Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
44 - Randi Dan Nara


__ADS_3

Setelah mengantar Pak Darma kembali ke mobil lain untuk pulang, Nara pun lalu di ajak Randi ke suatu tempat, Di dalam mobil terjadi kecanggungan, dimana Nara sendiri tidak berani mengajak Randi untuk bicara.


"Nara, tidak apa apa kan, Kita jalan berdua saja?." Tanya Randi memulai pembicaraan memecah kesunyian di dalam mobil.


"Gak apa apa mas Randi, tapi kita mau kemana?." Balas Nara.


"Karena kamu datang ke kota jarang jalan jalan, Aku mau mengajak kamu ke Sebuah tempat kuliner makanan, disana juga banyak pertunjukan."Ujar Randi. Nara tersenyum dan mengangguk.


Sikap Randi saat ini sudah benar benar berubah, tidak seperti saat pertama kali mereka bertemu, hal itu membuat Nara sanga senang.


Randi melakukan nya untuk menebus rasa bersalah nya atas perlakukan nya pada Nara dan juga perlakuan Lydia waktu itu.


•••


Sampai di tempat wahana, Randi mengajak Nara bermain, Awal awal Nara canggung, tapi perlahan ia bisa menyesuaikan diri nya dengan sosok yang ada di sebelah nya.


Lydia yang pada saat itu juga berada disana bersama teman teman nya melihat Randi dan Nara sedang tertawa dan bermain bersama, Pemandangan yang tidak mengenakan saat teman nya memberitahu nay.


"Itu Randi kan, kok sama cewek kampung itu Sih Ly??" Tanya Teman Lydia.

__ADS_1


Lydia mengepalkan tangan ny, seharian Ini Randi tidak menghubungi nya. "Apa dia benar benar serius ingin berpisah dengan ku karena aku tidak minta maaf pada cewek kampung itu?."Batin Lydia.


"Ly, Kok diam, kalian udah putus ya?."Tanya Teman Lydia.


"Udah lah, kita pulang saja, aku malas disini."Ajak Lydia. dengan kesal ia berlalu pergi dari sana.


•••


Setelah lelah berjalan dan bermain, Kedua pun duduk untuk beristirahat, Randi lalu datang dengan 2 es krim di tangan nya.


"Ini, untuk mu 1."Ucap Randi. Nara mengambil nya dan tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Randi.


"senang banget Mas, selama aku hidup, Aku belum pernah bermain semua ini."Balas Nara penuh Keantusisan menandakan kalau ia sangat lah bahagia.


Randi tersenyum dan sekaligus terenyuh.


"Boleh aku tanya sesuatu Nara?." Ucap Randi.


Nara menganggukan kepala nya sembari menjilat es krim di tangan nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa tinggal di panti asuhan?, dan kenapa kamu melarikan diri?."Tanya Randi.


Nara sejenak diam, karena pertanyaan itu sekaligus mengingatkan nya pada Luka masa lalu. Randi sendiri bisa melihat Reaksi Nara yang berubah menjadi sendu. namun ia masih menunggu jawaban nya, ia sangat ingin tahu kisah gadis itu.


"Saya juga gak tahu Mas kenapa saya bisa sampai disana, tapi kata Ibu panti, dia menemukan ku di depan panti asuhan. ibu panti sangat menyayangi saya, tapi rasa sayang itu membuat Rasa iri di hati Anak Ibu panti, dan membuat nya terus me


gerjai saya, itu sebab nya saya ingin hidup mandiri mas, Tujuan saya biar saya juga bisa mengirim uang seperti Kak Bella, Dia juga anak panti dulu, sekarang dia sudah kerja dan bisa mengirim uang ke panti tiap bulan." Tutur Nara.


"Aku percaya suatu hari kamu bisa sukses juga, dan bisa membantu Panti tempat kamu di besarkan, hanya perlu bersabar dan bekerja keras saja."Balas Randi. Nara tersenyum dan mengangguk.


"Makasih Mas Randi."


"Aku tidak melakukan apa pun. untuk apa bilang terima kasih." Ucap Randi heran.


"Mengajak ku jalan jalan."Balas wanita itu. Randi pun tertawa kecil.


"Iya iya, Sama sama."Balas Randi.


Hubungan kedua nya semakin dekat, Tidak lagi ada tekanan atau kecanggungan di antara kedua nya saat bicara.

__ADS_1


__ADS_2