
Sebenarnya Sahara belajar melalui youtube, tak di sangka hasilnya sebagus itu. Setelah mendapatkan izin untuk krusus masak seperti mendapat jakpot saja. Dia akan berusaha untuk mengaah bakat masaknya dan bukan hanya tujuannya yaitu berharap bisa melupakan Boy secepatnya.
Dia sebenarnya tak bisa melupakan orang dengan mudah tapi dia sangat berusaha untuk melupakannya.
Malam semakin larut Boy tidak bisa memjamkan matanya. ''Apakah dia marah sama saya, kenapa tak ada satu pesan pun dari dia.''
Boy berkelana dengan pikirannya sendiri karna pertemuan mereka. Dia berusaha menekan egonya. Dia ingin mengirim pesan tapi hanya bisa keluar masuk aplikasi. Tak ada keberanian untuk memberi kabar terlebih dahulu.
''Apakah dia masih marah? Kenapa dia tidak memberiku kabar, bertanya pun tidak.'' Gumannya seolah dia lagi bicara dengan seseorang.
Ke esokan paginya Sahara bangun lebih pagi karna dia akan lari pagi seperti biasanya akan mengintari perumahan itu. Lagi lagi Sahara teringat dengan seseorang tapi mencoba abai agar hatinya baik baik saja.
''Hay mbak Sahara, lari pagi juga?'' Tanya seseorang yang tak di ketahui namanya, tapi dia di kenal sekitar perumahannya tinggal. Tak ada yang tidak mengenal bu Anggun.
Sahara hanya membalasnya dengan senyum, setelah lari pagi ia pulang kerumahnya dengan bersenandung sepanjang jalan. Dia akan mencoba resep baru hari ini.
Dia masuk kamar untuk membersihkan diri karna sudah terlalu lengket. Selesai mandi dia kedapur untuk bikin kue yang di nontonnya dari yuotube semalam.
Dia mengambil bahan bahan yang di perlukan dalam lemari. Dia sudah menyiapkan wadah terlebih dahulu. Semua sudah siap. Dia akan kocok telur terlebih dahulu.
Dia bikin kue sambil menghayal. ''Sayang kuenya pasti enak yang semangat bikinnya yah.''
''Iya abang, semoga suka nanti saya bikinin kopi juga setelah ini pintanya.''
Mereka sambil tersenyum karna mereka saling mengagumi. Yah mereka saling mencinti tapi entah sampai kapan mereka saling memendam rasa ini. ''Semoga secepatnya kita bersama abang.''
''Hei mau bersama sama siapa..?''
__ADS_1
''Astaga ibu ngagetin saja.'' Sahara sambil manyun.
''Lagian kamu yang aneh, ngapain kamu senyum senyum sendiri bikin kue.''
Sahara hanya terdiam karna malu ketahuan hayalin seseorang. ''Semoga ibu tidak dengar...'' gumanya dalam hati..
Empat puluh lima menit sudah akhirnya kuenya sudah matang. ''Ibu cobain kue coklatnya lagi.'' Sambil memberikan ibunya sepotong kue yag lagi hangat.
''Sayang bikinin ibu kopi yah.'' Anggun menyuruh anaknya itu bikin kopi kesukaannya sambil mengamati warna kue yang menurutnya aneh itu. Bukan coklat tapi mengarah kehitam pekat seperti kopinya.
Dia mencoba mengamatinya sekali lagi tapi tak ada bedanya dengan warna kopi. ''Apakah ada coklat yang hitam pekat seperti ini, bahkan saya baru melihatnya.'' Anggun bisik dalam hatinya.
''Bu ini kopinya.'' Sahara menaruh cangkir berisi kopi itu ke hadapan ibunya agar segera di minumnya. Lagi lagi Anggun tertegun karna warna kue tersebut menyamai kopinya.
''Sayang kamu pakecoklat merek apa? Kok hitam pekat warnanya.
Anggun menggigit sedikit kue tersebut, rasanya pahit seperti kopi tak ada gula yang ada hanya pahit saja.'' Anggun melepeh kue itu sambil minum air putih yang diambilnya tadi hingga tandas.
''Sayang cobain kue buatanmu, kenapa ibu lepeh.'' Sahara ragu ragu mengambil potongan kue buatannya di makan secara perlahan. Lagi lagi dia melepehnya juga seperti yang di lakukan ibunya tadi.
''Gimana rasanya sayang..?'' Tanya anggun
''Iya bu rasanya kopi, saya salah resep tadi.'' Sambil menunduk karna takut di marahi ibunya. Memang selama ini sangat jarang d marahi tapi ibunya sekali marah akan terasa menkutkan.
Kue kopi namanya bukan lagi kue coklat. Itulah yang terjadi bikin kue sambil menghayal, sampai salah resep. Selesai kejadian pagi tadi Sahara memutuskan untuk jalan jalan di luar setelah mengabari Tiara akan mereka jalan ke taman hari ini.
Setelah menjemput Tiara mereka pergi ketaman untuk sekedar cari angin segar. ''Duduk di bangku itu saja.'' Akhirnya mereka duduk di banggu itu yang bermuatan dua orang. Sore ini sangat segar di tambah lagi angin sepoi sepoi.
__ADS_1
Di sekitar mereka datang berama pasangan ada juga yang sama anak istri mereka. ''Nasib jadi jomblo hanya bisa cuci mata aja.'' Pinta Tiara sambil terkekeh. Sahara hanya tersenyum menanggapi ocehan temannya itu..
''Hai kalian di sini juga ternyata.'' Sapa Bara, dia sudah di bebaskan selama dalam sel tidak ada yang tau.
''Iya Bar, kamu sama siapa.?'' Tanya Tiara sambil mencari cari siapa yang ada di belakang nya. ''Datang sendiri saja.'' Jawabnya sambil melirik Sahara yang hanya diam sedari tadi.
''Hay Sa kita sudah lama tak jumpa yah.'' Memang gak salah sih karna memang selama dua minggu lebih gak pernah ketemu karna berada dalam sel. Sahara hanya mengangguk tak bermint untuk bertanya karna menurutnya itu tidak penting.
Bara hanya tersenyum. Dia duduk di samping Sahara sambil sesekali melirik wajah manis yang ada di sampingnya. Wajah yang penuh damba menurutnya tapi susah untuk di miliki. Sahara mengajak temannya untuk jalan jalan keliling taman sambil melihat lihat anak anak yang bermain.
''Lihat deh anak anak itu main perosotan. Ikutan yuk..'' akhirnya mereka juga naik perosotan itu. Banyak anak anak yang ikutan malah mereka bak anak kecil yang tak bahagia masa kecilnya.
Tak terasa hari udah semakin sore akhirnya memutuskan untuk pulang. Karna hari ini libur mereka bebas main keluar rumah. ''Seruh juga yah main perosotan itu.''
''Iya kita kesana lagi kalau gak ada jam kuliah seruh bangat, kita sih datangnya ke sorean jadi gak puas untuk main main.''
Mereka memutuskan datang lagi jika tak ada tugas yang harus di kerjakan. Sepulangnya Sahara dengan riang.
''Sayang kamu darimana ibu tadi cari kemana mana di telpon juga tidak aktif.'' Omel ibunya.
''Maaf bu tadi ketaman sama Tiara.''
''Yah sudah sana siap siap temani ibu ke swalayan, madi dulu kamu bau keringat.''
Sahara hanya mengikuti perintah ibunya. Setelah siap siap mereka langsung ke swalayan. Anggun belanja untuk bahan bahan kue serta agar agar untuk arisan besok sore. Anggun menyiapkan suguhan karna arisan kompleks diadakan di rumahnya.
''Sayang bahan bahan agar agar yang mana bagus.?'' Setelah belanja yang mereka butuhkan mereka cari tempat makn sekalian ntuk makan malam.
__ADS_1
Mereka akan makan di rumah makan padang favorite mereka selama ini. Sesampainya di sana mereka mmemesan makanan. Setelahnya makan pun mereka langsung pulang kerumah. Tak ada yang yang bicara selanjutnya karna Sahara terlelap dalam mobil mungkin dia kecapean main di taman.