Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
27 - Hari libur


__ADS_3

Keesokan harinya.


Nara dan Nining pun mendapatkan jatah libur hari ini, kedua nya memakai nya untuk jalan jalan menikmati hari libur mereka.


"Aku senang banget bisa jalan jalan kesini Ning, disini rame banget." Ucap Nara.


"Iya."Balas Nining sembari tersenyum melihat Nara yang tampak senang.


Nara melihat Nining yang tak begitu semangat. "Kenapa Ning, Kok ga semangat, masih kepikiran soal Mbak Lydia?."Tanya Nara.


"Bukan, Bukan karena itu, Bapak Sakit Ra, Aku di lema banget rasa nya mau pinjam uang sama Pak Darma, Karena Aku udah banyak pinjaman. rasa nya pingin pulang aja Nemani Bapak ku. tapi apa lah Daya, aku tulang punggung keluarga."Ucap Nining.


Nara mendengar pun merasa sedih juga. "Sabar Ya Ning."Hanya itu yang bisa Nara katakan saat ini.


"Udah lah, Kita happy happy saja, lagian ini kan pertama kali nya kamu bisa jalan jalan disini. Kita ke sini yuk!." Ajak Nining menunjukan foto pada Nara, tak ingin kesedihan nya membuat Nara tidak bisa menikmati hari libur mereka.


Nara sangat antusias saat mendengar kata pusat kota dan menuju ke sebuah Monumen nasional yang selama ini hanya bisa ia lihat di televisi. Ia pun dengan antusias mengiyakan ajakan Nining.


Nara sangat senang saat ia sampai disana. ia kegirangan sampai sesekali kesenangan nya membuat ia mencuri perhatian beberapa orang.


Jalan jalan dan menikmati hari ini penuh dengan Antusias yang juga menguras tenaga. Nara dan Nining pun pergi ke sebuah Restoran siap saji untuk makan.

__ADS_1


Seseorang yang lewat disana tidak sengaja menabrak Nara yang akan ke toilet.


"Auw." Nara sedikit merintih karena ia jatuh ke lantai.


"Astaga, Maaf. aku tidak sengaja."Ucap Orang itu.


"Iya, tidak apa apa."Balas Nara sembari berdiri dan membersihkan tangan nya yang kotor karena menyentuh lantai.


Laki yang pernah Nara tidak sengaja temui di rumah sakit, kedua nya kembali bertemu, namun saat Itu Nara belum masih menyadari nya, Ia masih fokus membersihkan tangan nya.


"Kita pernah bertemu kan?, Tapi dimana ya?." Tanya nya.


Nara pun mengangkat wajah nya dan melihat laki laki itu, Tapi ia merasa tidak ingat pernah bertemu, Ia pun jadi ikut ikut mencoba mengingat, dimana mereka pernah bertemu.


"Ah, Iya, Aku ingat, Mas yang waktu itu, Senang bertemu lagi disini."Ucap Nara.


"Iya, Saya Arka." Arka mengajak Nara untuk berkenalan.


"Nara."


"Nama mu bagus."

__ADS_1


"Terima kasih."


"Kamu datang dengan siapa?." Tanya Arka.


"Dengan teman ku, tapi aku sekarang mau ke toilet."Ucap Nara dengan polos nya sembari menyengir.


"Oh, Maaf, Silakan."Kata Arka.


Nara pun segera pamit dan pergi dari sana. Namun saat ia keluar, ia tidak menyangka Kalau Arka masih menunggu nya.


"mas Arka masih disini?."


"Iya Aku menunggu mu, Aku ingin mentraktir mu makan lain waktu, Boleh aku minta nomor ponsel mu?." Tanya Arka.


"Maaf Mas, saya tidak punya hp."


Arka tersenyum dan mengira Nara tidak ingin memberikan pada nya, Ia pun hanya tersenyum dan mengangguk. tidak pernah pernah berfikir kalau Nara hanya gadis kampung dan bahkan ponsel buntut nya sudah di curi oleh orang.


Arka pun salah paham, mengira Nara tidak ingin berteman dengan nya, hingga tidak ingin memberikan nya nomor ponsel nya.


"Sayang sekali kalau begitu, Ya sudah Nara, kalau begitu aku pergi dulu ya, semoga suatu hari nanti kita bertemu lagi, Aku akan lansung mentraktir mu, karena aku sekarang agak sibuk."Ucap Arka sembari menatap ke jam tangan nya.

__ADS_1


"Iya Mas, Hati hati di jalan, jangan buru buru lagi mas." Kata Nara. Arka tersenyum menahan tawa, ia mengangguk karena ini kedua kali nya mereka bertemu dan bertabrakan yang tidak di sengaja.


setelah melihat laki laki itu berjalan pergi, Nara pun kembali ke meja dimana Nining duduk menunggu nya.


__ADS_2