Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Lupa Waktu


__ADS_3

Sudah satu jam berlalu,keduanya sudah menyelesaikan makan siang.Ryra berdiri dan memanggil seorang pelayan,ia ingin membayar semua tagihan itu.Namun Kenzi mencegah dirinya.


"Mana ada seperti itu,biar aku yang membayarnya.Aku ini laki-laki, masa' cowok di bayarin sama cewek sih, " ujar Kenzi.


Kenzi mengeluarkan beberapa lembar uang tunai untuk membayar tagihan itu.Ryra hanya bisa bilang, "Terimakasih."dan tersenyum.


"Sudah santai aja,ini memang sudah seharusnya kok aku yang bayar." Kenzi menepuk pundak Ryra dengan lembut.


"Iya, terimakasih sekali lagi.Aku fikir,karena aku yang ngajakin ketemuan,jadi..aku aja yang bayar."Ryra tak bisa menyembunyikan pipinya yang merona seperti tomat.


" Tapi aku tidak akan membiarkan hal itu, selama kamu bersamaku, kamu adalah tanggungjawab ku, "ujar Kenzi.


Ryra tersipu mendengarnya,ia sangat senang sekali. Ternyata Kenzi adalah pribadi yang hangat dan juga baik,wajar saja kalau sekali lihat langsung bisa jatuh cinta pada sosok pemuda tampan itu.


Namun Ryra sama sekali tidak sadar, kalau dirinya sudah keluar dari kantor begitu lama.Ini sudah lewat jam makan siang, dan semua karyawan yang lainnya sudah balik ke kantor kembali.


" Dimana Bu Ryra? kok ruangan beliau masih kosong?"tanya rekan satu divisi nya bernama Devi.


"Gak tau??tadi beliau keluar sebelum jam makan siang, tapi sampai saat ini belun kembali juga, " jawab Rama, karyawan yang satu lagi.


"Bagaimana kalau ada yang bertanya dan ingin bertemu dengan beliau? "


"Kita jawab aja yang sebenarnya, lagian Bu Ryra juga baru sekali ini kok keluar gak bilang-bilang mau kemana," ujar Rama,satu-satunya karyawan pria di bagian pemasaran.


"Kamu kok tau banget,kalau baru kali ini Bu Ryra keluar kantor gak ilang-bilang?Kamu pasti perhatiin dia terus ya, sampai-sampai tau banget kapan dia pergi. " Devi malah menggodanya.


"Andai aja Bu Ryra mau sama saya, " ujar pemuda itu.


"Kalau begitu,kamu harus mau saingan sama Pak Fauzan.Kelihatannya beliau sangat gencar mendekati Bu Qaryra,Bu Ryra nya secantik itu,pasti akan banyak yang mau,"ujar Devi lagi.


" Hmmmm, kata-kata kamu bikin aku jadi down tau gak sih!?"Rama meninggalkan Devi kembali ke kubikelnya.


"Huuu, gitu aja nyerah, bagaimana bisa dapetin Bu Ryra kalau begitu. "


Suasana kantor kembalikan hening, semua orang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


Suara langkah kaki teratur itu memasuki ruangan divisi pemasaran yang di pimpin oleh Ryra.Semua orang menoleh kepada pemilik sepatu yang suaranya sangat seirama.


"Ibu Direktur, "bisik mereka satu sama lain.


"Apa atasan kalian ada di ruangannya? "tanya Bunda Diana.Entah angin apa yang membawanya datang langsung kemari.


" I.. itu,eghhhhh anu, "Devi menjawab dengannya gugup, membuat Bunda Diana tidak sabar untuk melihat Ryra di ruangannya.


Tanpa menunggu penjelasan dari Devi, Bunda Diana langsung masuk ke dalam ruangan kerja putrinya itu.Ia bisa merasakan kalau Devi gugup dan berusaha untuk menutupi kalau putrinya itu pasti tidak ada di kantor.


Benar saja, tidak ada Ryra di ruangannya.Wanita itu keluar lagi setelah memeriksa kantor Ryra.Ia menutup pintunya dengan keras.


" Dimana atasan kalian? kenapa tidak ada di ruangannya?"tanya Bunda Diana dengan tegas.


"Maaf Bu,kami juga tidak tahu di mana beliau.Beliau tiba-tiba pergi sebelum jam makan siang."Devi menjelaskan apa yang ia ketahui kepada Bunda Diana.


Wajah Bunda Diana berubah murka,ia sangat kesal kepada putrinya itu.Bisa-bisanya Ryra melanggar lagi peraturan yang ia buat.Baru tadi pagu ia memarahi putrinya itu.


"Dimana dia sebenarnya? " Bunda Diana terus berfikir.


"Kamu! " tunjuk Bunda Diana kepada Devi.


"Nanti kalau atasan kamu kembali,tolong suruh dia menghadap saya ke atas! " ujar Bunda Diana dengan tatapan tajam.


Wajahnya sudah sangat kesal,akhir-akhir ini putrinya itu banyak bikin kesal.Ada aja tingkahnya,sampai-sampai membuat Bunda Diana jadi pusing.


"Baik Bu,pasti akan saya sampaikan."ujar Devi.


Setelah Bunda Diana meninggalkan ruangan itu,para karyawan segera saling berbisik.


"Gilaaa! killer banget Bu Bos kita.Aku khawatir,nanti Bu Ryra bakal di marahin habis-habisan karena meninggalkan kantor di waktu jam kerja." ujar Rama.


"Ah kamu, pake khawatirin Bunda Ryra segala. Kayak kalian berdua ada hubungan aja, " ujar Devi.


"Biarin, siapa tau suatu saat nanti hatinya Bu Ryra tergerak untuk melihat pada ku. " bual Rama.


"Iya in aja dah,ribet amat.Jantung ku ampe hampir copot tau gak?lihat Bu Direktur kita datang kemari.Mana ngomongnya sama aku, lagi. " 😨Devi berkeluh kesah.

__ADS_1


"Udah....,baru gitu aja kok takut.Mending lanjutkan kerja siapa tau nanti bisa naik jabatan."Seru yang lainnya di ruangan itu.


"Iya, benar.Ngapain kalian berdua malahan ribut aja dari tadi.Ganggu kita-kita aja tau gak?! " kesalahan yang lain.


Akhirnya Rama dan Devi kembali menatap layar komputer di hadapan mereka masing-masing.Bekerja di bawah Ryra memang tidak begitu ada tekanan, gadis itu selalu bersikap baik kepada siapa saja.Sehingga tanpa dia mintak pun,semua orang pasti akan bekerja dengan sebaik mungkin.


****


Ryra melirik jam di tangannya,tak terasa sudah dua jam dirinya meninggalkan kantor.


"Ha??! 😲"ia terkejut.


" Ada apa? "tanya Kenzi.


" Aku lupa kalau aku masih harus bekerja,ini sudah dua jam aku meninggalkan kantor. Bisa-bisa nanti aku kena marah, "ujar Ryra.


" Sama Bunda mu? "tanya Kenzi.


" I.. ya, pasti Bunda akan sangat marah kalau beliau sampai tau aku gak ada di kantor. "Ryra memijit antara dua alisnya.Kepalanya mendadak pusing, dia bingung harus bagaimana.


" Sudah, jangan khawatir ya. Aku akan mengantarmu kembali ke kantor mu, "ujar Kenzi.


Ryra mengangguk,ia bersedia di antar oleh pemuda itu tanpa berfikir panjang lagi.Ini sangat mendesak,ia harus segera sampai di kantornya secepat mungkin.


Kenzi pun membawa Ryra ke parkiran Restoran,Ryra terkejut karena Kenzi masih menggunakan mobil yang sama.Mobil Sport berwarna merah itu terparkir dengan apik di sana.


" Kenapa malah bengong?ayo buruan masuk. Katanya mau cepat sampai, "ujar Kenzi.


" Ah, iya. Ayo, "Ryra memasuki mobil mewah milik Kenzi.


Mereka pun akhirnya tiba di depan gerbang perusahaan tekstil milik keluarga Ryra itu.


" Aku masuk dulu ya Bang, terimakasih sudah di traktir dan di antar. "Ryra terlihat terburu-buru mengucapkan salam perpisahan.Gadis itu bergegas masuk ke dalam gedung perusahaan tanpa mendengarkan apa yang Kenzivaro ucapkan setelahnya.


" Eh,tunggu dulu.Tas kamu! "


Kenzi Menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum.Karena panik,gadis itu sampai tidak sadar kalau tasnya masih tertinggal di jok mobil Kenzi.Ryra langsung lari agar bisa cepat mencapai ruangannya.


Tanpa ia sadari, sekarang seseorang sedangkan memperhatikan dirinya lewat CCTV.

__ADS_1


"Dari mana saja anak itu?! " Bunda Diana geram melihat tingkah laku putrinya yang sedikit aneh dan tidak biasa belakangan ini.


Baru tadi malam Ryra membuatnya kesal setengah mati, eh.. sekarang gadis itu malahan mengulanginya lagi.Membuat Bunda Diana mengepalkan tangannya geram.


__ADS_2