
Hari ini yang ku tunggu tunggu akhirnya ada juga. Saya kira dia sudah lupa denganku karna sudah sebulan tak ada kabarnya. Sehingga saya juga tidak pernah untuk memberinya kabar sama sekali.
Saya sibuk kerja tugas saya tak balas. Biarkan di baca saja agar dia tidak besar kepala bahwa saya telah menunggu kabar darinya. Sudah semakin larut tapi saya masih menyelesaikan berbagai tugas yang menumpuk dan harus di selesaikan.
Tiba tiba ponselku bergetar dan ternyata sudah tujuh panggilan yang tidak terjawab darinya. Saya baru sadar jika ada panggilan yang berturut turut sedari tadi. Mungkin saya baru sadaar seadari tadi saya terlalu fokus di depan laptop.
Dia kenapa yah. Ini sudah terlalu malam untuk jawab telponnya. Apa iy saya harus menjawabnya sedari tadi bergetar terus. Saya menutup diri dengan selimut untuk terbang kealam mimpi.
Saya juga mengistrahatkan badan untuk mengembalikan energi yang sudah terkuras seharian penuh.
Pagi ini seperti biasa bersiap untuk ke kampus dan akan diantar ibu karna malas bawa mobil sendiri. Saya juga malas harus bad mood di jalan karna macet.
''Sahara ayok....'' panggil ibu di luar kamar. Pagi ini kami tidak sarapan karna ibu kejar waktu ada meeting pagi ini.
Di jalan lagi lagi ketemu macet, kapan kota ini terbebas dengan kemacetan bosan juga setiap hari harus macet macetan. Hampir satu jam di jalan akhirnya saya sudah sampai di kampus.
''Bu saya turun di gerbang utama saja yah.'' Pintaku, kasian ibu harus telat hari ini.
''Loh kenapa nak. Biasanya juga antarnya sampai depan sana kan.''
''Kan ibu harus ada meeting, gak apa apa Sahara jalan kaki Lima menit jalan kaki akhirnya sampai juga di depan kelasku tapi lagi lagi orang yang saya hindari tiba tiba muncul di depanku. Sebenarnya saya tau dia ada rasa sama aku, tapi saya tidak ladeni karna hati ini tak singkrong saya tidak menginginkannya untuk hadir.
''Hay sendiri saja.?'' Tanyanya baa basi
''Iya....'' jawabku cuek. Saya berlalu begitu saja. Setibanya dalam kelas saya langsung baca buku. Untuk menghilang kan pena yang ada di kepala.
''Hay Sahara tumben rajin amat baca bukunya.'' Sapa kawanku yang lain.
''Iya nih, lagi bosan saja.'' Jawabku sekenanya.
''Kalau bosan party.'' Jawab yang lain.
__ADS_1
Gak lama kemudian dosenku masuk dalam kelas. Saya nyimak saja padahal pikiranku di tempat lain. Setelah menjalani kelas yang melelahkan bagiku akhirnya pulang juga. Entahlah kenapa kuliah hari ini begitu membosankan.
''Kenapa lu...? Habis di putusin sama pacar lu, gamon amat dari tadi.'' Ledek Tiara. Entahlah mau putus sama siapa kan selama ini saya tidak punya pacar.
''Nggak pa apa hanya malas saja.''
''Ayok ikut saya supayah tidak malas lagi, saya jamin anda langsung melek.'' Dia menarik tanganku mengikuti kemana langkahnya.
Sepanjang jalan Tiara hanya fokus nyetir tidak peduli dengan ocehanku. ''Kemana ini, jangan aneh aneh Tia kamu itu suka ajak orang jalan tampa tujuan.''
Dia hanya tersenyum tampa menjawab ocehanku. Dia malah hanya melirik ku sekilas dan tidak peduli denganku. Hampir dua jam kami mutar mutar akhirnya sampai juga.
''Kok ketaman lagi, kita mau ngapain..?''
Lagi lagi dia mengacuhkanku. Tas kami di simpan dalam mobil.'' Kita makan es cream atau kita main dulu..''
Main apaan yang dia maksud setauku di sini hanya wahana permainan anak anak. ''Malah bengong saja, bukannya kamu kemarin yang paling antusias main seluncuran.''
Saya main bersama mereka ampa rasa malu lagi berbaur dengan anak anak yang ku prediksi baru berumur tiga sampai lima tahun. Tiara bukan ikut main malah bikin kontn di tiktok.
Walaupun seperti itu hasilnya bikin saya ngakak, malah banyak yang komen juga. ''Liat nih banyak yang komen bahkan mereka minta no wa kamu.'' Kami makan es cream sambil sibuk balas komentar orang orang.
''Balas saja. Gak ada.''
''Hay jumpa lai kita.'' Sapa seorang wanita mudah saya pernah liat tapi dimana yah. Kok wajahnya gak asing. Saya mutar otak agar ku ingat namanya tapi gak kutemukan jawabannya.
Tiara langsung menyambut tangannya dengan senyuman termanisnya, sementara saya lagi bingung. ''Hey kok kamu bengong saja.''
Saya melempar tanya ke Tiara agar mendapatkan jawaban tapi dia malah buang pandangan di tempat lain.
''Hay.. nggak kok. Kita pernah ketemu dimana yah..?'' Tanyaku dengan polos.
__ADS_1
Yang membuat Tiara terbahak bahak. Saya tidak tau apa yang lucuh malah ngakak seperti itu. Tapi wanita tadi dia tidak menjawab pertanyaanku malah pergi katanya ada urusan yang harus di selesaikan.
Apa itu hanya alasannya saja padahal jelas jelas ini di taman tapi urusan apa. Apa dia tersinggung dengan pertanyaanku barusan sampai harus buru buru pergi.
''Ngapain kamu ngakak sepeti tadi apa yang lucu.'' Tanyaku yang sibuk dengan ponselnya.
''Benaran kamu tidak ingat wanita tadi. Dia yang kemarin di mall bersama gebetan kamu.''
''Gebetanku siapa?'' Tanyaku siapa yang di maksud nya sedari tadi.
''Boy..'' degh... nama itu yang kemarin yang membuatku harus belajar mencintai seseorang yang ternayata hanya semu.
Baru di sebut namanya sudah menelpon lagi. Tapi apa maksudnya jika sudah punya yang lain kenapa harus aku lagi. Panggilan yang ketika baru saya jawab..
''Hallo ada apa.?'' Tanyaku langsung kentinya.
''Iya kamu lagi dimana sayang..''
''Saya lagi di jalan mau pulang..?''
''Besok jalan yah... saya jemput malam jam tujuh.''
''Ta..p...'' saya belum selesai langsung di matikan begitu saja. Dasar manusia aneh umpatku dalam hati. Bisa bisanya tidak minta maaf langsung ajak jalan tak ada sopan sopannya. Dia pikir semudah itu. Kita liat saja besok saya akan ajak yang lain untuk jalan di depanmu.
''Kenapa muka luh kayak pakaian yang belum di setrika.''
Saya malas untuk menjawab saya menarik tangan nya ke mobil dan dia hanya mengikuti langkahku. Kebetulan hari sudah sore ibu sudah kabari jika dia sudah di rumah.
Sesampainya di rumah benar saja ibu sudah pulang. Ibu memintaku untuk berganti pakaian sebentar lagi katanya mau keacara ulang tahun temannya minta di temani sama aku.
''Nak pake baju couple sama ibu yah. Saya sudah sediakan di kamar.'' Ibu sambil berlalu masuk dalam kamarnya. Mungkin ibu juga akan siap siap. Hampir dua jam akhirnya kami sudah siap untuk jalan. Maklumlah kalau cewek make upnya sudah satu semester.
__ADS_1