
Dua hari berlalu dari hari itu,Kenzi kembali mendapatkan pesan saat ia sedang berada di Bandara dan akan menuju pulang ke Indonesia.
Kenzi tidak sempat membaca pesan penting itu,karena ia masih harus menemani para kliennya untuk makan siang di sebuah restoran yang ada di Bandara tersebut.
Dalam pekerjaannya,Kenzi sangat profesional.Oleh sebab itulah jasa layanan tour guide nya dibanjiri banyak peminat.
Setiap ia berpergian kemana saja,ia selalu membuat Vlog yang akan ia posting di laman Blog pribadinya dan juga kadang di akun YT miliknya.Dari situ ia juga mendapatkan tambahan pundi-pundi yang tak sedikit, karena ternyata subscriber nya sudah mencapai puluhan juta orang.
"Mas Kenzi,kita nanti berpisah sampai di airport aja kalau sudah tiba di Jakarta.Segala biaya sudah saya transfer sisanya ke rekening Mas Kenzi."Kliennya itu memperlihatkan bukti transfer di ponselnya kepada Kenzi.
Kenzi segera mengeceknya,ternyata benar sudah masuk.
"Terimakasih,senang bisa bekerja sama dengan Anda.Kalau seandainya nanti butuh jasa guide lagi,silahkan hubungi saya lagi."Kenzi menyalami kliennya itu.
"Tentu saja Mas Kenzi,kami juga puas sekali dengan servis yang Mas Kenzi berikan," jawab kliennya itu.
"Kalau begitu kita langsung menuju pesawat saja,25 menit lagi pesawat akan take off. Mari... "
Kenzi mengajak rombongan kliennya itu menaiki pesawat setelah makan siang mereka sudah selesai dan boarding.Kemungkinan dalam perjalanan nanti mereka akan transit dulu beberapa jam di negara asal maskapai yang mereka pakai.
Selama di dalam pesawat,Kenzi sama sekali tidak mengecek ponselnya setelah ia mengubah pengaturannya ke mode pesawat.Kenzi hanya sibuk memainkan kamera📷 nya yang berisikan foto-foto hasil jepretannya selama di Swiss beberapa hari ini.Ia pun memotret langit malam yang diselimuti awan gelap dari jendela pesawat.
Entah mengapa hatinya merasa tidak nyaman,seperti ada sesuatu yang mengganjal dan membuatnya cemas.Tapi Kenzi tidak tahu apa itu?.
"Ada apa ini? mengapa rasanya sesuatu yang buruk sedang terjadi?." batin Kenzi tak menentu.
Rasanya Kenzi ingin cepat-cepat sampai di Indonesia,ia sangat mengkhawatirkan sesuatu.Pesawat yang membawanya pun kembali terbang setelah sempat transit.
Belasan jam sudah berlalu sejak awal penerbangan tadi dan akhirnya ia bisa mendarat di Indonesia dengan selamat.
Setelah berpisah dari rombongan kliennya,Kenzi segera memanggil taksi. Kebetulan banyak taksi yang kosong setelah mengantarkan penumpang.
Didalam taksi itu,Kenzi membuka ponselnya dan mengubah kembali pengaturannya,ia baru mendapati banyaknya pesan dari sang adik,Cellyna.Tak terasa air mata mulai menetes membasahi pipinya,ia tak menyangka kalau orang yang ia benci namun juga ia cintai telah kembali ke pangkuan yang maha Kuasa.
"PAPAAAA...... "
Kenzi berteriak sejadi-jadinya sehingga membuat sang supir taksi itu mengerem mendadak karena kaget.
Na'asnya,bukan itu saja yang terjadi.Sekarang sebuah mobil di belakangnya juga terpaksa ikut mengerem mendadak dan berakhir dengan tabrakan.Untung saja akibat dari tabrakan itu tidak terlalu parah,namun tentu saja bamper bagian depan mobil mewah itu kini penyok bersamaan dengan bamper mobil taksi yang ditabrak dibagian belakangnya juga penyok.
__ADS_1
"Mas ini kenapa sih teriak-teriak?!" bentak sang supir taksi.
"Maaf Pak,tadi saya baru mendapatkan kabar kalau Papa saya baru saja meninggal kemaren sore."Kenzi tak dapat menyembunyikan rasa bersalahnya sekaligus kesedihannya.Kini dirinya dan Cellyna benar-benar sudah menjadi yatim piatu.
Ia menyadari kalau peristiwa tabrakan ini terjadi karena ulahnya.Kalau tadi ia tidak shock dan berteriak,tidak mungkin Bapak supir taksi itu sampai mengerem mendadak karena kaget dan kecelakaan itu juga tidak akan terjadi.
"Tok.... Tok... Tok... " suara kaca taksi itu diketuk dengan keras dari luar.
Kini seorang ibu-ibu berhijab sedang mengomel panjang lebar karena kesal.Ternyata ibu-ibu itu adalah pemilik mobil mewah yang ada di belakang taksi.
"Keluar Pak, itu mobil saya gimana?"ucapnya dengan penuh emosi."Anda harus bertanggung jawab,karena Anda mobil saya sampai penyok!" geram ibu-ibu itu.
"Iya, maaf Bu. Tapi semua itu karena salah Mas yang di dalam.Saya kaget karena teriakkan nya dan saya jadi ngerem mendadak Bu."Bapak supir taksi yang bernama Juned itu jadi kebingungan sambil menggaruk lehernya yang mendadak gatal.
"Mas,hey...!!anak muda!keluar kamu!. " ujar ibu-ibu itu sambil membuka pintu taksi bagian belakang.
"Iya, sebentar." Kenzi keluar dari taksi sambil menghapus air matanya.Ia mencoba menetralisir rasa sedihnya yang mendalam.
"Laki-laki kok cengeng,gak ingat sama umur. Kelihatannya kamu ini sudah gede loh.Kok masih nangis, dasar aneh!" gerutu ibu-ibu itu.
"Maaf Bu, Mas ini bilang ia baru saja menerima kabar kalau Papanya meninggal dunia Bu, " jelas Pak supir taksi.
Kenzi yang dari tadi hanya berdiri tenang langsung mengeluarkan dompetnya."Berapa yang Ibu mau,silahkan sebutkan jumlahnya?"tanya Kenzi datar.
"Saya gak mau selesai disini saja,kita kan belum tahu seberapa parah kerusakan mobil saya. " Ibu-ibu itu masih nyolot tak terima.
"Mobil saya juga Mas,semua ini kan gara-gara Mas nya juga!,"ujar Bapak supir taksi.
"Oke,Ibu dan Bapak tenang saja.Saya pasti akan bertanggung-jawab atas semua biaya perbaikannya.Ini kartu nama saya,dan ini uang tunai yang saya punya saat ini di dompet saya.Bapak sendiri tahu kan kalau saya baru pulang dari luar negeri, jadi tak banyak menyimpan uang rupiah."Kenzi memberikan kartu namanya masing-masing satu kepada Bapak supir taksi dan Ibu-ibu pemilik mobil Alphard itu.
"Kenzi, tour guide?" ucap keduanya sembari membaca kartu nama yang Kenzi berikan.
"Hanya seorang tour guide,apa kamu mampu membayar semua biaya perbaikannya?." Ibu-ibu yang tak lain adalah Bunda Diana itu sepertinya tidak percaya akan kemampuan seorang Kenzi.
"Maaf Bu,saya janji pasti akan membayar semuanya.Tapi saya mohon pamit dulu, karena saya harus buru-buru menghadiri pemakaman Papa saya. " Kenzi tidak punya banyak waktu.
"Bapak,boleh antar saya dulu kerumah saya?" tanya Kenzi kepada supir taksi yang tadi ia tumpangi.
"Boleh deh,sekalian saya bisa tahu alamat pastinya Mas ini. "
__ADS_1
"Saya permisi dulu ya,Bu." Dengan sopan Kenzi berpamitan dengan Bunda Diana yang belum ia kenal itu siapa,dan entah hubungan seperti apa yang akan tercipta antara dirinya dengan wanita itu dimasa yang akan datang.
Bunda Diana sedikit merasa kasihan karena melihat air mata yang masih tersisa di sudut mata pemuda itu,sehingga ia pun membiarkan Kenzi pergi dari sana bersama Bapak supir taksi yang membawanya.
"Kasihan juga tuh anak muda,semoga aja masih bisa bertemu dengan jenazah Papanya, "ucap Bunda Diana sambil berjalan menuju mobilnya.
Ternyata ia baru saja mempekerjakan seorang supir baru,dan supir itu saking shocknya dari tadi hanya berdiri disamping mobilnya karena ketakutan.
"Lain kali kalau nyetir itu lihat-lihat kedepan baik-baik,kalau masih bisa dihindari, dihindari. Jangan ditabrak!"marah wanita itu.
"Maafkan saya Bu, " ucap supir barunya yang bernama Baim.
"Kali ini saya maafkan,untung pemuda itu mau tanggung jawab."
Bunda Diana minta supirnya untuk mengantarkan ia pulang terlebih dahulu,baru setelah itu sang supir baru diminta mengantarkan mobilnya ke bengkel langganan nya untuk di service.
*
*
*
Tiba dirumah juga akhirnya
"Kamu bawa mobil ini ke bengkel langganan saya, ini alamatnya. Jam segini belum tutup bengkelnya.Saya sudah menelpon pemiliknya. Awas, jangan sampai salah bengkel!" Omel Bunda Diana.
Mendengar ada suara omelan Bunda nya, Ryra jadi penasaran.Ia yang sudah kembali dari kantor lebih dulu,tadinya tengah bersantai di taman samping rumahnya sambil menikmati sepiring kue yang tadi ia buat bersama Bik Oni sehabis pulang kerja dan ditemani dengan teh manis hangat.
Ryra pun menghampiri Bunda nya,"Loh, mobil Bunda kenapa? " tanya Ryra.
"Nabrak," jawab Bunda Diana singkat.
"Kok bisa?" tanya Ryra lagi.
"Tuh,gara-gara si supir baru sama anak muda penumpang taksi yang kena tabrak, " jelas Bunda Diana.
Untung saja,Pak Baim sudah melajukan mobil itu, jadi dia gak denger apa yang Nyonya nya bilang barusan.
"Baru dua hari bekerja, tuh supir baru dah ngerusakin mobil Bunda. " Bunda Diana tak henti-hentinya mengomel.
__ADS_1
"Sabar ya Bund,"ucap Ryra sambil mengusap-usap lengan atas sang Bunda agar bisa lebih tenang dan gak marah-marah lagi.