Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
28 - Bertemu lagi


__ADS_3

"Siapa Ra yang ngomong sama kamu??" Tanya Nining saat melihat tadi Nara berbicara dengan Arka.


"Oh, itu nama nya Mas Arka, dia orang yang pernah hampir nabrak aku karena buru buru. ternyata ketemu lagi disini."Ucap Nara.


"Lah, Kalau ketemu sekali lagi, bisa jadi jodoh tu Ra."Balas Nining. Nara hanya tersenyum menggelengkan kepala nya.


Setelah menghabiskan jalan jalan mereka hari ini, Mereka pun kembali pulang ke rumah. Hari pun saat itu sudah malam. Sementara Pak Darma, Bu Adel dan Randi makan masakan yang mereka beli dari luar. karena memang sengaja agar Nara dan Nining bisa libur bersama.


Saat Nara dan Nining masuk ke rumah, tampak Pak Darma sedang membicarakan sesuatu dengan Randi dan seseorang lain nya yang tidak Nara kenal. kedua wanita itu menyapa dengan sopan.


"Sudah pulang kalian, Bagaimana jalan jalan nya?." Tanya Pak Darma. Randi hanya diam melihat Nara.


"Sangat menyenangkan Pak."Balas Nara.


"Iya, iya, terlihat dari wajah kamu, seperti nya. sangat menyenangkan. Apa kalian sudah makan?." Tanya Pak Darma lagi.


"Sudah pak." jawab Nining dan Nara berbarengan.


"Kalau begitu, pergi lah istirahat, Kalian pasti sangat lelah." Ujar Pak Darma.

__ADS_1


Randi yang melihat dan mendengar ayah nya begitu perhatian pun menghela nafas, Apa lagi saat ia melihat Nara seperti ada tatapan yang menurut penilaian Randi sangat lah berbeda.


•••


Nara yang merasa sangat lelah pun tertidur di tempat tidur. Saat Ia terbangun dari tidur nya keesokan hari nya untuk membereskan kerjaan nya.


Ia mendengar suara gaduh dari arah atas. Nining pun segera menarik tangan Nara untuk naik keatas untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Ada apa sih Ning?." Tanya Nara.


"Gak tahu." Balas Nining.


"Nara, Nining, Apa kalian ada melihat Gelang Giok di kamar Randi?." Tanya Pak Darma.


"Tidak ada Pak."Balas Nining dan Nara.


"Sebelum nya tidak pernah kejadian seperti ini, kita belum pernah yang nama ny kehilangan seperti ini."Kata Bu Adel kesal.


Bu Adel lalu menatap Nara, Nara menelan Saliva nya karena di tatapan tajam oleh Bu Adel.

__ADS_1


"Kamu yang bersihkan kamar Randi kemarin kan sebelum kalian keluar jalan jalan."Kata Bu Adel.


"Iya Bu."


"Jangan jangan kamu yang curi ya?."


"tidak Bu, Saya tidak mungkin melakukan itu."Nara cemas karena tuduhan itu.


"Sudah sudah, mungkin tidak sengaja terselip."Ucap Pak Darma.


"Apa Salah nya kita coba cek di kamar nya Pa."Ucap Randi.


"Randi." Pak Darma ingin memarahi Randi karena menuduh orang seperti itu. Namun laki laki itu menghiraukan nya dan berjalan melewati semua nya. ia menuruni tangga di ikuti yang lain nya.


Rasa benci nya pada Nara membuat ia terprovokasi oleh Bu Adel untuk berfikir kalau mungkin Nara yang mengambil nya.


Randi masuk ke kamar Nara dan mulai mengobrak abrik lemari Nara, Nara sangat sedih karena ia di tuduh seperti itu, tapi ia sadar, ia hanya lah seorang pekerja yang statusnya selalu di pandang rendah oleh orang lain, Nara hanya pasrah ketika Randi membongkar lemari nya, menjatuhkan semua pakaian nya ke lantai hingga berserakan.


Nara mengepalkan tangan nya menahan diri nya untuk sabar, karena ia tidak melakukan kesalahan, dan ia harus tenang.

__ADS_1


__ADS_2