Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
39 - Kejadian Cafe


__ADS_3

Arka menghampiri Nara saat Randi pergi dan menanyakan untuk apa Laki laki itu datang menemuinya.


"Minta kamu balik kerja lagi ya?." Tanya Arka.


Nara sontak menoleh dan terheran. "Kenapa Mas Arka bisa tahu?." tanya Nara dengan wajah yang penuh tanya.


"Keliatan dari muka kamu."Balas Arka dan tersenyum. meski masih tidak mengerti, dan terasa lama sekali Otak nya bekerja dan berfikir, Nara pun ikut tersenyum agak tertawa kecil sembari memegangi wajah nya dengan kedua tangan nya.


Sementara Randi kembali ke rumah dan memberitahu kan pada Ayah nya tentang keputusan Nara.


"Yang penting kamu sudah minta maaf, Tunggu badan Papa agak enak, Papa juga akan menemui dia."Balas Pak Darma.


Hari hari Nara di lalui dengan sangat menyenangkan bersama teman teman di tempat kerja nya yang mulai akrab. Begitu pun Arka yang selalu baik dan seperti melindungi nya, membuat Nara merasa nyaman.


•••


Malam itu.


Nara Sedang melayani pelanggan seperti biasa nya, Beberapa orang wanita datang masuk ke dalam duduk.


Nara pun segera menghampiri untuk mengatakan Menu untuk mereka lihat. Namun tampak sengaja kaki Nara menginjak Kaki seorang wanita yang membuat Wanita itu lekas mendorong Nara dengan kesal.

__ADS_1


"Hei, pakai Mata Dong, kamu kira ga sakit, main injak injak aja kaki aku, Lihat tuh jadi kotor kan sepatu ku."Ucap Wanita itu agak kasar, hingga membuat beberapa mata tertuju pada mereka.


"Eh Maaf Mbak, saya tidak sengaja."Balas Nara sembari mengfokuskan Pandangan pada lawan bicara nya, Namun ia sangat terkejut saat wanita itu melihat adalah Lydia.


"Mbak Lydia."


Mendengar nama nya di sebut, Lydia mengerutkan kening nya sembari mencoba mengingat siapa Nara, Hingga ia pun teringat kalau Nara adalah Wanita yang bekerja di rumah kekasih nya.


"Oh kamu, Si pencuri itu." Ucap Lydia.


Kata Pencuri yang amat menghina Nara membuat Nara hanya bisa tertunduk menahan malu.


"Iya, Dia itu mencuri di rumah Pacar aku, gila ya, Ternyata kerja disini, masih ada ya yang mau Nerima dia kerja disini." jawab Lydia dengan tatapan Jijik pada Nara.


"Gak tahu malu, Maling."ucap Nya


"Mbak, Saya bukan pencuri, itu hanya ke salah pahaman saja." jawab Nara. Namun Nada bicara Nara yang agak tinggi karena merasa di tuduh dan di permalukan membuat Lydia tidak senang.


Plak


Satu tamparan yang sangat keras hingga membuat Pipi Nara memerah, dan membuat wanita itu merasa akan pingsan pada saat itu.

__ADS_1


"Berani berani nya kamu teriakin aku."Ucap lydia kesal.


"Cepat bersihin sepatu aku."Ucap Lydia. Mendengar keributan, teman satu kerjaan Nara datang menghampiri untuk melerai dan meminta maaf juga pada Lydia, Namun Lydia kekeh hanya ingin Nara membersihkan sepatu nya dengan tissue.


Dengan air mata yang menetes dan pipi yang terasa Kebas, Nara berjongkok di hadapan Lydia, dan mengunakan tissue untuk menyeka debu yang sebenarnya ia rasa tidak ada menempel pada Kaki Lydia. Lydia senyum penuh kemenangan.


Arka yang datang dan masuk ke cafe melihat pemandangan itu, segera ia menarik Nara bangkit.


"Ada apa ini?."


"Oh kamu bos nya?, kasih tahu sama Anak buah mu ini, kerja yang benar."Ucap Lydia.


"Kamu gak apa apa Nara?." Arka lebih mementingkan keadaan Nara ketimbang mengetahui apa masalah nya.


Merasa di acuhkan. Lydia pun mengajak teman teman nya pergi Untuk pindah tempat Lain.


"Maling."Satu kata masih di lontarkan Lydia pada Nara saat melewati mereka.


Mendengar hal itu, Arka agak terkejut. ia ingin menarik kembali Lydia. namun Nara segera menahan.


"Tidak apa apa mas."Ucap Nara. di tahan Oleh Nara, Arka pun membiarkan nya pergi, walau hati nya tidak terima.

__ADS_1


__ADS_2