Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
23 - Rumah Sakit


__ADS_3

Saat Sampai di rumah sakit, Ibu itu pun di beri pertolongan oleh Dokter. Saat Seorang Perawat menghampiri nya untuk membayar biaya administrasi, Nara pun kebingungan. Karena ia tidak memiliki uang lagi, Ia membawa sebagian gaji yang di berikan pak Darma untuk nya, Dan itu pun sudah ia pakai membayar Taxi.


saat mengecek uang nya, hanya tersisa beberapa puluh ribu, itu pun ongkos untuk diri nya pulang.


Di tengah kebingungan nya, Ia teringat dengan Pesan Ibu itu, Ia segera mencari ponsel yang ia masukan ke dalam tas, Meminjam charger dari perawat, ia pun menyalakan ponsel itu.


Ia tersenyum saat ponsel itu berhasil menyala, namun saat ini, Ia pun kembali bingung, siapa yang harus ia hubungi, Siapa nama nya.


saat masih memikirkan hal itu, sembari mencari Nama yang mungkin ada tertulis anak ku, Tiba tiba Ponsel itu berdering dan muncul Nama Arka.


"Hallo." Nara segera mengangkat nya.


Mendengar suara yang berbeda mengangkat telefon. orang nya mengerutkan kening nya.


"Kamu siapa?, Dimana Ibu ku?." Tanyanya.


Mendengar kata Ibu, Nara menghela nafas Lega. "Mas, Jadi kamu anak ibu itu ya, Tolong segera kerumah sakit, Ibu anda masuk ke rumah sakit."Ucap Nara dengan semangat.

__ADS_1


"Apa?. Rumah sakit mana?." Tanya Nya lagi.


Nara melihat sekeliling dan menemukan nama nya. "Rumah sakit Kartika."Ucap Nara.


Belum sempat Nara mengatakan apa pun lagi, sambungan telefon sudah di matikan lebih dulu oleh nya.


Nara pun merasa lega, Karena Nanti anak nya yang akan mengurus semua nya, Nara berdiri di samping ibu itu yang tampak belum sadarkan diri. Namun ada kegelisahan Nara karena Ia juga buru buru untuk kembali pulang, Karena Ia akan di marahi kalau pulang terlambat.


"Sus, Saya Harus pulang, Tapi anak ibu ini akan segera datang, Saya benar benar harus pergi, kalau tidak saya akan di pecat, Ini ponsel ibu ibu itu, Tolong berikan pada anak nya saat ia datang."Ucap Nara pada seorang perawat.


Setelah menitipkan ponsel dan tas ibu itu, Nara pun bergegas untuk pulang.


Seseorang turun dari mobil dan menghampiri Nara.


"Kamu baik baik saja?." tanya nya.


"Iya, Aku tidak apa apa, Tapi kamu membawa mobil terlalu laju. ini akan membahayakan orang lain."Ucap Nara dengan lembut, sangat hati hati untuk mengingat kan orang itu.

__ADS_1


"Terima kasih sudah mengingatkan ku, Ibu ku baru masuk rumah sakit, jadi aku khawatir."


"Benarkah?." Nara terkejut.


"Kalau begitu segera lah pergi, Itu sangat lah penting. jangan hiraukan aku, aku tidak apa-apa."Ucap Nara.


"Sekali lagi terima kasih."Laki laki itu berjalan agak berlari masuk ke dalam.


Nara tidak pernah berfikir kalau itu adalah anak dari Ibu yang ia tolong, ia hanya tahu agar laki laki itu segera menemui Ibu nya, Karena seorang ibu bagi Nara sangat lah berharga.


Saat Nara ingat pekerjaan rumah, Nara pun segera berlari kecil keluar dari halaman rumah sakit, mencari taxi untuk sampai lebih cepat.


Saat Nara kembali,beruntung Bu Adel tidak ada di rumah, Nara pun sedikit lebih tenang.


"Ra, Kamu kok lama, Aku tuh khawatir."Ucap Nining.


"Iya Ning, cerita nya panjang."Balas Nara.

__ADS_1


"Ya sudah, Ganti pakaian dulu, kamu Bau keringat Nara."Ucap Nining sembari mengambil sayuran dari tangan Nara. Nara menyengir karena ia sungguh bau matahari.


__ADS_2