Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
29 - Nara Mencuri!?


__ADS_3

Rasa benci nya pada Nara membuat ia terprovokasi oleh Bu Adel untuk berfikir kalau mungkin Nara yang mengambil nya.


Randi masuk ke kamar Nara dan mulai mengobrak abrik lemari Nara, Nara sangat sedih karena ia di tuduh seperti itu, tapi ia sadar, ia hanya lah seorang pekerja yang statusnya selalu di pandang rendah oleh orang lain, Nara hanya pasrah ketika Randi membongkar lemari nya, menjatuhkan semua pakaian nya ke lantai hingga berserakan.


Nara mengepalkan tangan nya menahan diri nya untuk sabar, karena ia tidak melakukan kesalahan, dan ia harus tenang.


Namun hal yang tidak di sangka, kotak giok yang di cari Randi ada di dalam lemari Nara. Nara sangat terkejut saat ia melihat barang itu ada di sana.


Nara mematung, seolah mulut nya kini sulit untuk berkata membela diri nya. Pak Darma pun terkejut ia menatap Nara yang ketakutan.


"Ini dia."


"Kau yang mencuri nya Nara?."Ucap Bu Adel.


"Tidak Bu, Saya tidak melakukan nya, Saya tidak mengambil nya, saya juga tidak tahu kenapa ada barang itu disana."Balas Nara.


"Masih berani menyangkal kamu."Bu Adel melayangkan sebuah tamparan di pipi Nara.


"Stop Adel."Teriak Pak Darma.

__ADS_1


"Papa masih ma bela dia, sudah jelas orang yang papa percaya ini sudah melakukan kesalahan dan Papa masih ingin membela dia?." Tanya Randi.


"Dia pasti punya alasan kenapa barang itu bisa ada di lemari nya."Ucap Pak Darma.


"Aku gak ngerti jalan pikiran Papa, Tapi sekarang aku tidak mau melihat lagi dia ada disini."Dengan telunjuk nya ia menunjuk Nara dengan Lantang.


Air mata Nara menetes di perhadapkan dengan situasi seperti ini. Ia membela diri pun rasa nya sudah percuma.


"Kenapa masih diam saja?,. kemasi barang barang kamu dan pergi dari sini, Tidak tahu diri, Sudah di tolong malah nyolong."Bentak Bu Adel.


Nara pun segera membereskan barang nya, Nining merasa kasih pada Nara menghampiri nya.


"Nining, cepat keluar. kerjakan kerjaan mu."Kata Bu Adel.


Nara menganggukan kepala nya pada Nining, Mengisyaratkan ia tidak apa apa. Nining pun dengan terpaksa meninggalkan Nara karena Bu Adel masih di situ menunggu nya.


Dengan di saksikan Bu Adel, Nara mengemasi barang barang nya. Nara menulis sesuatu dengan buru buru saat Bu Adel pergi.


Setelah nya, Nara keluar dan pamit pada Pak Darma.

__ADS_1


"Pak, Saya pamit pak, Terima kasih sudah baik sama saya selama ini."Ucap Nara.


"Kamu mau kemana sekarang Nara?." Tanya Pak Darma.


"Mungkin saya akan pulang kampung."Balas Nara.


Pak Darma di perhadapkan dengan situasi seperti ini, dimana ia tidak bisa membela Nara atas kesalahan yang ia perbuat, Terlebih ia tidak ingin membuat hubungan keluarga nya menjadi tidak baik, Pak Darma hanya bisa berkata.


"Hati hati di jalan nak, Maaf saya tidak bisa membantu kamu banyak, semoga di hari yang akan datang kamu hidup dengan baik dan selalu bahagia."Ucap Pak Darma.


"Terima kasih Pak."


Nara ingin pamit pada Bu Adel, tapi Bu Adel membuang muka nya. Nara pun berjalan menghampiri Nining. Kedua nya saling berpelukan. Nining menangis karena Nara akan pergi.


"Tida apa apa Ning, terima kasih sudah baik pada ku. dan saat aku pergi, Ke kamar ku sebentar untuk mengambil sesuatu di bawah bantal ya Ning."Bisik Nara saat Nining memeluk nya.


"Ambil apa??" Tanya Nining.


Nara Hanya tersenyum dan berjalan pergi meninggalkan rumah yang sudah menjadi tempat ia berteduh saat ia terlantar di jalan tanpa tujuan.

__ADS_1


__ADS_2