Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
17 - Dimarahi


__ADS_3

Hari itu. Randi keluar dari kamar dan melihat Nara dan Pak Darma mengobrol di teras rumah, dari jauh Randi melihat keakraban di antara Nara dan Ayah nya. Hal yang di pikiran Randi adalah, mungkin sang ayah menyukai Nara.


Randi pun tidak suka, karena Ia masih tetap tidak menginginkan Ibu Baru, apa lagi yang lebih mudah dari nya.


Randi mengepalkan tangan nya dan berlalu pergi dari sana. mata nya terlalu kesal untuk melihat itu semua.


•••


Saat Nara berpapasan dengan Randi, Nara menunduk menyapa Randi, namun pria itu menghiraukan nya. berjalan dari hadapan dengan Nara dengan Tatapan dingin.


Nara pun hanya berfikir Randi juga akan membencinya seperti Bu Adel, Ia pun hanya bisa menatap pria itu pergi dari hadapan nya.


Nara yang sedang duduk mengobrol dengan Nining di dapur, sembari kedua nya menyiapkan makan pagi untuk keluarga Pak Darma.


"Aku senang banget dapat kabar Bu Adel keluar kota, minimal kita bisa bebas beberapa hari dari nenek lampir itu."Ucap Nining antusias.


Nara yang masih malu malu pun mengangguk kecil dengan senyuman di wajah nya, sebenarnya ia ingin tertawa untuk mengutarakan kebahagiaan nya, karena Bu Adel tidak berada di rumah ini.


Saat tengah mengobrol dan memasak, tiba-tiba Pak Darma datang menghampiri Nara.

__ADS_1


"Nara, tolong antarkan pakaian ini untuk Randi ya."Ucap Pak Darma.


"Iya Pak."Balas Nara dengan segera.


Nara mengambil pakaian itu, Nara lalu bergegas ke kamar Randi.


Tok


Tok


Tok


Nara lalu memberanikan diri untuk membuka pintu itu sedikit untuk mengintip, Apa kah Pria itu sedang tidur, hingga ia tidak mendengar Panggilan nya.


Namun saat Nara melihat, ia tidak menemukan siapa pun ada di dalam kamar itu, Kemana tuan nya sepagi ini, Nara tidak ingin terlalu berlama lama, Ia hanya ingin mengantarkan pakaian untuk Anak majikan nya itu.


Dengan perlahan ia melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar, lalu meletakan baju itu di atas tempat tidur. dengan hati hati ia akan berbalik untuk segera keluar dari kamar, namun langkah nya terhenti, ia mematung saat Ia di kejutkan dengan Randi yang tampak berdiri di belakang nya. Nara menelan Saliva nya.


"Sedang apa kau disini?." Tanya Randi dengan nada agak tinggi.

__ADS_1


"Maafkan saya Mas Randi, saya..."


"Siapa yang memberi mu izin Sembarangan masuk ke dalam kamar ku?."Tanya Randi lagi.


Nara memejamkan mata nya saat bentakan itu di keluarkan, Ia membeku dan tidak tahu harus menjawab apa pada saat itu. mulut nya terasa berat untuk menjelaskan.


Nara menunduk tanpa berani mengangkat wajah nya, tanpa sadar air mata nya jatuh dari ujung mata nya.


"Ada apa ini Randi?." tanya Pak Darma menghampiri bersama Nining saat mendengar keributan dari lantai atas.


"Katakan pada pembantu kesayangan Papa ini, untuk tidak Sembarangan masuk ke dalam kamar ku." Ucap Randi.


"Papa kan meminta nya untuk mengantar pakaian kamu. kamu juga pasti habis ngym. itu sebab nya dia masuk dan meletakan pakaian nya di atas tempat tidur."Ucap Pak Darma.


Randi menarik nafas dan membuang nya dengan kasar.


"Sudah lah, Nara turun lah. lanjutkan pekerjaan mu" Ucap Darma. Nara mengangguk dan berjalan keluar dari kamar itu. melewati Randi tanpa berani mengangkat kepala nya lagi melihat Laki laki itu.


Melihat Nara pergi dengan Nining, Pak Darma pun menghampiri Randi yang kini berjalan masuk menghadap ke jendela kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2