CINTA DI PANDANGAN PERTAMA

CINTA DI PANDANGAN PERTAMA
BAB.17 LAKI AKI SAMA SAJA


__ADS_3

Sudah seminggu saya malas untuk komunikasi dengan laki laki. Seorang ayah saja tega meninggalkan anaknya dan membentuk keluarga baru dan tak bisa di pungkiri kalau saya sakit hati ketika mengetahui saya masih punya seorang ayah.


Kala malam itu tidak ikut ibu pergi di acar ulang tahun saya tidak akan tau kalau  saya masih memiiki seorang ayah dan lebih menyakitkan mereka merendahkan ibuku. Saya tidak pernah terima jika ibuku di rrendahkan oleh orang lain yang mereka tidak tau perjuangan ibuku seperti apa.


   Ayah sudah menikah lagi bahkan dia akan memboyongku kerumah mereka tapi dia menyombongkan keluarga barunya. Sehingga saya tidak nyaman apa lagi istrinya yang tak tau adab sopan santun ketika bicara.


Hari ini terik matahari dan saya memutuskan untuk beli minuman dingin keindomaret terdekat. Kebetulan kuliah juga suah selesai jadi saya pulang saja di rumah.


Kuliah juga kadang melalui zoom jadi tidak terlalu repot menurutku, saya menepihkan mobilku di salah satu indomaret. Setelah saya parkir mobil dengan posisi aman saya keluar dari mobil. Baru juga keluar dari mobil sudah di suguhkan dengan pemandangan yang membuatku geram.


  Gimana tidak geram ada seorang laki laki tua kepergok sama istrinya yang selingkuh dengan anak SMA. Banyak orang yang jadi penonton bahkan ada yang video. Tak ada yang bisa merelai pergulatan ibu ibu yang bertubuh tambun itu dan anak gadis yang tubuhnya ramping.


''Pelakor dan kamu yah laki laki tua bangka saya akan miskinkan kamu, enak enak selingkuh tapi gak tau kerja.'' Teriak ibu ibu itu.


''Kalau suamimu selingkuh berarti kamu tidak pernah puasin di ranjang.'' Teriak gadis itu yang suda awut awutan bahkan rambutnya sudah kusut, baju putih abu abunya pun sudah kotor.


Sementara laki laki itu hanya jadi penonton pergulatan antara istri dan selingkuhannya, dia malah asyik main ponsel. Apakah laki laki sama saja. Bagaimana jika laki laki akan melakukan hal yang sama kenapa mlah wanita yang jadi korban ke egoisan laki laki.


Setelah jadi penonton saya masuk untuk beli apa yang jadi tujuanku tadi. Tidak terasa tiga puluh menit saya jadi penonton.


Setelah mengambil minuman dingin saya mengantri untuk membayar minumanku. Tibalah giliranku setelah mas kasirnya scan dan menyebut berapa harganya. ''Lima ribu yah kak.''


Saya memberinya uang pecahan lima ribu. Saya masuk mobil yang bersiteru tadi mungkin sudah diamankan satpam atau apalah. Sepanjang jalan pulang saya hanya melamun ampai sampai hampir saja menabrak mobil yang ada di depanku.


Ponselku berdering sejak tadi. Tapi yang terpampang namanya Boy si laki laki sasimo. Saya menepihkan mobilku di depan toko yang lagi tutup dan saya mengangkat telponnya.


''Hallo ada apa.?'' Tanyaku langsung.

__ADS_1


''Saya lagi di jalan mau pulang kerumah.'' Sambungku karna tak ada jawaban yang di sebrang sana hanya helaan napas berat. Entahlah dia kenapa. Nelpon malah tidak mau bicara. Karna saya tidak dapat jawaban yang di sebrang sana saya matikan kembali dan saya non aktifkan ponselku supayah dia tidak bisa menelpon.


Seteah itu saya melanjutkan perjalananku. Karna masih agak siang jadi jalan tidak terlalu macet. Sesampainya di rumah saya masuk dalam rumah yang ada hanya pembantu yang lagi bersih bersih rumah. Ibu belum pulang karna mobilnya belum ada.


Setelah menyapa orang orang yang kerja di rumah ini saya masuk dalam kamarku. Setelahnya saya mandi saya akan masak kesukaan ibu..


Setelah mandi saya keluar kamar untuk masak, saya masak masih belajar sama bik Uti tukang masak di rumah ini.


''Bik ajarin saya yah masak sup ayam kesukaan ibu.''


''Iya neng. Saya siapin dulu bumbunya. Neng tolong bersihkan ayam sama sayurannya yah.''


Saya langsung bersihkan ayam nya. Dada yang sering di pakai untuk sup, katanya bi Uti lebih cepat matangnya.


Bik Utih blender bumbu halusnya dan saya siapkan wajannya untuk tumis bumbu. Ibu lebih suka pakai sayur seperti kol kalau sup.


Tiga puluh menit supnya sudah hampir matang ibu juga sudah pulang. Selesai mandi ibu juga bergabung dengan kami di dapur.


''Sup bu. Itu sudah matang tinggal di sajikan saja.'' Jawab bik Uti...


Bik Uti menyajikannya di meja makan. Setelah itu saya makan dan ibu sedari tadi makan dengan lahap.


''Enak sekali supnya bik.'' Puji ibu


''Neng Sahara yang masak bu, saya hanya bantu sekedarnya saja.''


Ibu menoleh kearahku sambil tersenyum setelahnya dia tidak mengatakan apa apa lagi. Selesai makan saya meninggalkan meja makn sementara ibu masih bicara sama para pembantunya. Saya tidak ingin ikut campur saya memilih nonton.

__ADS_1


Saya lupa ponselku dari tadi saya belum aktifkan kembali dan saya masuk dalam kamar mengambil ponselku dan saya aktifkan. Banyak panggilan yang masuk dari Boy.


Saya telpon balik. Baru tersambung sudah di jawab.


''Hallo kamu dimana yank.'' Dasar sasimo makiku dalam hati.


''Saya di rumah ini.'' Jawabku..


''Besok jalan yah yank. Sepulang kuliah.''


''Iya.'' Hening....


Lima menit tak ada lagi jawaban saya matikan dan saya letakan ponselku. Saya lanjut nonton flim ke sukaanku. Dua jam sudah saya nonton sudah mulai bosan.


Saya masuk dalam kamar untuk mengerjakan tugasku dan saya liat jam baru jam sembilan malam. Masih ada waktu selama dua jam. Saat masih baca buku ada notif tapi nomor baru. Saya tidak balas mungkin itu orang iseng saja.


Sudah larut malam saya masih sibuk di depan laptop sampai lupa kalau besok ada jam kuliah pagi. Saya matikan laptop saya bersiap tidur dan pasang alaram supayah tidak telat bangun.


Saya bangun jam enam pagi dan benar saja satu jam lagi. Saya masuk kamar mandi sambil berdoa semoga tidak macet di jalan.


Sepanjang jalan ponselku terus berdering. Saya tidak gubris yang ada di otak ku bagaimana caranya supayah tidak telat masuk kelas. Apa lagi dosennya terkenal di siplin dan kalau terlambat tidak di perbolehkan untuk mengikuti mata kuliahnya.


Sesampainya di kampus waktu yang tersisa tinggal lima menit dan saya mengambil langkah seribu lari dari parkiran k kelas dan itu lumayan jauh. Sementara kelasku berada di lantai dua. Lumayan juga kalau lari naik tangga.


Sesampainya saya di kelas ngos ngosan.


''Kenapa lu, habis di kejar anjing..'' ledek Mario yang terkenal usil.

__ADS_1


Baru juga duduk saya sudah di kejutkan dengan dosenku yang sudah masuk tiba tiba dalam kelas. Untung saja saya masih tidak telat gimana kalau tadi telat bia bisa saya tidak kuliah hari ini.


Selesai kuliah saya masih tinggal dalam kelas untuk mengerjakan tugasku yang tertinggal sambil menunggu mata kuliah selanjutnya.


__ADS_2