CINTA DI PANDANGAN PERTAMA

CINTA DI PANDANGAN PERTAMA
BAB.38 PERNIKAHAN


__ADS_3

Dua bulan setelah lamaran akhirnya keduanya hari ini resmi jadi pasangan suami istri. Dan kali ini mereka bagaikan raja dan ratu walau hanya sehari. Banyak teman teman kuliah mereka yang hadir bahkan rekan rekan bisnis dari kedua belah pihak ikut hadir dalam memeriahkan acara mereka yang di gelar di sebuah hotel bintang lima di kota ini.


Anggun sangat cantik ikut mendampingi anak semata wayangnya. "Ya allah serasa baru kemarin melahirkan, anak ku sekarang sudah menikah dan menjadi seorang istri." Gumannya sambil menitikan air mata.


Begitu pula dengan Deno, tidak menyangka yang di besarkan menjadi seorang suami. "Ya allah semoga anak ku bahagia di jalanmu." Doanya dalam hati dengan mata yang berkaca kaca. Banyak yang mengucapkan doa untuk kebahagian untuk kedua mempelai.


"Sayang. Gak nyangka yah kita bisa menikah." Ucap Boy sambil menatap istrinya dengan intes. Yang di tatap hanya malu malu kucing.


"Sayang sebentar langsung umboxing ya." Bisik Boy di telinga Sahara. Wajah Sahara seperti udang rebus.


"Apaan sih. Bang acaranya belum selesai tau." Ucap Sahara sambil tersenyum malu.


Keduanya akhirnya masuk dalam kamar. Acara hari ini begitu melelahkan pagi jam tiga subuh sudah di make up dan akad jam sembilan pagi. Setelah akad ganti pakian untuk resepsi bahkan mereka sampai tiga kali ganti pakaian resepsi dengan tema yang berbeda beda.


Malam ini Cahaya merasakan badannya cape dan serasa tulang tulangnya mau copot karna hari ini tidak istrahat karna banyak nya tamu undangan akhirnya mereka berdiri sampai kaki pegal. Untung suaminya mengerti tak langsung minta jatahnya saat ini karna melihat istrinya kelelahan.


"Sayang bersih bersih dulu. Terus saya pijitin yah."  Sahara hanya mengangguk karna memang sekarang butuh di pijat. Sambil menunggu Sahara mandi Boy langsung menyiapkan sebuah kejutan.


Lima belas menit sudah Sahara keluar menggunakan baju mandi karna lupa membawa pakaian ganti." Abang mandi dulu ya. Kalau bosan nunggu kamu nonton saja." Sambil berlalu ke kamar mandi tampa menunggu jawaban dari istrinya.


Sahara berganti pakaian dengan cepat sambil menunggu suaminya Sahara menghidupkan televisi yang ada di kamar hotel itu. Kamar pengantin yang mereka gunakan saat ini tak ada hiasan bunga pada umumnya. Layaknya kamar biasa saja, karna permintaan keduanya.


Sahara mengeritkan dahi ketika melihat tampilan di layar. Bukan sebuah flim yang terpampang tapi foto foto mereka. Di bikin sebuah video perjalanan cinta mereka di kemas dalam sebuah DVD." Ini apaan sih, ini semua kan foto foto jadulku emang siapa yang foto. Anggap saja dia menonton flim yang bergambarkan dirinya dengan suaminya.


"Romantis juga suamiku." Gumannya sambil tersenyum sampai tak menyadari kehadiran suaminya. Boy memakai pakaiannya diam diam karna istrinya sibuk nonton.

__ADS_1


"Sayang." Boy duduk di samping istrinya membuat Sahara refleks berdiri dari tempatnya karna kaget. "Ihh. Ngagetin saja." Rajuknya sambil memukul dada suaminya.


Mereka terlibat dalam canda dan tawa sambil bernostalgia dengan masa lalu mereka di layar tv.


Tokk ... tokk ...


Ketukan pintu menyudahi canda mereka. Boy membuka pintu menampilkan pramusaji dua orang membawa makanan untuk mereka. Boy sengaja memesan makanan untuk ke kamarnya karna cape tidak ingin turun ke bawah untuk makan.


"Silakan pak bu." Ucap pramusaji sambil menata makanan diatas meja yang ada di kamar itu. Setelah dua orang pramusaji itu pergi mereka makan dengan lahap. Karna mungkin ke capean akhirnya mereka makan dengan terburu buru. Selesai makan mereka memanggil kembali cleaning servis untuk membersihkan kamar mereka sebelum tidur.


Lima belas menit menunggu semuanya sudah selesai dan mereka bersiap untuk istrahat. Tapi sebelumnya mereka olahraga malam dulu sebagai pengantin baru tentunya ada rasa malu malu karna belum pernah melakukannya.


Satu minggu sudah mereka menikah dan cuti mereka sudah selesai. Mereka tinggal di rumah sendiri dan hari ini mereka kembali bekerja seperti sediah kalah. Tugas seorang istri melayani keperluan suami karna yang bikin sarapan sudah ada bik Ira jadi hanya menyiapkan pakaian suaminya.


Selesai mereka merias diri akhirnya mereka pergi keruang makan untuk sarapan sebelum ke kantor. Sahara dengan cekatan melayani suaminya. Mereka makan berdua sambil membuat rencana mereka di masa yang akan datang.


Waktu bergulir begitu cepat, waktu sudah sore saja dan begitu pula dengan orang tua mereka ternyata sudah ada di rumah membuat kejutan untuk pengantin baru itu.  Sahara pulang bersama suaminya karna di jemput. "Abang kok di rumah ada mobil ayah ibu." Ucap Sahara memindai dua mobil mewah yang terparkir di garasi.


"Ya iya. Kok mereka gak bilang bilang sih, supaya kita cepat pulang." Ucap Boy sambil melangkah masuk dalam rumah mereka.


"Salamualaikum."


"Walaikum salam." Jawab serempak dari dua orang baru baya yang duduk di ruang keluarga.


"Ayah, ibu kok gak bilang bilang datang di sini." Ucap Boy.

__ADS_1


"Emang ibu gak boleh datang di sini." Rajuk Anggun yang membuat semua orang tertawa karna menurut mereka lucu.


"Boleh kok bu." Jawab Sahara sambil membujuk ibunya seperti membujuk anak bayi yang sedang ngambek karna tidak di kasih permen.


"Ulu ulu ibuku sayang jangan ngambek lagi nanti pergi naik odong odong."


Anggun yang merajuk seketika tertawa terbahak bahak gimana pula dirinya diajak naik odong odong.


Setelahnya sepasang pengantin baru itu menuju kamar mereka untuk mandi terlebih dahulu supaya berkumpul kembali bersama orang tua mereka yang sudah tak mudah lagi. Setelah mandi mereka bersiap makan malam bersama orang tua mereka. Ternyata di meja makan sudah terhidang aneka makanan.


"Ayah ibu. Banyak bangat makananya emang ada tamu." Belum selesai menjawab ayahnya sudah muncul dua orang dari kamar tamu.


"Hallo bestiku, adeku." Sapa Kaila dengan perut buncitnya ia keusahan untuk jalan. Karna kandungannya sudah memasuki delapan bulan.


Fandi suami siaga ternyata bukan hanya Fandi ternyata ada juga Bara di sana bersama sang ke kasih.


"Hai. Bro apa kabar ni." Sapa Bara.


"Alhamdulillah baik bro." Jawab Boy.


"Silakan duduk." Mereka makan dengan di selingi canda tawa. Mereka tampak akrab ibarat keluarga besar. Mereka sambil bercerita tentang usaha masing masing dan pengalaman masing masing.


Jadilah mereka serumpun keluarga pembisnis yang lagi naik daun kali ini. Bahkan Bara mengelola tambang batu bara yang ada di kalimantan timur. Begitu pula dengan pasangan masing masing tak kalah hebat mereka memiliki keberanian untuk bersaing di bidang kuliner.


Sahara di toko kue dan Kaila di restoran sementara Afifa di bagian perhotelan. Sehingga mereka bisa msngimbangi pasangan mereka.

__ADS_1


Kekeluargaan tercipta mana kala mampu saling menerima dan saling berbagi solusi. Pasangan mampu mengimbangi pasangannya merupakan pasangan ideal.


.... TAMAT ....


__ADS_2