
''Sayang masih marah...?'' Boy bertanya dengan suarah lirih. Akibat kecelakaan yang menimpanya berakhir di rawat di rumah sakit.
Sahara hanya dia tak bergeming dia menatap laki laki yang dia kagumi dengan lekat. ''Maaf Boy kamu sudah punya kekasih tak baik seperti ini.'' Lirihnya dengan suara parau. Lagi lagi dia memilii kesimpulan sendiri.
''Sayang ukan seperti itu...'' boy tak. Melanjutkan ucapannya.
''Lalu seperti apa Boy...?''
Boy hanya diam melihat kemarahan Sahara. Yah memang dia akui tadi mampu membuatnya sakit hati karna kehadiran Shidy tapi dia juga mengusirnya krna dia datang karna dia sendiri yang memintanya.
Tapi di luar kuasanya Sahara melihat semuanya dan memiliki kesimpulan sendiri. Enthlah Sahara yang labil atau Boy yang plin plan.
Boy perlahan melepas genggaman tangan nya dan memilih untuk tidur, tepatnya pura pura tidur. Egois nggak sih jadi laki laki.
Sahara hanya diam saja melihat kelakuan Boy. Dia kembali di sofa seperti semula. Ingin menangis histeris tapi ia tahan tak elok meangis di depannya. Begitulah pikir Sahara saat ini.
Sahara menatap daun pintu berharap Kaila muncul saat itu juga. Menunggu yang dia lakukan membuatnya bosan. Dia nonton drakor agar membunuh sepih.
''Andaikan kita seperti ada dalam flim ini, apakah kita bahagia..?'' Gumannya yakni hanya dirinya lah yang dengar.
Boy hanya memperhatikan gerak gerik Sahara yang lagi nonton drakor di ponselnya, ambil senyum senyum sendiri, nangis iya, terawa iya.
Siapa yang tidak gemas dengan tingkahnya, dia terbawa suasana dengan apa yang dia nontonnya. Seola ola dirinya lah pemeran utama dalam flim itu. Lucu yah lucu lah siapa pun yang lihat pasti dirinya di bilang aneh tapi lucuh.
''Awwww....''
Boy pura pura merintih sambil memegang kepalanya yang di balut perban. Sahara hanya menatap sekilas tampa berminat menolongnya sama sekali. Walaupun rasa kemanusiaanya meronta tapi segera dia tepis.
Ceklek....
__ADS_1
Kaila masuk dalam ruangan itu hanya melihat adik sepupunya dengan pandangan memohon sementara gadis cantik yang di panggilnya adik itu mengabaikannya.
''Dek kenapa diam, ada yang mengganggumu.?'' Memegang bahu Sahara yang hanya diam seperti patung.
Kaila tidak mendapatkan apa apa dari Sahara dia pergi ke Boy yang dari tadi hanya memandangnya.
''Kalian kenapa? Kok sama sama diam bukannya saya sudah bilang jangan bikin orang salah paham dengan sikapmu yang kekanak kanakan itu.'' Kaila mengomel sambil memperbaiki perban yang berantakan karna dia sengaja berantakin sendiri agar menarik perhatian Sahara.
Sahara tak berminat untuk bergabung sama mereka. Karna kelelahan Sahara tertidur di sofa lagi tampa peduli sama orang dalam ruangan ini.
Boy menceritakan semuanya dan tampa ada yang di tutupi, dia berniat mengakhiri nya dengan Sahara dan ingin menjalin hubungan dengan Shidy. Dia akui jika mempermainkan hati Sahara tapi dia juga tak ingin menyakitinya lebih dari itu.
Kaila tak memberi tanggapan apa pun dia membiarkan adik sepupunya itu melakukan apa yang dia mau. Dia mendekat kearah Sahara yang sudah tulus menemaninya dan meinta bantuannya dan di lakukan dengan ikhlas.
Ke esokan paginya dia pulang kerumahnya tampa berniat membangunkan mereka. Dia bangun pagi pagi sekali sehingga tak ada yang menydari jika sudah pergi. Dia mendengar semuanya semalam yang pada akhirnya memilih diam tampa melakukan apa apa.
Sepanjang jalan dia hanya melamun beruntung tak banyak kendaraan sehingga tak menimbulkan kecelakaan karna dia berkali kali ngerem mendadak ketika mengingat kata kata laki laki yng kerap memanggilnya sayang.
Walaupun mereka tidak. Menyebut namanya tapi kata kata itu sudah pasti tertuju padanya. Jika saja dulu tak mengenalnya mungkin tak ada harapan jika mereka akan dekat.
Terasa semakin lama untuk sampai di rumah padahal tak terlalu jauh. Setelah menata kembali hatinya mulai perlahan dia memacu kecepatan kendaraan roda empat itu.
Sesampainya di rumah menyeret langkahnya untuk masuk dalam rumah. Dengan susah payah menerima kenyataan tapi dia sudah terlanjur menyimpan rasa. Dia baru merasakan jatuh cinta sama seorang laki laki tapi hanya dirinya lah yang tau.
Banyak pria yang mendekat tapi dirinya tidak tertarik. Ketika ia menyukai seseorang tapi seseorang itu yang tak pernah ada rasa samanya.
Sesampainya di dalam. Kamarnya menangis pilu untuk mengurai sesak di dadanya. Andaikan dia tidak datang kesana dia tidak akan pernah mengetahui kenyataan dan akan selalu berharap kepastian.
Sahara meraih ponselnya sedari tadi di simpannya sembarang arah dia mematahkan kartu yang ada di ponselnya. Sahara ingin memulai hidupnya seperti dulu lagi dan tak ada gangguan dari siapa pun. Bahkan nomor Kaila tidak di simpannya.
__ADS_1
Padahal Kaila sama sekali tidak mengetahui sebenarnya terjadi. Dia malah semakin menjadi karna tak ingin berhubungan dengan keluarganya.
Tokkk.... tokkkk...tokkk
Ketukan demi ketukan tapi tak ada sahutan sama yang empunya kamar. Anggun terus menggedor pintu kamar itu secara beruntun tapi sama sekali tak ada pergerakan.
''Nyenyak sekali tidurnya, sehingga dia tak terganggu dengan gedoran pintu.'' Gerutunya, sambil mengecek ponselnya tapi di telpon malah tidak aktif.
''Apa dia tidak tiursemalam sehingga tidurnya seperti mayat saja.'' Karna kesal anggun masuk kedalam kamarnya. Biasanya Anggun kalau tidak pergi ke kantor biasa main ke kamar anaknya.
Sahara sebenarnya tidak tidur tapi dia belum ingin bicara dengan orang lain. Dirinya ingin sendiri, tapi lagi lagi cacing di prutnya tak bisa diajak kompromi. Yah dari semalam dia belum makan apa pun sekarang sudah jam satu siang.
Krukkk.... krukkk
Bunyi perutnya yang minta di isi makanan. Dengan malas dia beranjak dari ranjang nya. Dia melangkah keluar kamar untuk cari makanan apa saja yang penting bisa di makan.
Hari sudah sang biasa makanan ada tertata di meja makan. Benar saja di sana ada ibunya masih makan dengan lahap tidak menyadari kalau anaknya berdiri di belakangnya.
Setelah beberapa saat Sahara mearik kursi agar bisa duduk. ''Ibu bangunin kamu tidak bangun bangun.''
''Iya ibu, ketiduran tadi baru saja bangun.'' Matanya memerah tapi bukan khas orang baru bangun tidur melainkan orang baru selesai menangis.
''Kamu menagis,,,?''
Sahara gelagapan dengan pertanyaan ibunya tapi segerah menguasai keadaan agar ibunya tak curiga.
''Nggak kok bu, saya baru bangun tidur.'' Anggun hanya tersenyum mendengar kata kata anaknya, walaupun Sahara sebenarnya tak pandai berbohong.
Sahara hanya diam tidak. Memakan makananya yang ada di piringnya. Sehingga meninggalkan meja makan tampa makan, tingkahnya memang aneh.
__ADS_1
''Apakah dia sedang putus cinta.'' Pertanyaan itu hanya ibunya sendiri.