CINTA DI PANDANGAN PERTAMA

CINTA DI PANDANGAN PERTAMA
BAB.23 TERJADI LAGI


__ADS_3

Sahara terbengong beberapa saat, ''ibu ngapain dalam kamarku.?'' Tanya Sahara yang sudah terkumpul nyawanya.


''Kamu mimpi apa sampai kamu nyaman dalam tidurmu.?'' Anggun kembali bertanya sama anak perempuannya. Dalam sekejab Sahara tersadar dari mimpinya. 


Dia mengingatnya kembali mimpi yang barusan seperti nyata. Seebnarnya ada apa sih saling menjauh tapi seering hadir dalam mimpi. Dan itu slalu terjadi lagi.


Sahara bangkit dan meluncur ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya sebelum sebelum ke kampus.


Bara setelah di tolak Sahara sudah mulai dengan dendam yang di pendamnya. Uang lima puluh juta di bayarkan sama teman temannya semua.  Karna dari perjanjian mereka jika tak berhasil menaklukan Sahara dia akan kalah dan akan membayar teman temanya lima puluh juta.


   Bara kadang kesal saat itu di permalukan sama teman temannya, Bara saat ini sedang asik menyusun rencana untuk menaklukan Sahara, tapi apa lah daya jika rencananya jika gagal lagi. ''Kamu ngapain di gerbang cari yang segar segar yok.'' Ajak si tengil.


''Duluan saja bro, saya lagi tak berminat.'' Bara menolak ajakan teman temannya, tak berselang lama ada mobil yang familiar masuk kelingkungan kampus. Siapa lagi kalau bukan Sahara, banyak yang dekati tapi tak di gubris olehnya.


  Sahara masuk kelasnya tapi Bara mengikutinya sejak tadi, dia akan minta kepastian.


''Ra tunggu ra, saya minta maaf yah soal yang kemarin, jangan marah yah.'' Bara sambil memegang bahu Sahara.


Sahara hanya menatap mata lawan bicaranya. ''Saya sudah maafkan kamu tapi jangan ulangi lagi.'' Sambil melepas tangan yang berada di bahunya. Dia berlalu masuk kekelasnya. Malas untuk menggubris hal yang tak penting menurutnya.


Tapi bukan Bara jika ia menyerah begitu saja, dia menarik tangan Sahara, dia daalam keadaan tak siap hampir terjungkal ke belakang beruntung ada tangan bara yang menopang tubuhnya agar tak terjatuh.


Dalam sekejab mereka saling tatapan dan tak ada yang menyadari jika mereka di potret seseorang. ''Ekhmmm''


''Kalau mau pacaran liat tempat dan waktu.'' Tiara yaang menyadarkan mereka, sejujurnya Tiara sudah sejak lama menyimpan rasa sama Bara tapi dia tak ada keberanian untuk mendekati nya. Dia masuk dalam kelas dengan perasaan yang campur aduk.


Sahara buru buru melepaskan diri dari Bara. Dia langsung masuk dalam kelasnya tampa menghiraukan panggilan Bara.


''Udah pacarannya.'' Sindir Tiara

__ADS_1


Sahara hanya tersenyum membuat Tiara yakin jika mereka sudah jadian ''munafik kamu Sahara, kamu bilang tak suka malah sekarang sudah jadian. Memang yah hati manusia itu berubah ubah.'' Batin Tiara karna tak mungkin dia berucap terang terangan takut menyakiti hati sahabatnya.


  Sementara Boy tak fokus mengikuti mata pelajaran hari ini. Dia selalu memikirkan perasaan Sahara tapi diagengsi untuk minta maaf duluan. Ada wanita yang duduk di sampingnya tapi itu hanya sekedar formalita saja agar tak di kira masih jomblo. Apa kata teman temannya ketua geng menjadi seorang jomblo.


Tapi hatinya masih mengudara untuk menggapai itu seakan dia tak punya nyawa lagi. ''Yank nanti kita ke mall yah temani saya shoping.''


''Kayaknya gak bisa saya ada janji sama yang lain.'' Tolak Boy secara halus karna dia sebenarnya malas meneai wanita kalau pergi belanja. Selain menyita waktu menguras tenaga. Kalau wanita surganya ke mall apa lagi di temani gebetan.


''Masa sih gak bisa yank, saya mau padaahal ke mall di temani sama kamu.'' Shidy sambil mengerucutkan bibirnya.


''Maaf yah tapi saya taak bisa karna sudah terlanjur janji.'' Padahal dia taak ada janji sama siapa pun. Hanya menghindar karna memang hanya sekedar untuk pelampiasan saja bukan untuk di seriusin karna memang hatinya bukaan untuk Shidy. Ada sosok wanita yaang tak ada yang pernah menggantikannya.  Sejauh ini belum ada sosok seperti dirinya yang mmbuatnya jatuh cinta dalam sekejab.


Dia mengingat di awal pertama kali melihatnya wanitta itu seolah gugup sampai ia lupa membayar es creamnya. Di panggil tapi tak juga menoleh tak di sangka ketemu di jalan saat dia butuh pertolongan dan berakhir di perkenalan.


Wajah polosnya yang membuat pria banyak yang naksir tapi tak semudah itu untuk meluluhkan hatinya. Padahal Boy terkenal buaya darat api kenapa malah tak bisa berkutik di saat bersamnya.


Boy jalan tak tentu arah, hampir saja dia menabrak seseorang beruntung. ''Bro kalau jalan jangan melamun.'' Teriak salah satu pengguna jalan.


Sejauh mana menepis rasa tapi tak. Kunjung pergi.


Sahara.....!


Dia berteriak keras di jalan sepih untuk mengusir sesak yang berselubung di dadanya. Dia menarik rambutnya sendiri dan meraung raung di jalan.


Dia telah menyesali semua andaikan dia tak. Pernah bertemu dengan nya mungkin tak akan segila ini dia tak bisa menghalau perasaanya baik baik saja.


Aarrrrggghhh


Seperti apa pun untuk menghapus nama yang sudah tersemat di palung hati tapi nama itu makin melekat seola tak mau pergi. Sampai ia menyerah dia merindukan sosok. Itu tapi telah membuatnya kecewa...

__ADS_1


''Maafkan aku Sahara, aku sadar saat ini kumencintaimu.'' Guman Boy sambil meremas dadanya. Boy lamat lamat mendengar langkah kaki mendekat kearahnya.


Dia tidak siapa yang mendekat karna saat ini dia memeluk lututnya sendiri.


Pria asing itu sudah sejajar di depannya ''kamu kenapa di sni sejak tadi saya perhatikan tapi kamu tak menyadariku.''


Boy mendongak siapa gerangan yang mengajaknya bicara. Dia sengaja pilih tempat yang sepih agar tak ada yang melihatnya tapi nyatanya dia salah.


''Siapa anda.?'' Tanya boy balik bertanya tampa berniat menjawab pertanyaan orang yang bersama nya kini.


Orang itu mengangkat tubuh nya agar dia bangkit dan berpindah ketempat yang lebih teduh. Meeka duduk diatas tanah yang beralas daunan yang di petik di tepih jalan.


Mereka berkenalan dan ternyata nama pria itu bernama Aswani. Pria yang badannya semampai dan pahatan wajah yang tegas menambah kesan berwibawa.


''Dari ceritamu saya suda tau bahwa kamu menyimpan dendam, kita sama bro saya juga anak yang di tinggal ibu demi laki laki lain, saya kekurangan kasih sayang seorang ibu bahkan saya memutuskan tak akan menikah dengan wanita saking dendamnya saya.. tapi itu semua....''


Aswani menggantung kalimatnya.


''Tapi semua apa bang...?''


Tanya Boy saking penasarannya.


''Tapi itu semua saya berhasilmenyakiti semua wanita yang ku dekati dan saya....''


Lagi lagi Aswani menggantung kalimatnya sambil menunduk dan meneteskan air mata. Boy melihat air mata yang jatuh membuatnya makin penasaran dan membiarkan lawan bicaranya untuk tenang mungkin ada kesakitan yang dirasakan penyesaan atau apa.


''Saya menyakiti seorang wanita dan kamu tau dia sangat mencintaiku bahkan saya tak membalas perasaan nya, tapi jauh d lubuk hatiku yang paling dalam saya sangat mencintainya tapi saya menepis rasa itu.


Dan saat ini dia semakin menjauh dan sulit untuk kuraih, bahkan bertemu pun dia malah mengabaikanku seola aku orang yang paling jahat baginya.''

__ADS_1


   


__ADS_2