
Nara duduk di taman belakang, Melihat Burung burung yang terbang di belakang. Hati nya sedih karena ia merasa ia selalu memunculkan masalah.
Ia terus membuat orang di sekitarnya membenci nya. Mungkin sebentar lagi Pak Darma pun akan membenci nya.
Nining datang untuk menghibur Nara, Intahu Nara sedang memikirkan soal pakaian.
"Udah, Jangan di pikirkan, Mas Randi juga tidak mengatakan apa pun, dia juga pasti yakin kamu tidak melakukan kesalahan."Ucap Nining sembari duduk di samping Nara. Nara tersenyum.
"Aku cuman heran saja, Padahal aku hanya mencuci beberapa pakaian, Bagaimana bisa Luntur mengenai nya. meski aku mengantuk kemarin, Aku juga tidak akan melakukan kesalahan seperti ini."Ucap Nara.
"Aku juga pikir nya begitu Ra, bukan mau menuduh ya, tapi aku rasa ini perbuatan Bu Adel."Ucap Nining.
"Kenapa dia melakukan itu pada ku?, Apa sebenci itu dia pada ku?." Mata Nara menatap ke depan, kedua mata nya berkaca kaca karena sedih memikirkan nya.
Nining pun mencoba menenangnya, Ia sendiri tidak mengerti kenapa Bu Adel melakukan semua ini.
Sebenarnya Nining tahu kalau yang mengotori pakaian Randi adalah Bu Adel, Ia tidak sengaja memergoki bu Adel yang tengah melakukan itu, Karena aksi nya terpergok, Bu Adel pun mengancam Nining, Jika Nining memberitahu siapa pun, Ia akan menerima Sanksi, dan Bu Adel akan memiliki banyak cara untuk membuat Diri nya di pecat.
__ADS_1
Itu sebab nya, Nining memiliki diam, Walau sebenarnya ia kasihan Pada Nara.
•••
Pagi itu.
Nara di tugaskan untuk membeli Sayuran di pasar, Nara yang sudah lumayan sering ke pasar bersama Nining pun kini sudah hapal jalan jalan mana yang harus ia lalui.
Di tengah ke Kalutan nya membawa barang barang yang ia beli, saat Nara akan akan naik bus, Ia melihat seorang Ibu ibu tampak duduk lemas seperti menahan sakit di tubuh nya.
"Ibu kenapa?." tanya Nara dengan hati hati.
"Tubuh saya tidak enak, Kepala saya terasa pusing."Balas nya.
"Ibu tunggu sebentar disini, saya akan belikan minum."Nara segera berlari ke sebuah Market kecil di depan sana, ia membelikan minuman kepada Ibu ibu itu.
Saat kembali, ibu ibu itu. masih terlihat lemas, muka nya pucat menjelaskan kalau ia sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1
"Ibu mau kemana?." Tanya Nara.
"Saya Mau pulang nak."Balas nya.
"Saya pesankan taxi ya Bu?." Ujar Nara.
wanita itu mengangguk pelan. Taxi pun berhenti saat Tangan Nara melambai, Nara segera membawanya ke dalam taxi. Namun saat aka Masuk mobil, Ibu Ibu itu pingsan, Nara pun panik dan segera meminta orang untuk menolong nya. karena ia tidak mampu membawa ibu ibu itu masuk ke dalam mobil.
di masukan ke dalam Mobil, Nara pun ikut masuk ke dalam dan membawa nya ke rumah sakit.
Nara duduk dengan khawatir di samping ibu ibu yang baring kan kepala nya di Pangku nya.
"Ibu harus kuat, Kita ke rumah sakit."Ucap Nara pada Ibu ibu itu yang masih membuka Mata.
"Nak, Ponsel saya kehabisan Baterai, tolong hubungi anak saya Nanti."Ucap Ibu itu. namun setelah mengatakan nya dan memberikan ponsel nya pada Nara, wanita paru baya itu pingsan.
Nara pun semakin tidak tenang, ia segera meminta Taxi itu untuk melaju dengan cepat.
__ADS_1