Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
24 - Membuat Kue


__ADS_3

Sore Itu.


Pak Darma dan Randi yang baru saja kembali dari kantor, lansung di sambut dengan aroma kue yang sangat wangi, Membuat semua Orang yang mencium aroma itu pun tergiur untuk mencari sumber Aroma.


"Bau apa ini?." Tanya Pak Darma sembari senyum senyum.


"Kami buat kue Pak."Balas Nining.


"Wah, Pasti enak, Kamu semenjak ada Nara semakin kreatif ya Ning."Ucap Pak Darma.


"Iya Pak, Lansung di ajarin sama Chef nya."Ucap Nining menyengir.


"Bagus seperti itu Ning, banyak banyak belajar, Nanti kalau Nara tidak ada, kan ada kamu yang menggantikan nya masak enak."Kata Pak Darma.


Randi yang saat itu mendengar perbincangan mereka pun mengerutkan kening nya saat mendengar kata Ayah nya seperti itu.


"Memang nya Nara mau kemana Pak?." Tanya Nining mewakili pertanyaan yang ada di benak Randi.


Sementara Nara sudah begitu gugup dan takut itu adalah sebuah isyarat kalau ia akan segera di pecat.


"Loh, Mana tahu Nara mau cari kerjaan yang lebih bagus, Atau suatu hari Nara menikah. Ha ha Ha, Jangan terlalu serius, Saya hanya bercanda."Balas Pak Darma sembari tertawa.

__ADS_1


Nining dan Nara pun menghela nafas lega, lalu ikut tertawa lega.


"Pa, Aku ke kamar dulu."Ucap Randi.


"Mas Randi, gak mau coba kue nya dulu?." Tanya Nara.


"Saya tidak lapar."Ucap Randi sembari berjalan pergi dari sana.


Nara masih berharap Randi memaafkan nya, karena sudah merusak pakaian nya, Namun seperti nya bukan hanya karena Pakaian saja Randi menghiraukan nya, tapi karena sejak bertemu Randi sudah membenci nya, Batin Nara.


Pak Darma melihat putra nya yang bersikap dingin berjalan menaiki anak tangga.


"Mana kue nya, saya Mau coba."Kata Pak Darma mencoba mencairkan suasana yang tiba tiba saja menjadi Agak tidak nyaman karena sikap dingin Randi.


"Ini sangat enak, Sangat enak."Kata Pak Darma. Nining dan Nara tersenyum, kedua nya saling melihat mendengar pujian Pak Darma.


"Ning, Kamu nanti potong beberapa antar keruangan kerja saya ya, Dan antarkan ke kamar Randi, katakan saya yang meminta nya mengantar nya."Ujar Pak Darma.


"Siap Pak."


Pak Darma lalu mengambil 1 lagi kue sebelum ia melangkah ke kamar.

__ADS_1


"Terima kasih ya untuk kue kalian."Ucap Pak Darma sebelum berlalu darah hadapan kedua wanita itu.


•••


Tok


Tok


Tok


Randi yang baru saja selesai mandi mendengar ketukan pintu kamar pun segera menghampiri dan membuka.


"Ada apa?." Tanya Randi pada Nining.


"Mas Randi, Ini kue Bapak suruh saya antarkan ke Mas Randi."Ucap Nining.


Mendengar ayah nya yang menyuruh, Ia pun menerima kue itu. "Makasih ya."Ucap Randi.


Randi meletakan kue itu di atas meja, tidak ad niat untuk mencoba nya. namun setelah beberapa saat di letakan disana. Randi pun akhir nya mengambil kue itu da mencicipi 1 potong.


Namun rasa di kue itu membuat Randi tsrdiam, karena ini mengingatkan nya pada sosok Ibu yang sering membuatkan nya kue seperti ini untuk menjadi cemilan nya.

__ADS_1


Sejenak pria itu diam menatap sepotong kue yang sudah ia gigit di tangan nya.


"Aku Merindukan Mama, Papa pun pasti merindukan Mama juga."Batin Randi.


__ADS_2