
Pagi itu.
Randi agak kecewa karena Lydia tidak mau di ajak minta maaf pada Nara, Randi tidak ingin menciptakan suasana yang tidak nyaman antara ia da kekasih nya. Ia lebih memilih untuk pergi meminta maaf Pada Nara langsung, Untuk mewakili Lydia.
Saat Randi sampai di tempat kerja Nara, Mata nya melihat sekitaran mencari sosok wanita yang menjadi tujuan nya datang, Namun ia tidak menemukan sosok wanita yang ia cari. hingga Arka melihat nya dan berjalan menghampiri Randi yang tampak sedang mihat sekitaran mencari sosok Nara.
"Untuk apa kau disini?." Tanya Arka dengan suara macho tegas nya.
"Aku mencari Nara." Balas Randi. menuturkan niat nya.
"Apa tidak cukup, Pacar mu datang menghina Nara dan Menyakiti nya. lalu kau datang untuk menimbulkan luka baru untuk nya?." Tanya Arka. Ia menahan diri nya untuk membalas nya dengan nada tinggi. Suara yang keluar datar karena ia menahan nya.
"Menyakiti?."
"Aku datang untuk meminta maaf pada nya, boleh aku bertemu dengan nya??" Tanya Randi.
__ADS_1
Arka menatap Randi, Ia menghela nafas dan berkata. "Tidak bisa, dia sedang istirahat."Balas Arka. Ia tidak ingin Nara bertemu dengan Randi, laki laki yang sudah membuat Nara dalam masalah saat ini.
Di tengah pembicaraan kedua laki laki itu, Nara tiba tiba keluar dari ruangan nya, Karena ia merasa ingin kembali bekerja, Ia meras sangat bosan terus baring sejak kemarin. ia merasa tubuh nya sudah lebih baik.
Namun saat baru saja menginjakan kaki nya di tempat itu, Ia melihat Randi, Randi pun begitu hal nya, ia segera menghampiri Nara saat melihat wanita itu ada. Arka yang melihat menghela nafas berat karena kesal pada Randi.
"Nara."
"Mas Randi, sedang apa disini?." Tanya Nara.
Sontak pertanyaan Randi membuat Nara reflek menyentuh Pipi nya yang masih merah dan kebas. Randi Melihat Nara memegangi pipi nya. ia pun baru mengfokuskan mata nya pada Pipi Nara yang tampak merah.
"Kenapa pipi mu?." Tanya Randi.
"Itu karena ulah Kekasih mu itu, Terlihat cantik saja, tapi sangat ringan tangan, dan mulut nya begitu lincah menghina orang."Kata Arka.
__ADS_1
Randi mendengar antara Percaya dan Tidak Lydia bisa melakukan hal itu.
"Benar itu Lydia?." Tanya nya pada Nara untuk mengkonfirmasi ucapan Arka.
Nara mengangguk pelan dan perlahan. Randi menghela nafas sesak saat Nara mengiyakan.
"Maafkan Lydia Nara, Aku tidak menyangka ia akan melakukan hal ini pada mu, Aku akan meminta nya untuk meminta maaf pada mu."Ucap Randi.
"Gak usah Mas, Saya juga sudah tidak apa apa, Saya tidak mau nanti Mbak Lydia semakin marah sama saya."Ucap Nara.
Randi hanya diam saja. "Aku pergi dulu ya."Ucap Randi. Laki laki itu berlalu keluar dari sana dan masuk ke dalam mobil lalu menjalankannya.
"Mas, Bagaimana ini?." Tanya Nara pada Arka. Ia cemas Nanti akan menciptakan kekacauan lagi saat Lydia datang di paksa minta maaf oleh Randi.
"Biarkan saja, Wanita itu seharusnya meminta maaf pada mu, Aku ingin liat sampai dimana kekuatan nya meminta wanita itu untuk datang kesini meminta maaf pada mu."Ucap Arka.
__ADS_1
Mendengar Arka setuju Randi mengajak Lydia datang, Nara pun hanya bisa diam dan berharap tidak ada sesuatu terjadi saat Lydia datang kesini.