
Melihat Nara pergi dengan Nining, Pak Darma pun menghampiri Randi yang kini berjalan masuk menghadap ke jendela kamar nya.
Pak Darma duduk di sofa, Lalu menepuk Sofa di samping nya.
"Duduk lah." Randi menghela nafas dan duduk di sofa.
"Ada Apa Rand?, Kamu tidak biasa bersikap kasar seperti itu pada orang lain, Apa kamu ada masalah?." Tanya Pak Darma.
"Tidak apa-apa Pa, Hanya aku tidak suka Wanita itu masuk ke kamar ku dengan seenak nya."Balas Randi datar.
"Iya iya, Nanti Papa akan beri tahu Dia, Papa yang salah tidak memberitahu nya tadi." Ucap Pak Darma dengan tenang ia membalas ucapan Putra nya.
Amarah Randi saat itu sedikit mereda kala mendengar ayah nya yang selalu tenang menanyakan diri nya, semua itu di lakukan ayah nya sejak ia masih kecil hingga ia sudah sedewasa ini, dan itu sangat di rindukan Randi.
"Pa, Kenapa Papa begitu baik dengan wanita itu?, Papa terlihat sangat dekat dengan nya?." Tanya Randi.
__ADS_1
"Kamu tahu, papa menemukan di pinggiran jalan, dia ganggu oleh orang jahat, Papa membawa nya untuk bekerja Di rumah kita, Dan ternyata dia anak yang baik, Dia bekerja dengan sungguh sungguh. dan yang paling membuat Papa kasihan pada nya, Dia berasal dari panti asuhan. sejak kecil hingga sebesar ini ia tinggal disana. tapi bukan Hanya Itu Randi, Kehadiran nya membuat Hidup Papa tidak kesepian, Dia selalu punya Cara untuk mengajak Papa bicara dan menceritakan kisah yang sangat menarik untuk Papa dengar kan." Tutur nya lagi. Randi pun dengan seksama ia mendengarkan cerita Ayah nya tentang Nara.
"Kenapa Papa begitu yakin dia wanita baik baik, sekarang sangat jarang ada orang baik Pa, Mungkin saja di berbohong tentang Identitas nya, Bahkan KTP sendiri Papa bilang dia tidak punya."Ucap Randi lagi. Ia tentu tidak 100 persen percaya kalau Nara adalah wanita yang baik.
"Kamu hanya perlu mengenal nya lebih dalam, Dan kamu akan mengetahui nya." Kata Pak Darma Lagi.
Randi hanya mendengar, tapi ia tidak berfikir seperti ayah nya.
•••
"Karena aku masuk tanpa permisi Ke kamar nya, Aku yang salah, tidak apa apa kalau dia memarahi ku, Tadi aku pikir dia tidak ada di kamar, makanya aku masuk menaruh pakaian nya, tapi ternyata itu tidak boleh, Lain kali aku tidak akan melakukan nya lagi."Ucap Nara.
Nining pun mengangguk. Nara kembali ke pekerjaan nya, Meski ia terus kepikiran tadi Randi yang sangat marah pada nya. Apa kah Pak Darma akan memecat nya karena hal ini?
"Nara." Pak Darma datang menghampiri Nara.
__ADS_1
"Iya Pak."
"Nara saya minta Maaf..."Belum selesai Pak Darma menyelesaikan kalimat nya, Nara langsung menjawab.
"Jangan pecat saya Pak, saya janji ga akan buat kesalahan lagi."Ucap Nara cemas.
Ia sangat takut Pak Darma akan mengatakan kata pemecatan terhadap nya. Namun bukan hal itu yang akan Pak Darma kata kan.
"Ha ha ha, Bukan, Bukan itu yang ingin saya katakan Nara, Itu hanya hal kecil, mana mungkin saya memecat kamu. Saya ingin minta maaf karena sikap Randi tadi sudah membentak mu."Ucap Pak Darma.
Nara tersenyum lega. "Tidak apa apa pak, memang saya juga yang salah, lain kali, saya tidak akan masuk kalau tidak di beri izin, atau saat Mas Randi tidak ada.",Ucap Nara.
"Iya, begitu lebih baik Nara."Balas Pak Darma.
"Baik Pak."
__ADS_1
"Ya sudah ,lanjutkan kerjaan kalian, saya mau ke kamar dulu."Balas Pak Darma, Lalu berjalan pergi meninggalkan Nara dan Nining.