Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
38 - Randi Datang


__ADS_3

Di rumah Bella.


Bella yang sedang membersihkan kuku nya mendapatkan Telefon dari Bu Ratna.


"Iya Hallo Bu."


"Eh Bella, Aku yakin pasti kamu kan yang menyembunyikan Nara itu, Awas aja ya kalau ketahuan kamu yang nyembunyiin Nara." Rara lansung menuduh Bella saat ia memiliki kesempatan menghubungi Bella dengan ponsel Ibu nya.


"Dasar kamu Rara, dari dulu ga pernah berubah, kalau ibu kamu tahu, Pasti kamu akan di hukum lagi."Ucap Bella menggelengkan kepala nya.


"Terserah aku."Rara lansung mematikan sambungan telefon setelah nya. Bella pun menggelengkan kepala nya mendengar suara Rara yang menghubungi nya hanya untuk menggertak nya.


•••


Sementara di tempat lain.


Setelah beberapa saat Bersantai dengan Bu Asna. Nara pun pamit bersama Arka untuk kembali ke Restoran.


"Aku tidak menyangka ternyata yang menolong Mama ku adalah Kamu Nara, Terima kasih ya, saya berutang Budi pada mu."Ucap Arka.


"Sama sama Mas, Saya juga berterima kasih Karena Mas Arka sudah baik sama saya, Mungkin ini cara Tuhan mempertemukan kita."Balas Nara.

__ADS_1


Arka tersenyum dan mengiyakan.


Saat sampai di restoran. Nara turun dari mobil dan melihat Randi duduk menunggu nya, entah sudah berapa gelas yang ia minum terlihat pada gelas gelas yang terletak di atas meja.


Nara segera menghampiri Randi saat ia melihat itu adalah mantan majikan nya.


"Mas Randi, sedang apa disini?." Tanya Nara agak takut takut.


Arka pun melihat, walau ia tidak tahu siapa Randi, Tapi ia bisa melihat wajah Cemas Nara pada saat itu. Arka segera berdiri di samping Nara.


Randi melihat Arka. "Aku ingin bicara dengan mu."Ucap Randi.


Nara mengangkat wajah nya dan melihat ke arah Arka yang berdiri di samping nya.


"Dia Bos saya dulu Mas, Boleh ya Mas Saya izin bicara sebentar?." Ucap Nara.


Arka mengangguk. "Oke, Aku masuk dulu ya."Balas Arka lalu berjalan masuk ke dalam.


Nara lalu duduk di kursi berhadapan dengan Randi saat itu. Randi menatap Nara, sementara Nara merasa gugup karena di tatap seperti itu.


"Mas Randi mau bicara apa?." Tanya Nara saat kedua nya terdiam beberapa saat.

__ADS_1


Randi pun seolah terbangun dari lamunan nya, Ia segera memalingkan wajah nya lalu kembali melihat Nara.


"Aku minta maaf karena sudah memarahi mu dan menuduh mu sebagai pencuri Gelang." Ucap Randi. Mendengar hal itu. Nara agak terkejut.


Kenapa tiba tiba Randi datang meminta maaf untuk hal yang pernah sebelum nya tertuduh pada nya.


"Ternyata semua itu ulah Tante Adel, dia sengaja menjebak kamu agar kamu tidak lagi bekerja di rumah kami." Tutur Randi.


Mendengar hal itu, Nara pun mengerti, namun sekaligus Lega, Karena Cap pencuri itu lepas dari nya.


"Tidak apa apa Mas Randi, saya sudah menerima nya, dan saya sudah memaafkan."Balas Nara.


"Apa kamu mau kembali bekerja di rumah kami?." Tanya Randi.


Pertanyaan yang teramat berat bagi Nara, Nara menoleh ke dalam dan tampak Arka sedang mengerjakan sesuatu sembari melihat ke arah Nara dan Randi yang berbicara.


"Maaf Mas, Tapi saya baru bekerja beberapa hari Disini dan Mas Arka sangat baik pada saya, saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya begitu saja."Balas Nara.


Randi mengangguk dan mengerti. "aku datang karena Kemauan Papa, Untuk memastikan kamu masih mau bekerja atau tidak, tapi keputusan kamu tidak, Tapi jika kamu ingin kembali bekerja, Kamu bisa datang ke rumah."Ujar Randi.


Nara tersenyum dan mengangguk. "Iya Mas."

__ADS_1


Randi melihat Nara, sebelum akhir nya ia bangkit berdiri dan pamit pulang.


__ADS_2