
Keesokan harinya.
Nara terbangun saat Nining Dengan panik datang menghampiri Nara.
"Nara, Bangun Ra." Panggil Nining panik.
Dengan mata masih ngantuk dan nyawa yang belum terkumpul Nara melihat Wajah Nining yang tampak Khawatir.
"Ada Apa Ning??" Tanya Nara.
"Ra, Baju nya Mas Randi." Nining seperti sulit mengatakan apa yang ingin ia sampaikan dengan nara.
"Kenapa dengan baju Mas Randi??" Tanya Nara lagi.
"Udah, kamu ikut aja yuk."Nining menarik tangan Nara dan menuju ke belakang dan tampak Baju Randi yang kemarin Nara cuci tampak ada warna yang menempel di pakaian nya. Baju Randi seolah seperti kena lunturan.
Melihat hal itu, Nara sangat panik dan segera mengambil nya.
"Kenapa bisa begitu Ning?." Tanya Nara.
"Aku gak tahu, Pas aku kesini, Aku lihat pakaian nya tampak Seperti ini." Balas Nining.
Nara dengan panik, segera mengambil pakaian itu, Mengingat akan di pakai Randi nanti siang.
__ADS_1
Namun keributan itu di dengar Oleh Bu Adel, Bu Adel datang dan melihat pakaian Randi yang tampak ada noda luntur.
"Astaga, kenapa pakaian nya bisa seperti ini, siapa yang mencuci nya?." Tanya Bu Adel. tangan nya mengangkat pakaian Randi dan melihat nya.
"Saya Bu."
"Apa yang kamu lakukan dengan pakaian ini, sampai begini warna nya?." Tanya Bu Adel lagi.
Keributan itu membawa Pak Darma dan Randi keluar dan menghampiri mereka.
Nara dengan gugup dan takut menjawab. "Saya semalam sudah cuci bersih Bu, bahkan sudah saya gantung Bu. saya juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu."Jawab Nara.
"Alasan aja kamu, liat mas, gak becus dia kerja Mas."Ujar Bu Adel.
"Baik Pak.,"Balas Nining.
Nining memandang Nara dengan tatapan kasihan, karena ia yakin Nara tidak mungkin seceroboh ini.
"Aku sudah tidak mau pakai, buang saja."Ucap Randi dengan kesal.
Laki laki itu dengan kesal berjalan pergi meninggalkan suasana yang tidak enak karena menciptakan keributan sepagi ini.
"Sudah lah Adel, Tidak usah membesar besarkan masalah ini."Ucap Pak Darma pada mu Adel yang masih mengomeli Nara.
__ADS_1
Sementara Nara hanya tertunduk, tak mengerti kenapa semua ini bisa terjadi, Meski semalam ia mengantuk, tapi ia sudah melakukan semua pekerjaan nya dengan benar. ia merasa tidak mencuci pakaian lain selain pakaian Randi semalam.
Masih banyak pertanyaan di dalam hati nya, Nara hanya bisa diam menerima semua amarah, cacian dari orang orang.
•••
Sementara Randi di kamar, Memikirkan Kenapa pakaian nya bisa seperti itu. Ia melihat dengan mata nya sendiri kalau Nara sudah menggantung nya dengan Baik dan tampak sudah di cuci bersih oleh wanita itu.
Namun meski ia tahu ini bukan Salah Nara, Randi tak mau membela Nara, Dengan ia tidak ikut ikut memarahi Nara, rasa nya itu sudah cukup.
Namun Randi masih memikirkan, Siapa yang mencoba untuk mengfitnah Nara sampai segitu nya.
Di tengah Diri nya yang sedang memikirkan semua itu, Bu Adel datang menghampiri Randi.
"Randi, Pakaian kamu seperti nya sudah tidak bisa di pakai, Kamu masih ada pakaian lain untuk pertemuan Rapat nanti siang?." Tanya Bu Adel.
"Ada Tante. tenang saja."Balas Randi.
"Bagus lah, Syukur kalau begitu. Kalau Gitu Tante ke kamar dulu ya Randi."Ucap Bu Adel.
"Iya Tante." mata nya masih menatap Wanita paru baya itu berlalu pergi.
Dalam benak Randi saat ini, ia mencurigai Bu Adel yang melakukan ini pada Nara, Karena Ia merasa kalau Bu Adel seperti nya tidak menyukai Nara. Namun pertanyaan itu dan Rasa penasaran itu ia simpan dalam dalam, Karena Ia tidak peduli pada Nara.
__ADS_1