Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
19 - Peringatan


__ADS_3

Malam itu.


Nara menyiapkan makan malam untuk keluarga Pak Darma. Randi pun masih dengan sikap dingin nya menatap Nara, Membuat Nara agak takut pada sosok laki-laki yang ada di depan nya.


Setelah semua selesai makan, Nara pun mencuci piring di dapur. lalu ia pun segera kembali ke kamar nya. namun baru akan sampai di kamar, Nara menghentikan langkah nya.


"Kamu." Panggil Randi. Nara lekas menoleh ke arah Randi saat ia merasa diri nya terpanggil, walau Randi tidak menyebut nama nya.


"Iya Mas." Balas Nara sembari membilas tangan nya yang penuh sabun.


"Cuci pakaian ku malam ini, Aku akan pakai Besok."Ucap Randi.


"Sekarang Mas, Tapi ini sudah malam mas." Balas Nara.

__ADS_1


Randi menghela nafas berat dan menatap tajam Nara. "Apa kamu tahu kamu ini siapa?, Kamu hanya pembantu, selalu ingat status mu tidak akan bisa lebih tinggi dari ku, Jadi tidak usah membantah, kamu disini untuk bekerja kan?, Kalau aku suruh lakukan apa pun, Maka lakukan."Ucap Randi dengan tegas.


Bu Adel yang kebetulan mendengar dan melihat sikap Randi pada Nara pun tersenyum, Meski agak aneh karena ini bukan sosok Randii yang ia kenal, tapi ia merasa senang karena ia rasa tidak perlu capek capek ia mengerjai Nara, karena Randi pun tidak menyukai wanita itu.


Nara Diam mendengar ucapan Randi. "Baik Mas, Saya akan cuci sekarang juga."Balas Nara.


"Besok, aku ingin pakaian ini sudah siap sebelum jam 12."Ucap Randi lalu berjalan pergi.


Randi menghela nafas setelah ia berjalan membelakangi Nara, Perkataan nya tadi benar benar hanya lah sebuah Peringatan untuk Nara agar Nara tidak bermimpi untuk menikah dengan ayah nya dan Menjadi nyonya di rumah ini.


Nara dengan mata yang mengantuk, ia mencuci pakaian Randi, untung nya mesin cuci sangat membantu nya, membuat ia hanya perlu menunggu di samping mencuci, sembari duduk di sebuah kursi Kecil, Kepala Nara bergoyang kiri dan Kanan karena Kantuk yang menyerang. jam pun sudah pukul 12 malam.


Randi kembali turun saat tengah malam untuk memastikan Nara mengerjakan apa yang ia kerjakan.

__ADS_1


Randi yang tanpa Nara ketahui berdiri di samping Nara yang bekerja sedang mengawasinya.


melihat Nara yang mengantuk karena pekerjaan yang ia berikan semalam ini pun membuat randi merasa sangat tidak nyaman dan merasa sangat bersalah karena memperlakukan Nara seperti itu.


"Apa Aku terlalu jahat?." Batin nya.


Namun meski ia berfikir seperti itu, tapi ketika ia ingat Suatu hari jika ayah nya menikah dengan Nara, kembali membuat Randi menghiraukan Nara yang kelelahan.


ia pun kembali ke kamar nya dan meninggalkan Nara.


Nara yang selesai mencuci dan mengeringkan pakaian Itu pun merasa lega karena kerjaan nya telah selesai, Ia hanya tinggal menyetrikanya saja saat besok pagi.


Nara dengan semangat kembali ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.

__ADS_1


Ia tersenyum saat tubuh nya mendarat di tempat yang empuk dan nyaman, Perlahan mata tertutup dan tertidur.


Sementara Randi kembali turun dari mengecek, tampak baju nya sudah tergantung. Randi pun kembali masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat.


__ADS_2