CINTA DI PANDANGAN PERTAMA

CINTA DI PANDANGAN PERTAMA
BAB.26


__ADS_3

Andre membiarkan wanita angkuh dan sombong itu menurutnya. Sambil tersenyum misterius Andre melihat lekuk tubuh sihdy yang semakin menjauh.


"Dasar ****** tapi sepertinya dirimu harus di beri pelajaran agar kamu tidak sombong lagi." Guman Andre penuh dengan misteri entah apa yang akan di rencanakan dalam otaknya sampai dia tak bisa melepas pandangan nya.


Shidy terkenal sombong apa lagi sama orang tidak di sukainya tak segan pula berkata kasar. Dia bahkan sering mengolok ngolok laki laki yang buruk rupa yang naksir sama dirinya. Padahal itu sebenarnya ancaman bagi dirinya.


Shidy masuk dalam kelas dengan pakaian yang sudah acak acakan yang belum lagi harus menahan malu karna beberapa siswa lainnya mengolok ngoloknya dengan sebutan ayam kampus.


"Gak nyangka yah ada gadis murahan yang masuk dalam kelas kita. Atau kita viralin saja..."


Shidy menyergit heranan video apa, sementara dia selama ini tidak memiliki video syur. Shidy sedikit tercengang gimana dirinya sedang membuka pakaiannya menggoda Boy namun naasnya Boy ak kelihatan wajahnya karna membelakangi kamera bahkan hanya punggng nya saja yang nampak.


Shidy menelan silvanya dengan sussah payah. ''Apa apaan kalian hapus nggak atau kalian saya lapor polisi'' tuding Shidy tepat di depan wajah gadis itu.


Hooooo....!


Semua yang ada dalam ruangan kelas itu ber sorak riah dengan tatapan emeh mereka. Boy masuk tampa peduli dengan Shidy yang menatap dirinya dengan minta pertolongan tapi malah diacuhkannya.


Tak berselang lama dosen pun masuk dan mereka mengikuti pelajaran kuliah hari ini tapi tetap aja tatapan sinis dari kawan kawannya bahkan bisik bisikan yang simpang siur pun masih terdengar. Sampai sampai dia frustasi di buatnya.


Entahlah siapa pelakunya yang menyebar video itu dan siapa yang mengambil video tentang dirinya. Boy cuek saja setelah melihat video itu yang penting wajahnya tak terlihat dan jaketnya memang tak di pakainya sekarang dia memakai jaket dan tak ada yang bisa menarik kesimpulan bahwa itu dirinya kecuali seseorang yang merekam video mereka.

__ADS_1


Jam pulang pun telah tiba di kampus yang berbeda terjadi adu mulut yang tak ter elahkan. Sahara menumpahkan kekesalannya sama pemuda yang menurutnya kurang memiliki etika. Yah siapa lagi kalau bukan Bara bukan cinta tapi sudah obsesi dia mencari cara untuk mendapatkannya tapi Sahara tak gampang untuk luluh atau apalah. Karna dasarnya tak ada cinta walaupun itu. Sahabatnya.


''Kamu kenapa tak bisa mencintaiku? Tak ada kah sedikit saja rasa itu setidaknya kamu mencobanya.!'' Teriak Bara mengundang banyak orang untuk menonton aksinya dan kesempatan itu tak di sia siakan semakin membuat drama yang menurutnya bisa meluluhkan Sahara.


Sahara bukannya lulu malah muak dia tidak suka dengan tingkah Bara yang menurutnya ke kanak kanakan. Mendinggalkan Bara yang masih bersujud di kakinya. Banyak bisik bisik yang menurut versi mereka.


''Padahal cowoknya romantis yah, ganteng lagi...''


''Iya yah dia saja yang sok jual mahal padahal banyak loh cewek yang ngantri untuk jadi pacarnya..''


Sahara hanya melirik mereka dengan tatapan sinis ''kalau kalian mau jadi pacar dia sana jangan hanya cibar cibir gak jelas leo pada''


Emang yah kalau wanita kalau lagi bad mood ngomel ngomel sepanjang rel kereta api. Sementara di tempat lain mendapat penyiksaan entah menyisakan trauma atau kah yang berbeda.


Shidy saat sudah melakukan hubungan terlarang dengan laki laki yang di olok oloknya apakah dia trauma tapi ada hal lain yang timbul entahlah. Andre tersenyum puas melihat raut wajah di raut wajah Shidy yang bersemu merah. Dengan langkah pasti Andre meninggalkannya tampa dosa seperti tak terjadi apa apa.


Shidy tersenyum puas walaupun dengan orang yang di bencinya tetapi tetap menikmatinya ''enak juga yah dengan laki laki yang tak di cintai'' gumannya yah hal yang seperti itu bukanlah yang pertama kali dia melakukannya sudah berkali kali ia melakukan dengan orang yang berbeda tapi itu karna lagi butuh uang. Walaupun dia berasal dari keluarga yang berada semua di fasilitasi tapi jika memegang uang sendiri ada kepuasaan tersendiri walaupun dengan cara yang salah.


    Shidy keluar dari ruangan itu langsung pulang setelah merapikan sedikit pakaiannya yang acaak acakan. Shidy tak peduli dengan tatapan curiga orang lewat yang berpapasan dengannya.


Dia sempat mencari Andre yang pergi meninggalkan dirinya begitu saja setelahnya. Dia tidak peduli toh bagi dirinya itu kan sudah lumrah bagi dirinya. Dia tak peduli lagi toh juga ibunya tak peduli lagi dengan dirinya hanya sibuk dengan pekerjaan yang menyita banyak waktu seharusnya ittu untuk dirinya.

__ADS_1


Malam kian larut tapi salah satu ingsan masih setia merenung sambil menikmati hembusan angin yang dingin menusuk kulit. Malam begitu gelap hanya di terangi beberapa bintang saja, malam seolah mengerti dengan suasana hatinya sepih itulah yang terjadi malam ini. 


   Suara ******* keluar dari seseorang sambil menatap bintang yang jatuh lalu akan menangkapnya tapi bintang itu seolah meledeknnya hanya menggantung diatas kepalanya saja.


Dia ingin menangkap bintang itu tapi semakin menjauhinya ''dasar bintang kecil, kamu sengaja yah ledekin aku.'' Dia semin mengejar bintang itu tapi malah semakin jauh tak munngkin dia akan ikut lompat juga dari atas gedung dengan ketinggian.


Bintang itu jatuh di tanah dia hanya mampu menatapnya dengan nanar dia semakin paham jika semakin mengejar sesuatu maka akan seakan jauh dan tak ada bedanya dengan percintaan. 


Dia masuk dalam kamar setelah lelah memikirkan segala sesuatu yang rumit tentu saja yang tak ada solusinya. Banyak yang timbul dalam pikirannya tapi dia juga hampir saja menyerah. Tapi kalau menyerah berar ti dia pecundang


Karna telah lelah dalam berfikir akhirnya dia tertidur berharap bangun hari esok sudah ada solusi.


Berbeda dengan Andre saat ini masih mabok dan merancau saat kejadian siang tadi di kampus. Dia merancau dengan kata kata yang kotor sampai sampai orang yang menolongnya keheranan mengapa ada anak mudah yang merancau di tengah jalan sambil teriak teriak menyebut nama seseorang.


''Dasar wanita jal**ng , wanita sialan bisa bisanya kamu tak menyesali malah tersenyum.''


Tadi siang dia tak dapat melihat wajah penyesalan dari Shidy bahkan tak melawan sedikit pun dan itu yang membuat jiwa kelelakiannya meronta antara nafsu dan jijik dia jijik jika dirinya terkena penyakit kelamin mengingat wanita yang di depannya kini sudah terbiasa.


Arrrggghhhhh


Teriaknya frustasi mengapa dirinya tergoda dengan apa yang terlihat. 

__ADS_1


__ADS_2