
Randi menemui Lydia yang sedang berkumpul bersama teman teman nya di sebuah Cafe.
saat melihat lydia tertawa ha ha hi hi dengan teman teman nya membuat Randi menggelengkan kepala nya, Apa lagi mengingat Nara yang kesakitan karena pukulan keras di pipi karena ulah Kekasih nya.
"Sayang. kamu datang ke sini?." Lydia menyambut Randi dengan senyuman manis nya. tanpa tahu kalau Randi saat ini sedang memendam Marah pada nya.
"Aku ingin bicara dengan Kamu." wajah Randi tampak serius, membuat Lydia mengerutkan kening nya menatap Randi. tidak biasanya nafas bicara laki laki itu begitu datar pada nya.
Randi berjalan keluar menjauh dari Dari tempat Lydia duduk, Lydia dan teman teman nya saling melihat, karena Randi tampak sangat serius dengan wajah nya.
"Bentar ya." Ucap Lydia lalu berjalan keluar menghampiri Randi. teman teman nya dengan senyuman tipis mengangguk.
__ADS_1
"Sayang, Ada apa?." Tanya Lydia. Lydia lansung memeluk laki laki itu berharap suasana hati laki laki itu lebih baik. meski Lydia sendiri tidak tahu pasti apa yang membuat laki laki itu kesal. Namun pelukan Lydia tu tidak mengubah apa pun. Randi segera melepaskan pelukan wanita itu dan menatap nya Dengan serius, membuat Lydia menelan Saliva nya.
"Ada apa?."tanya wanita itu dengan suara yang lembut dan kecil.
"Kamu kenapa tega lakukan itu pada Nara, apa ga cukup kamu menghina dia, Kenapa melukai dia?." Randi menatap tegas Lydia, Membuat Lydia agak takut.
"Aku gak lukai dia, kamu apa apaan sih Ran, datang datang ga jelas lansung bahas wanita itu."jawab Lydia.
"Kamu tampar dia sampai pipi nya merah dan sakit, Apa itu bukan melukai nama nya?."
"Aku gak nyangka kamu sekasar itu orang nya."Kata Randi lagi penuh kekecewaan setiap kalimat yang ia keluarkan.
__ADS_1
Lydia menatap Randi. "Tunggu tunggu, kamu kenapa belain wanita item Ran?, Kamu suka sama dia?, Kamu suka sama pembantu itu?." Tanya Lydia.
Mendadak ia kesal saat ia mengira Randi mungkin menyukai Nara, itu sebab nya ia membela wanita itu dan memarahi nya di depan umum seperti ini.
"Aku pacar kamu, dan kamu marah sama aku sampai segitu nya, Aku kecewa banget sama kamu tahu." Suara Lydia meninggi, Membuat Kedua nya menjadi pusat perhatian.
Dengan balik memarahi Randi, Lydia berharap itu bisa membuat Randi berhenti memarahi nya karena Nara. Dan itu sangat lah berhasil. Melihat diri nya dan kekasih menjadi perhatian orang orang Randi memilih diam. namun masih menatap Lydia dengan penuh kecewa.
"Dengan sikap kamu ini, aku melihat kamu gak merasa menyesal karena melakukan ini sama Nara, Kalau begitu jangan temui aku sampai kamu menyadari kesalahan kamu."Dengan Datar namun tatapan yang penuh marah dan kecewa Randi berikan pada Lydia.
"Ran."
__ADS_1
"Randi." panggil Lydia pada laki laki yang berjalan pergi meninggalkan diri nya. panggilan itu di hiraukan laki laki itu.
Lydia menghela nafas kesal karena Randi membela Nara dan mempermalukannya di depan Umum. ia menghentakkan kaki kesal karena Randi menghiraukan nya dan meninggalkan.