Cinta Gadis Panti Asuhan

Cinta Gadis Panti Asuhan
30 - Di Usir


__ADS_3

Randi yang berada di lantai 2 melihat Nara berjalan pergi, Ia memegangi gelang yang tadi ia cari. Kehilangan gelang ini seperti kehilangan separuh hati nya, Karena ini adalah gelang peninggalan ibu nya untuk nya.


•••


Nara berjalan dan sampai di sebuah Halte. Ia memikirkan bagaimana selanjutnya dan kemana ia akan pergi. Sejenak ia duduk disana dan melamun.


"Apa aku akan pulang ke kampung saja, Kembali ke Panti?." Batin Nara.


Di tengah melamun nya, Sebuah mobil menghampiri Nara, Nara yang pada saat itu tidak begitu fokus di kagetkan seseorang yang menyentuh pundak nya, membuat nya segera terbangun dari Lamunan nya.


Nara mengangkat wajah nya dan melihat Arka.


"Mas Arka."


Arka tersenyum karena Nara melamun dan tak menyadari kedatangan nya. namun segera senyuman Arka menghilang saat ia melihat Nara habis menangis.


"Kamu kenapa Nara?." Tanya Arka.


"Tidak apa-apa Mas Arka."Nara segera menghapus air mata nya.


"Nara, Kita kan sudah kenal, Aku tidak akan memaksa mu untuk cerita, Tapi ayo Aku antar kamu pulang, tidak baik menangis disini, orang orang melihat mu."Ucap Arka.

__ADS_1


"Saya gak tahu mau kemana Mas, Saya di pecat karena saya di tuduh mencuri." Tutur Nara. Mendengar hal itu. tentu hal itu membuat Arka menjadi iba pada Nara.


"Jadi sekarang kamu mau kemana?."


"Saya akan pulang ke kampung Mas."Balas Nara.


"Kamu tidak mau bekerja lagi?"


"Saya hanya bisa bekerja sebagai seorang pembantu Mas, Saya tidak punya keahlian apa pun."Ucap Nara.


Arka tersenyum kecil. "Kebetulan sekali, aku sedang mencari orang yang mau bekerja di sebuah restoran. apa kamu mau bekerja di sana?." tanya Arka.


"Restoran?. saya mau mas."Balas Nara dengan antusias.


Nara mengikuti dan masuk ke dalam dengan ragu saat Arka membuka kan pintu untuk nya.


Arka masuk ke dalam dan duduk di kursi mengemudi. "Nara, Kamu mengikuti ku dengan sangat percaya pada ku, Apa kamu tidak takut aku ini orang jahat??" Tanya Arka.


Nara menelan Saliva nya dan menatap Arka. "Saya percaya Mas Arka bukan orang yang jahat."Balas Nara.


Arka tertawa. "Kamu sangat polos sekali Nara, Kamu sangat lucu, Aku memang bukan orang yang jahat, tapi kamu harus inga untuk selalu berjaga jaga, karena orang yang tampak baik, belum tentu itu baik, ini adalah kota besar dan penjahat itu ada di mana mana."Tutur Arka.

__ADS_1


Mendengar perkataan Arka, Nara jadi khawatir Arka adalah orang jahat, Namun ia sudah tidak bisa melakukan apa pun selain mengikuti Arka.


Namun Arka membuktikan perkataan Nara, Pikiran yang tidak tidak tentang Arka segera tertepis saat Arka benar benar membawa nya kesebuah Restoran Cafe.


"Ini restoran nya. Ayo turun."Ajak Arka.


Nara masuk Dan mata nya lansung melihat sekeliling. "Dimana Bos nya Mas?." Tanya Nara.


"Di samping mu Nara."Balas Arka. Nara segera menoleh.


"Mas Arka yang punya?." tanya Nara.


"Iya, kenapa, Apa aku tidak cocok seperti seorang bos Resto?." Tanya Arka.


Nara terseyuk tidak enak. "bukan begitu Mas, Maaf ya Mas."


Arka kembali tertawa. "Nara, jangan terlalu canggung dengan ku, Anggap saja seperti seorang teman, Ayo aku ajak kamu ke kamar, Kamu bisa tinggal disini sampai kapan pun."Nara pun mengikuti Arka kesebuah kamar.


"Buat lah diri mu nyaman Nara, Kalau kamu sudah siap bekerja, kamu bisa memberitahu ku."Ucap Arka lagi.


"Sekarang istirahat lah."Arka meninggalkan Nara untuk membiarkan nya beristirahat.

__ADS_1


Nara sangat bersyukur, Karena disaat ia dalam masalah, Tuhan selalu mempertemukan nya dengan orang orang baik seperti pak Darma dan Arka.


__ADS_2