
"Nara, Apa kalian sudah makan?." Tanya Pak Darma lagi.
"Belum Pak." balas nara.
"ya sudah, Ayo duduk lah kalian berdua, makan bersama Disini." Ajak Pak Darma.
Ajakan itu tentu saja tidak langsung di iyakan oleh Nara dan Nining, kedua wanita itu melihat ke arah Bu Adel yang menatap mereka dengan kedua mata Besar tajam, seolah mengisyaratkan kedua nya untuk menolakan ajakan Pak Darma.
Pak Darma yang melihat Nara dan Nining melihat ke arah Bu Adel pun lalu ikut melihat ke arah Bu Adel, Namun secepat Kilat Bu Adel sudah merubah Ekspresi nya menjadi senyuman lembut.
"Iya, ayo duduk dan makan, kenapa hanya melihat saja."Balas Bu Adel. Pak Darma tersenyum mengangguk, Tidak pernah mengira wanita di samping nya itu sedang memainkan drama.
"Tidak usah Pak terima kasih, Nanti kami makan di belakang saja, Di belakang lebih enak makan nya."Ucap Nining menolak dengan sopan ajakan Pak Darma.
Pak Darma menganggukan kepala nya mengerti. "Ya sudah, pergi lah makan, jangan menunggu kami selesai.." Suruh pak Darma.
"Oh iya Nara, Nanti kamu selesai makan, cari saya di ruangan kerja saya ya, Nanti kita akan keluar membeli pakaian untuk kamu, tidak mungkin kamu pakai baju Nining terus."Ucap Pak Darma.
__ADS_1
"Baik pak." Balas Nara.
Pak Darma melanjutkan makan pagi nya setelah Nara dan Pak Darma berlalu pergi.
"Nyebelin banget kan Bu Adel, Pandai sekali bermuka 2, jadi kayak bunglon pandai berubah rubah."Ucap Nining kesal karena mengingat Bu Adel yang pandai bermuka dua.
Nara tersenyum melihat Nining yang tampak kesal pada Bu Adel. "Kamu kayak nya gak suka banget ya sama Bu Adel, kesal sampai segitu nya."Ucap Nara sembari kedua nya duduk makan di halaman.
"Banget Ra, Dia tu penyebab orang orang yang kerja disini tu ganti-ganti, kalau bukan karena Di kampung Keluarga ku susah, Aku mungkin sudah pergi juga Ra."Balas Nining.
Nara pun mendengar ucapan itu, Ia pun menjadi rindu dengan Bu Ratna, rindu dengan kampung tempat ia tumbuh besar.
Di ruangan kerja Pak Darma.
Bu Adel masuk menghampiri Pak Darma yang tampak sedang menatap layar monitor nya.
"Mas."
__ADS_1
"Adel, Ada apa?." Tanya nya, namun masih tidak mengalihkan pandangan nya dari layar monitor laptop nya, hanya sekilas saja ia mengalihkan pandangan nya untuk melihat siapa yang datang masuk ke ruangan nya.
"Mas, Aku rasa Mas Darma terlalu memanjakan Gadis itu, dia kan masih baru, Tapi Mas Darma sangat peduli pada nya, Nanti dia Jadi besar kepala."Ucap Adel sembari perlahan berjalan ke arah pria itu. memegangi kedua bahu laki-laki itu.
"Tidak lah, Perasaan kamu saja, Aku memperlakukan mereka semua sama, Mereka juga manusia, Kita juga harus baik pada mereka, agar mereka betah bekerja dengan kita."Balas Pak Darma.
"Aku juga tidak mengerti kenapa Pekerja disini ganti ganti terus, Menurut kamu kenapa Adel?." Tanya Pak Darma, kini ia mengalihkan pandangan nya menatap Bu Adel.
Bu Adel mendengar hal itu pun jadi salah tingkah, Karena Ia lah penyebab semua pelayan tidak ada yang betah kerja dengan nya, Karena 1 hari sebelum mereka berhenti Bu Adel pasti ada memarahi mereka, hingga membuat mereka pergi.
"Mungkin mereka tidak cocok saja, atau mereka sudah banyak duit nya Mas."Balas bu Adel tidak menemukan jawaban yang pas untuk menghindari.
"Mas, Kapan Randi kembali?."Tanya Bu Adel, Mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Dalam beberapa hari."
"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan nya, Sudah lumayan lama dia berada di luar negri ya Mas."Ucap Bu Adel.
__ADS_1
"Iya, Sudah waktu nya dia juga belajar di perusahan ku, Karena aku sangat membutuhkan nya."Balas Pak Darma. Bu Adel menganggukan kepala nya mengiyakan.