CINTA DI PANDANGAN PERTAMA

CINTA DI PANDANGAN PERTAMA
BAB.31 FANDI TAK SUDI


__ADS_3

Mahera akhir akhir ini gencar mendekati Fandi bahkan dia terang terangan menggodanya siapa yang tak tergiur ikan segar di suguhkan di depan mata.


Hari ini Fandi pulang agak cepat dari biasanya bahkan di rumah tinggal Mahera seorang diri sambil memakai pakaian haram sementara pembantu di rumah ini di suruh jalan jalan di jam yang di tentukan Mahera. Mahera sudah bersiap dengan matang.


Fandi masuk dalam rumah mendapati ibu tirinya memakai baju haram berjalan kearahnya sambil tersenyum genit.


..."Sayang kamu sudah pulang. Kangen tau sama kamu." Ucap Mahera sambil membusungkan dadanya kearah Fandi. Mahera semakin gencar memainkan jarinya di dada Fandi. ...


...Fandi masih menguasai pikirannya agar tidak terlena dengan godaan yang ada di depannya kali ini. Fandi memejamkan matanya menahan gelora yang membunca. Dia laki laki normal pasti akan terpancing apa lagi sentuhan Mahera semakin intens. ...


...Fandi mengumpulkan segenap keberanian untuk melindungi dirinya dari kejamnya fitnah. ...


...Mahera tersenyum dalam hatinya sudah bersiap untuk bertempur dengan anak tirinya biar ketahuan suami tuanya toh kekayaan Fandi juga sangat menjanjikan. ...


..."Apaan sih kamu gak ada sopan santunnya! Dasar wanita murahan!" Hardik Fandi sambil menghentakan lengannya agar terlepas dari wanita iblis yang ada di depannya. ...


...Mahera terlonjak kaget mendapat bentakan dari anak tirinya. Pasalnya selama ini tak ada pria yang berani membentaknya tapi kali ini benar benar di kuasai nafsu sehingga tak peduli dengan bentakan anak tirinya....


..."Kamu bentak saya. Ingat yah saya akan laporin ke papi kamu agar di usir dari rumah ini." Ucap Mahera berapi api tampa ia sadari menggali kuburannya sendiri....


..."Silakan lapor saja. Kamu tau kan kalau di dalam rumah ini ada CCTV." Ucap Fandi sambil menunjuk beberapa kamera yang menyerupai balon lampu "dan satu lagi CCTV dalam rumah ini saya yang pegang aksesenya cuma hanya saya yang tau." Ucap Fandi sambil berlalu masuk dalam kamarnya....


..."Saya tak sudi memiliki seorang ibu yang gatalnya seperti ulat bulu. Body pas pasaan mini akhlak pula." Rancau Fandi masuk dalam kamarnya sambil baring diatas ranjang empuknya king size yang ada dalam kamarnya....

__ADS_1


..."Apa iya saya harus menikah saja dengan wanita ular itu tidak slalu menggangguku." Monolog Fandi seorang diri. ...


...Bukan tak ada wanita yang mau jadi istrinya tapi apalah daya semua itu hanya karna uang dan uang saja. Dia ingin seorang perempuan yang ingin mendengar keluh kesahnya slalu ada di saat butuh dan tak pernah menilainya hanya dengan uang saja. ...


...Sementara Mahera kembali di dalam kamarnya dengan perasaan yang campur aduk. Gimana supayah anak tirinya itu bertekuk lutut di hadapannya minta di puaskan seperti pria pada umumnya. "Apa saya kurang cantik, atau kurang seksi atau harus saya ke salon dulu untuk perawatan lagi." Ucap Mahera seorang diri bicara dengan pantulan cahanya di cermin....


...Cukup lama melenggak lenggokan badannya di depan cermin tapi tubuhnya masih seksi dan membuat pria berhasrat untuk memadu kasih dengannya. Lagi lagi Mahera terobsesi memiliki Fandi menurutnya Fandi malu malu "mana ada laki laki yang menolak ku. Laki laki itu butuh kepuasaan saat bercinta." Lagi lagi ia bicara seorang diri. ...


...Suaminya masuk dalam kamar heran dengan istrinya yang sudah memakai pakaian dinasnya. Apa lagi warna itu ia tidak suka. Mahendra bertanya sama istrinya yang sibuk mematut dirinya di depan cermin....


..."Sayang kok kamu sudah pake baju dinas aja. Lagi pengen yah goda suaminya." Sambil menggoda istrinya. ...


...Mahere kaget tiba tiba suaminya ada dalam kamar mereka....


..."Kok di tutup sih sayang." Tanya Mahendra sambil menatap intens istrinya. ...


..."Ahhh. Iya pi a.. ku tadi mau itu." Jawab Mahera terbata bata sambil memalingkan wajahnya kesana kemari enggan menatap wajah suaminya. Saking gugupnya ia menjatuhkan gelas yang ada diatas meja riasnya. ...


...Prangg...


...Mahendra mendekat kearah istrinya "gak apa apa sayang?" Tanya Mahendra dengan penuh kelembutan ...


...Sambil memegang tangan istrinya membawanya keranjang mereka. Setelahnya Mahendra membereskan ke kacauan yang di buat istrinya....

__ADS_1


...Semua sudah berkumpul di meja makan kecuali Fandi. Dia semenjak kejadian tadi tidak lagi keluar kamar dia tak ingin mwmbuat moodnya hancur hanya karna wanita yang sama sekali tak di inginkan keberadaannya. ...


..."Bara mana Fandi kenapa tidak makan malam. Apa dia belum pulang." Tanya Mahendra selaku seorang ayah dia slalu kwatir tentang putra putranya....


..."Nggak tau pi. Tapi mobilnya sudah terparkir tu di garasi sedari tadi." Ucap Bara sambil menyuap nasi kedalam mulutnya. ...


..."Saya kekamar Fandi dulu kalian makan saja. Mungkin dia sakit." Mahendra ingin bergegas kekamar Fandi tapi lagi lagi Mahera dengan cepat melarang suaminya....


..."Pi makan saja nanti saya yang ke kamar Fandi. Kasian anak itu mungkin efek kecapean sampai lupa makan." Ucap Mahera sambil bergegas ke kamar Fandi meninggalkan meja makan. Sebenarnya Mahendra bingung dengan sikap Mahera sejak kapan dia perhatian sama anak sulungnya itu. Tapi menepis pikiran buruk yang sempat melintas di kepalanya. ...


...Tokk...tokk...


...Fandi tau yang datang ibu tirinya memilih diam dan tidak bergerak karna pas di depan pintu kamarnya ada CCTV yang tersambung langsung yang ada di TV dalam kamarnya....


..."Ternyata wanita murahan ini gak mau berhenti untuk mengusik ku." Pinta Fandi dalam hatinya. Dia sudah di bawakan makanan sama pembantu di dalam rumah ini melalui pintu darurat yang tau hanya dirinya bik Nem dengan dirinya saja. Bahaya kalau ulat bulu itu mengetahuinya. Kamar yang dia desain sendiri memiliki keunikan sendiri yang sebenarnya rak buku itu pintu yang terhubung langsung dengan dapur yang bisa diakses dengan sidik jarinya saja....


...Fandi keluar dari kamar menuju dapur lewat pintu rahasianya dan duduk di meja makan. "Fandi darimana kamu nak." Tanya Mahendra sebab anaknay tiba tiba ada di meja makan sebab istrinya masih sibuk mengetuk pintu kamar Fandi. "Dari taman belakang pi. Lagi main game tadi di taman."...


...Mahera mendengar suara Fandi meja makan. Dia kembali di meja makan sambil mendumel "huff bikin cape cape saja." ...


...Mahera duduk di samping suaminya tepat di depan Fandi. Sengaja kakinya mencari kaki Fandi tapi sialnya malah Bara yang dia kasih kode kode. Bara melihat ibu tirinya ada gelagat aneh dia membiarkan kaki ibu tirinya itu menari kesana kemari di bawah kolong meja. Bara menendang kaki ibu tirinya.....


...Awww...

__ADS_1


..."Kamu kenapa sayang." Tanya Mahendara "tidak pi saya hanya gigit lidah sendiri saja. Sementara Bara hanya cekikan dalam hatinya sambil melihat wajah ibu tirinya merah padam seperti udang goreng....


__ADS_2