelah membaca alamat itu dia mengangguk. Entahlah untuk sekedar bicara saja rasanya sudah malas. Malam ini jalan semakin ramai tapi tidak dengan suasana hatiku. Sesampainya di rumah di sambut dengan Bara di ruang tamu bersama ibu.
''Nak kenalin in anaknya teman ibu.''
''Iya..'' jawabku datar, saya tidak peduli dia anak siapa yang intinya saya mau istraht.
Saya berlalu masuk kamar tidak peduli dengan cerita mereka. Masih kudengar jika Bara minta izin ke ibu untuk mengajak ku jalan besok sore. Tapi saya malah ilfil.
Ibu membuka kamarku tapi saya pura pura tidur agar tidak menyuruhku untuk ketemu Bara.
''Nak sudah tidur kah, nak Bara ingin ketemu kamu.'' Sambil menggoyngkan badanku.
Saya pura pura tertidur ibu menepuk nepuk pipiku tapi saya tidak memberinya respon. Akhirnya ibu keluar dari kamar sambil. Ngomel ngomel...
Pagi seperti biasa saya bangun untuk sarapan sebelum ke kampus. Tapi ada notif dari dosen hari ini jika dia tidak masuk. Saya kembali kekamar ngapain ke kampus jika dosennya tidak ada. Sampainya di kamar saya berselancar di sosial media. Ada salah satu caption yang membuatku senyum senyum sendiri dan gambarnya ayam jago.
__ADS_1
''Diri ini tak sejago dia yang gampang melelehkan es batu, andaikan mata hari bisa mencairkan susana hati yang membatu. Tapi kayaknya tidak bisa..'' itulah captionnya..
Dasar aneh ini orang nama akunnya pun sangat aneh, mungkin dia keturunan orang aneh kali ya. Tidak banyak hal yang saya lakukan di sosial media. Jarang unggah status dan lain sebagainya hanya terkadang nonton video saja itu pun kalau lagi viral