
Malam Hari nya.
Saat semua orang sudah masuk ke kamar untuk tidur, Nining masih duduk di dalam kamar kamar Nara untuk mengajak ny berbicara. Nining sangat penasaran dengan kisah Hidup Nara, dan penasaran seperti apa perjalanan Nara hingga bisa sampai disini. cerita singkat tadi siang membuat Nining kepikiran dan ingin tahu.
Nara pun mencerita semua nya, Nining sampai menangis mendengar nya. mendengar bagaimana Rara memperlakukan Nara selama ini.
Dengan segelas Teh hangat dan Roti kedua nya duduk berbincang.
"Kenapa miris banget sih Ra kisah kamu, Aku juga tinggal di kampung, Tapi keluarga ku selalu menyayangi ku, orang orang di sekeliling ku juga."Ucap Nining saat mendengar cerita Nara.
"Mungkin ini yang nama nya hidup, kita di pertemukan dengan berbagai macam orang yang memiliki sikap dan hati yang berbeda pula."Balas Nara.
__ADS_1
"Kalau disini, tidak ada Kekerasan fisik walau pun Bu Adel Jahat, cuman ya harus tahan saja kuping nya, Ratu Cerewet."Bisik Nining lalu tertawa. Nara pun ikut tertawa kecil, ia menutup mulut nya dengan tangan nya saat tertawa.
"Oh iya Ning, kalau boleh tahu, Dimana Istri Pak Darma?." tanya Nara saat ia mengingat kalau Bu Adel adalah Adik dari istri pak Darma, sementara Ia belum bertemu dengan istri Pak Darma sejak ia datang kemarin.
"Istri pak Darma sudah meninggal, sudah 4 tahun ini meninggalnya, Sementara Bu Adel tu di anjurkan oleh keluarga mereka untuk turun ranjang, Tapi kamu tahu kan sikap Bu Adel, berbanding terbalik dengan Pak Darma. Mana Pak Darma Mau."Tutur Nining. Nara mendengar kisah itu pun mendengar dengan serius, rasa iba karena Istri Pak Darma meninggal membuat Nara kasihan pada Pak Darma.
•••
Seorang Pria berusia 49 tahun, seorang pria paru baya yang baik hati dan tidak sombong, Sebelum nya hidup Pak Darma bahagia bersama Istri dan Anak nya, Namun saat Istrinya sakit dan meninggal begitu cepat, Membuat Pak Darma merasa sedih.
Ia mencoba untuk tidak berlarut larut dalam kesedihan, Meski kesedihan tidak melunturkan Kebaikan hati nya, Tapi Senyuman di wajah Pak Darma sudah sangat jarang sekali bisa terlihat.
__ADS_1
Hingga Keluarga mengusulkan Pak Darma untuk menikahi adik dari Istri pak Darma yaitu Bu Adel, Sikap Bu Adel yang keras membuat Pak Darma memikirkan nya kembali, Karena ia tidak ingin salah mengambil keputusan, ia memilih untuk membiarkan Bu Adel tinggal bersama nya dan mengurus rumah nya yang memang ia sendiri jarang ada di rumah.
Hal itu agar Pak Darma bisa mengulur waktu untuk memikirkan kembali semua nya. Selain ia mencintai istri nya yang sudah tiada, ia pun sudah merasa cukup karena memiliki seorang anak yang menyayangi nya.
Pertemuan Nya dengan Nara benar benar mengubah Hidup Nara, karena kebaikan Pak Darma yang selalu menjadi pelindung Bagi nya, Membuat Nara merasakan hal yang sangat berbeda dari hidup nya di Panti Asuhan dulu.
Namun Meski begitu, Semua tidak selancar air yang mengalir, Nara tetap di perhadapkan dengan Orang orang seperti Rara yang tidak pernah senang melihat hidup nya Bahagia.
Nara merasa sangat sedih, Karena Tuhan seolah sedang mempermainkan nya. tidak kah cukup ia lahir tanpa kedua orang tua nya di samping nya.
Ia kadang berfikir, ia bahkan tidak pernah menyakiti orang lain, kenapa diri nya selalu tertindas, kenapa tuhan begitu tidak adil untuk nya, Ia selalu rajin beribadah, menyayangi sesama nya, Namun ia selalu bertemu dengan orang orang yang begitu jahat pikiran nya terhadap nya.
__ADS_1