Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
33 - Menghampiri


__ADS_3

Setelah memberitahu pak Darma dan Randi apa yang ada di dalam hati nya, Nining pun permisi kembali ke dapur setelah Pak Darma mengatakan ia tidak mempermasalahkan hal ini. karena Nining tidak bersalah.


•••


"Apa yang akan papa lakukan pada Tante Adel?." Tanya Randi.


"Papa tidak bisa menikah dengan Tante Adel, Tante Adel bukan orang yang Papa inginkan."Ucap Pak Darma.


"Lalu?."


"Papa akan membicarakan ini nanti, Untuk membatalkan perjodohan Papa dan Tante Adel."


"Lalu Papa akan menikah Nara??" Tanya Randi.


Mendengar ucapan Randi, Pak Darma yang mendengar Pun tertawa.


"Apa kamu berfikir Papa seperti itu?."Tanya Pak Darma menatap Randi, Randi tampak memalingkan wajah nya.

__ADS_1


"Dengar Randi, Papa itu bukan pecinta Daun muda. Bahkan Papa sudah berfikir untuk tidak lagi menikah. Papa Sudah nyaman seperti ini."Balas Pak Darma.


"Kenapa Papa begitu perhatian dengan Nara, Aku merasa papa begitu peduli pada ny."Ucap Randi.


"Kamu bukan anak kecil lagi, Kamu harus nya tahu dan mengerti kalau Nara adalah wanita yang baik, dia suka berbicara dengan Papa, membuat Hari Papa tidak lagi sepi, Bukan hanya Nara, tapi Nining juga. Dan Juga Nara itu anak panti asuhan, kamu kalau tahu kisah perjuangan nya pasti akan iba pada nya. kamu juga pasti akan mengasihi nya."Tutur Pak Darma.


Randi terdiam. apa dia salah sangka selama ini pada ayah nya?.


Setelah membicarakan tentang Nara, Randi pun masuk ke kamar nya dan merasa sangat bersalah menuduh Nara, Walau pun ia Tidak menyukai Nara, Namun ia marah karena apa yang ia lihat, Ia bukan marah tanpa sebab.


Membaringkan tubuh nya, mata nya menatap langit langit kamar nya, Memikirkan Nara.


•••


Nara sedang membersihkan meja meja dan merapikan kursi, karena Restoran tempat nya bekerja saat ini baru akan buka.


tanpa Nara sadari, Kalau Randi berada di dekat sana, berada di dalam mobil memperhatikan wanita itu bekerja.

__ADS_1


Saat Nara menginjakan kaki nya keluar dari rumah, Randi sudah meminta Seseorang untuk mengikuti Nara, Karena meski di awal ia membenci Nara, sebenarnya di dalam lubuk hati nya yang paling dalam, Randi tidak ingin Nara sampai kenapa kenapa, untuk itu ia ingin seseorang memastikan Nara baik baik saja.


Itu semua Di lakukan Randi karena pernah mendengar ayah nya bercerita bagaimana pertemuan Nya dengan Nara, yang itu berarti Nara tidak punya siapa pun di kota itu.


Laki laki itu akan turun menghampiri wanita itu, Namun Gerakan nya terhenti saat ia melihat Seorang laki laki datang menghampiri Nara.


"Nara, Kamu bekerja terlalu keras, Istirahat lah, Nanti mereka akan melanjutkan."Ucap Arka yang menghampiri Nara yang tampak sudah banjir keringat.


Randi lalu mengambil tisu Yang ada di atas meja untuk menyapu keringat wanita itu. Saat tissue itu menyentuh dahi Nara, Nara segera mengambil Alih tangan Arka, Membuat kedua nya saling melihat beberapa saat.


Randi yang melihat itu pun menggelengkan kepala nya, Hati nya meminta nya untuk pergi dari sana dan tidak melihat pemandangan yang rasanya terlalu drama.


Randi pun menjalankan mobil nya meninggalkan tempat itu, menunda niat nya untuk meminta maaf pada Nara dan mengajak nya pulang, sesuai keinginan ayah nya.


"Terima kasih Mas Arka, biar saya saja."Nara mengambil alih tisu dari tangan Arka dan menyeka sendiri keringat nya.


"Baiklah, Ayo Nara, Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kamu."Ajak Arka.

__ADS_1


Nara mengangguk mengiyakan, Lalu berjalan mengikuti Arka.


__ADS_2