Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
45 - Lydia Cemburu


__ADS_3

setelah hari sudah semakin larut. Randi membawa Nara kembali ke rumah, saat sampai di halaman Rumah, Randi dan Nara pun turun dari mobil. tanpa Mereka sadari, Lydia dari seberang jalan melihat kedekatan mereka dan ia merasa sangat cemburu.


"Sial..., hanya karena wanita kampung, kau mengabaikan ku Ran, seharian bahkan kau tidak menghubungi ku."Batin Lydia.


•••


Nara memasuki rumah, Nining yang melihat segera menghampiri dan Memeluk Nara dengan erat, Nara pun sangat senang dan membalas pelukan teman kerja yang sudah baik pada nya selama ini.


"Nara, Aku merindukan mu, kamu baik baik aja kan?."Ucap Nining.


"Aku baik Ning, Aku juga merindukan mu, Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi."Balas Nara.


Randi dan Pak Broto tersenyum melihat kedua nya yang begitu antusias saat bertemu.


"Sudah sudah, ayo kita makan dulu sama sama. ini sudah malam."Ajak Pak Broto.


Nining pun menarik Nara ke meja makan, Ke empat orang itu duduk bersama makan seperti keluarga. kehangatan di meja makan pun tercipta membuat meja makan yang Biasa sunyi menjadi berbeda.


Setelah selesai Pak Broto dan Randi mengobrol bersama, Sementara Nining mengajak Nara untuk mengobrol di kamar.

__ADS_1


"Nara, Aku minta maaf ya, waktu itu aku gak bisa nolongin kamu, Kalau aku lebih awal Ngomong kalau Bu Adel yang melakukan ini semua, mungkin Kamu gak akan di pecat."Ucap Nining merasa sangat menyesal. Ia menghela nafas berat karena akhir nya ia bisa menyampaikan permintaan maaf pada Nara.


"Tidak apa apa, Aku sangat senang karena kamu berani Ning, dan kesalah pahaman yang terjadi pun bisa membuat hubungan ku dengan pak Darma dan Mas Randi membaik. terima kasih banyak." Balas Nara.


Kedua nya pun saling berpelukan. hingga terbuka nya pintu membuat kedua nya melepaskan pelukan nya.


"Nara, Ayo!, Aku akan mengantar kamu pulang, takut kalau kemalaman Arka akan marah."Ajak Randi.


"Iya Mas." Jawab Nara. Randi pun keluar lebih dulu.


"Aku pulang dulu Ya Ning, kapan kapan kita ketemu lagi ya."Ucap Nara berpamitan.


Nining teringat sesuatu, ia lansung mengambil dan mengeluarkan sejumlah uang .


Nara melihat dan menolak. "Aku memberikan nya pada mu Ning, Jangan kembalikan pada ku, Aku ikhlas memberikan nya pada mu."Ucap Nara.


"Iya, aku tahu Nara, Tapi aku tidak bisa menerima nya, Lagi pula setelah Pak Darma mendengar kamu memberikan ku uang ini, Pak Darma Mengantikan itu semua, dia membantu biaya pengobatan orang tua ku. terima kasih Nara, tolong di ambil."Ucap Nining.


Nara tersenyum senang karena Pak Darma membantu wanita yang sudah ia anggap seperti sahabat Nya.

__ADS_1


"Tapi ini untuk mu saja Ning."


"Aku akan sedih kalau kamu tidak mau menerima nya."Kata Nining.


"Baik lah Kalau gitu, Terima kasih Ning."


Kedua pun kembali saling berpelukan sebelum Nara berjalan keluar.


Nara pun masuk ke dalam mobil setelah berpamitan juga dengan pak Darma. Randi menjalankan mobil nya, Namun tiba tiba Randi menepikan mobil nya di tepi jalan.


Ia menoleh ke arah Nara, Nara pun jadi bingung karena Randi melihat nya, Namun setelah nya, ia di buat salah tingkah saat Randi mendekatkan tubuh nya miring ke arah nya.


"Ada apa Mas?." Tiba tiba jantung nya rasa nya berdebar sangat kencang. hingga Nara sangat takut laki laki itu mendengar detakan jantung nya.


Randi menarik Sabuk pengaman lalu mengenakan nya pada Nara, membuat wajah kedua nya berjarak begitu dekat. Randi melihat wanita itu sementara Nara memalingkan wajah nya karena terlalu gugup.


Randi tersenyum dan memakai kan sabuk pengaman itu pada Nara.


"Sejak tadi aku lihat kamu tidak memakai nya." ucap Randi lalu kembali menjalankan mobil nya.

__ADS_1


Nara menyengir. "Saya tidak pernah naik mobil seperti ini mas, jadi tidak tahu harus mengunakan ini." jawab Nara.


Nara menghela nafas perlahan untuk menghilangkan kegugupan nya.


__ADS_2