Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
40 - Nara Sakit


__ADS_3

"Bagaimana keadaan mu Nara?." Arka menghampiri Nara Yang sedang mengistirahatkan tubuh nya.


"Udah lebih enakkan mas."Balas Nara. Pipi wanita itu tampak merah, tentu hal itu menimbulkan rasa perih karena tamparan yang di berikan oleh Lydia.


wanita itu sendiri tidak mengerti kenapa wanita itu begitu kasar memperlakukan nya, Padahal itu hanya membela diri, kalau dirinya bukan lah maling seperti yang di katakan Lydia.


Arka mendekati Nara dan dengan lembut mengusap pipi wanita itu, sangat dengan hati hati agar wanita itu tidak merasakan sakit saat Ia menyentuh nya. Nara merasa gugup dan salah tingkah saat tangan Arka menyentuh pipi nya. perhatian laki laki itu membuat ia merasakan kasi sayang yang sebelum nya ia tidak pernah rasa kan saat ia merasa rasa sakit pada tubuh nya. Mata Nara tertunduk, sama sekali tidak berani mengangkat kepala wajah nya. Ada apa dengan nya, Ia sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Kenapa?."Tanya Arka.


"Bukan apa apa kak, Cuman tiba tiba pipi terasa Nyut nyutan."Balas Nara beralasan.


"Kita ke dokter ya?."

__ADS_1


"Gak usah Mas, aku benar benar tidak apa apa kok." jawab Nara dengan cepat.


•••


Di tempat lain.


Randi menghampiri Lydia yang baru saja pulang dari bertemu teman teman nya, Sangat senang saat Randi datang menjemput nya, ia lansung memeluk lengan Randi dengan manja nya. hal itu juga membuat Randi tersenyum menatap nya.


"Aku kira kamu akan terlambat lagi seperti kemarin."Ucap Lydia.


"Kamu buat aku makin sayang sama kamu Randi." Lydia dengan senyuman manis nya. Randi pun tersenyum menahan tawa nya.


Randi dan Lydia pun masuk ke dalam mobil dan roda itu bergerak meninggalkan tempat itu. "Sayang, Aku tadi ketemu dengan wanita itu." Ucap Lydia. Randi menoleh menatap lydia sembari tetap fokus menyetir.

__ADS_1


"Siapa?."


"Itu wanita yang mencuri gelang Mama kamu sayang, aku sangat kesal saat melihat nya, Lansung saja aku memakai nya, tapi dia tidak terima, dan tidak mau mengakui diri nya, Dia benar benar membuat ku kesal, Memang dasar ya, penjahat kalau mau mengaku maka penjara akan penuh."Lydia terus berceloteh mengingat kekesalan nya pada Nara.


Mendengar kalau Nara di hina oleh Lydia, tentu hal itu membuat laki laki itu terkejut, Ia sejenak diam karena tak menyangka akan mendengar hal ini dari Lydia.


"Kenapa kamu melakukan itu?, dia itu tidak bersalah, Itu hanya ke salah pahaman saja, itu adalah ulah Tante Adel dan aku sudah meminta maaf pada nya."Tutur Randi.


Kini giliran Lydia yang terkejut. Namun ia mencoba bersikap biasa saja, Karena ia juga merasa ini bukan lah salah nya, Randi tidak memberitahu kan nya kabar terbaru.


"Kamu tidak memberitahu ku soal ini Rand, jadi mana aku tahu."Ucap Lydia.


Randi menghela nafas berat. "Minta maaf lah pada Nya, Bukan kah tidak baik memakai orang seperti itu, apa lagi dia tidak terbukti bersalah."Ucap Randi.

__ADS_1


Lydia memutar bola mata malas nya. "Kenapa kamu malah belain gadis Itu sih Ran, dia kan cuman pembantu, toh juga dia tidak akan kembali bekerja dengan mu lagi." Ucap Lydia yang menolak untuk meminta maaf pada Nara, Apa lagi mengingat apa yang terjadi kemarin, itu sangat bertentangan dengan diri nya.


__ADS_2