
Nara duduk di kamar sejenak sembari beristirahat, Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, Ia pun hanya istirahat sembari menunggu esok hari tiba, dimana ia akan segera mulai bekerja.
Nara memikirkan Bella.
"Bagaimana dengan kak Bella?, semoga aja Kakak Bella tidak mengkhawatirkan ku."Batin nya. ia tidak bisa tidur sejak ia masuk ke kamar, karena mengingat Bella yang pasti sudah menunggu nya.
Jika Nara ingin pulang, ia Bisa saja meminta pada Pak Darma mengantarkan nya pulang ke kampung nya, Namun Nara memilih untuk bekerja dengan Pak Darma, Selain Pak Darma tampak baik, Ia juga sudah menyelamatkan diri nya beberapa kali. Nara juga ingin balas Budi, dan juga ingin kembali pada tujuan nya, untuk bekerja di kota.
Kini ia sudah bekerja di kota meski bukan bersama Bella. tapi ini lah tujuan nya. mengubah nasib nya bekerja di kota.
Ia tidak lagi ingin di tindas oleh Rara, Walau disini ia tidak tahu seperti apa hidup nya, Paling tidak ia memiliki tekad untuk memulai pengalaman awal dalam hidup nya. meski hanya bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga.
•••
Di tempat lain, Tentu saja Bella khawatir dengan Nara, apa lagi setelah ponsel Nara tidak bisa di hubungi, Ia sendiri pun sudah mendapatkan kabar kalau Nara melarikan diri panti asuhan. itu arti nya Nara sudah berada di luar. Namun Bella tidak berani mengatakan kalau ia yang membawa Nara keluar dari panti, ia hanya bisa mengatakan kalau Ia tidak tahu apa apa.
"Nara, kamu harus menghubungi ku, Aku takut kalau kamu kenapa-kenapa, Aku yang paling bersalah kalau sesuatu terjadi pada mu."Batin Bella.
__ADS_1
•••
Saat malam Tiba.
Nara yang berjalan keluar dari kamar, untuk Membantu Nining untuk menyiapkan makan malam.
"Nara, kamu kenapa disini, Kamu istirahat saja, Nanti kalau makanan siap, Aku ajak kamu makan."Ucap Nining.
Nara tersenyum menatap Nining, Ia merasakan kehangatan dan baik nya Nining pada nya yang padahal orang baru.
"Gak apa-apa, Aku juga bosan di kamar terus."Balas Nara. sembari mencuci piring yang tampak menumpuk.
Kedua wanita itu pun tampak Akrab di dapur, Bu Adel yang lewat menatap Sinis karena mereka begitu cepat Akrab.
"Nara, Kamu ngapain disini, Kamu kerjakan masih besok?." Tanya Bu Adel Agak Ketus.
"Maaf Buk, Saya cuman ingin membantu saja."Balas Nara.
__ADS_1
"Halah, Bilang aja kamu lapar." Nara tertunduk, Nining pun menatap Nara penuh kasihan.
"Ada apa Ini?." Tanya Darma datang menghampiri.
"Eh, Mas Darma Sudah bangun." Mulut ketus yang tadi terdengar di telinga Nara dan yang lain, tiba tiba saja berubah menjadi suara yang sangat lembut. saat di perhadapkan dengan Pak Darma.
Pak Darma melihat Nara yang sudah Menganti pakaian dengan pakaian Baru, Ia tersenyum tipis.
"Nara, kamu sudah ganti pakaian?."
"Iya Pak, pinjam punya Nining." Balas Nara dengan sopan.
"Bagus lah, Besok pagi kamu ikut saya keluar ya, saya akan belikan pakaian baru untuk kamu." Mendengar hal Itu Bu Adel menatap sinis Nara. Sementara Nara hanya bisa mengangguk, karena diri nya memang tidak punya pakaian.
Pak Darma duduk di ruang keluarga sembari memainkan ponsel nya. Bu Adel datang menghampiri nya.
"Mas, Kenapa mas Darma baik banget sih sama pembantu itu, Kita jadi majikan jangan terlalu Humble dong Mas, nanti mereka jadi seenaknya."Ucap Bu Adel dengan lembut, meski sebenarnya hati nya ingin meledak karena kesal.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Dia kan tidak punya pakaian, pakaian habis di curi orang, nanti bisa di potong dari gaji nya."Balas Pak Darma santai, sembari menyeruput kopi yang di bawa Bu Adel untuk nya.
Di perhadapkan dengan Laki-laki macam pak Darma yang selalu baik hati nya, Bu Adel hanya bisa Tersenyum dan patuh.