
"Mas, Kapan Randi kembali?."Tanya Bu Adel, Mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Dalam beberapa hari."
"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan nya, Sudah lumayan lama dia berada di luar negri ya Mas."Ucap Bu Adel.
"Iya, Sudah waktu nya dia juga belajar di perusahan ku, Karena aku sangat membutuhkan nya."Balas Pak Darma. Bu Adel menganggukan kepala nya mengiyakan.
Di tengah obrolan mereka, terdengar suara ketukan pintu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." Sautan dari dalam, Nara pun segera masuk ke dalam setelah di berikan izin. Bu Adel memutar bola mata malas nya saat ia melihat Nara.
Sementara Pak Darma tersenyum melihat Nara datang. "Sudah siap Nara?." Tanya Pak Darma.
__ADS_1
"Sudah Pak." Jawab Nya gugup.
"Kalau begitu, Ayo kita jalan sekarang."Balas Pak Darma. sembari menutup semua dokumen nya dan beranjak berdiri dari tempat duduk nya.
"Kami pergi dulu." Ucap Pak Darma.
"Iya Mas, Hati hati di jalan."Balas Bu Adel dengan lembut.
Bu Adel melipat kedua nya tangan, Menghela nafas melihat Pak Darma dan Bara pergi.
•••
di dalam mobil. Nara duduk diam karena tidak tahu apa yang harus ia bicarakan dengan Pak Darma.
"Nara, Bagaimana hari pertama mu bekerja disini?, Apa kamu betah?." Tanya Pak Darma.
"Betah pak. terima kasih Pak, Sudah baik sama saya, saya sangat senang dan bersyukur bertemu dengan orang baik seperti Bapak, Kalau Bapak tidak membawa saya, saya tidak tahu apa yang terjadi pada saya di luaran sana." Ucap Nara, Sembari menahan tangis nya yang rasa nya ingin pecah.
"Sama sama Nara, Kita sebagai manusia harus saling menolong kan, Karena kamu anak yang baik, itu sebab nya takdir mempertemukan kita, Saya harap kamu bisa betah bekerja bersama saya, Saya sangat suka masakan kamu, saya ingin kamu memasak untuk saya setiap hari."Ucap Pak Darma.
__ADS_1
Nara tersenyum dan mengangguk. "Iya Pak, Saya pasti akan melakukan yang terbaik dalam perkerjaan saya, karena Bapak sudah baik sama saya."Ucap Nara.
Pak Darma mengangguk. setelah mobil pak Darma sampai di sebuah Butik, Nara dan pak Darma pun turun dari mobil, kedua nya masuk ke dalam butik langganan pak Darma.
"Pilih lah pakaian yang kamu mau pakai Nara, Pilih lah sebanyak mungkin, karena akan kamu gunakan setiap hari kan."Ucap Pak Darma.
Nara dengan ragu melihat pakaian pakaian yang terlihat mahal bergantung, sementara Pak Darma tampak mengobrol dengan Pemilik butik yang adalah teman nya.
Nara menarik sebuah Label harga dan melihat nya, ia terkejut dengan harga yang tertera di label harga.ia menelan Saliva nya.lalu beralih ke arah lain, dan melihat pakaian yang polos dan terlihat biasa, namun tetap saja Nara masih tidak mampu untuk mengambil dan menjadikan nya milik nya.
Pak Darma yang melihat Nara ragu ragu, lalu berjalan menghampiri wanita itu.
"Bagaimana Nara, sudah kamu pilih mana yang kamu mau?." Tanya Pak Darma.
"Maaf Pak, Saya tidak ada yang cocok sama pakaian disini, Apa boleh kita pindah tempat lain saja?." Tanya Nara dengan ragu ragu.
Pak Darma mengerutkan kening nya, Ia pun mengangguk. "Boleh, tapi kemana kamu ingin membeli?." Tanya Pak Darma.
"Apa disini ada pasar Pak?, Biasa nya di pasar banyak orang jual pakaian juga seperti di kampung ku."Balas Nara dengan antusias ketika Pak Darma menanyakan dimana ia akan membeli pakaian.
__ADS_1
"Baik lah, Tunggu sebentar ya, Saya ambil pakaian saya dulu dengan mereka, kamu duluan saja kemobil."Ucap Pak Darma.
"Iya Pak." Nara mengangguk dan berjalan pergi dari sana.