
Kenzi, Tuan Axel, dan juga Cellyn sudah berada di ruang makan.Para pelayan baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk mereka.Tuan Axel terlihat sangat bahagia malam ini, walaupun hatinya masih bersedih mengingat istri yang baru saja ia ceraikan, tapi kehadiran Kenzi sudah merubah perasaan sedihnya itu menjadi kebahagiaan.
"Papa kenapa senyum-senyum terus seperti itu?" tanya Kenzi.
"Papa merasa senang kalau kamu benar-benar ingin kembali ke sini lagi.Papa harap kamu tinggal di sini dan gak pindah-pindah lagi ke apartemen kamu itu." Tuan Axel malah berharap lebih.
Kenzi berdeham, "Ehemm."Pemuda itu mengumpulkan semua keberanian nya untuk berbicara soal perusahaan kepada sang Papa.
" Begini Pa, sebelum kita mulai makan malamnya,ada sesuatu yang ingin Ken sampaikan sama Papa. "Akhirnya Kenzi berani juga.
" Ada apa? apa ada hal yang penting?"tanya Papa nya.
"Iya Pa, ini sangat penting buat Ken." Kenzi sudah tidak bisa menutupinya lagi.
"Coba kasih tau Papa, mengenai apa? " tanya Sang Papa lagi.
Kenzi nampak sedikit gerogi, ia takut kalau sang Papa akan merasa kalau keputusannya untuk masuk ke perusahaan milik Papa nya itu terlalu cepat dan terburu-buru hingga terkesan aneh.
"Ayolah, katakan saja. Apapun itu, kalau menyangkut kebaikan pasti Papa akan selalu mendukung kamu. "Tuan Axel Fernando sang Papa malah jadi penasaran dengan apa yang ingin Kenzi katakan.
" Begini Pa,apa boleh aku mulai masuk bekerja di perusahaan Papa? kalau boleh, jadi pegawai biasa juga gak apa-apa, Pa, "ujar Kenzi.
Tuan Axel terkejut, tapi ia sangat senang sekali setelah mendengar ucapan Kenzi barusan.
" Kamu sungguh-sungguh? "tanyanya.
" Iya Pa, tapi Ken hanya menyisakan satu kali tour lagi di akhir bulan ini. Jadi kemungkinan, setelah masuk kerja di perusahaan Papa, Ken masih harus menyelesaikan satu tour itu, kali ini Ken hanya tour keliling Asia tenggara aja kok Pa,setelah itu Ken akan fokus kerja untuk bekerja di perusahaan."
"Baiklah,tidak apa-apa.Walau bagaimana pun kamu memang tetap harus bertanggungjawab dengan pekerjaan yang sudah kamu ambil. Kamu selesaikan saja, setelah itu kamu bisa bekerja sampai kapanpun di perusahaan Fernando group,lagi pula semuanya itu menang punya kamu." Tuan Axel menepuk pundak putera nya itu.
__ADS_1
"Terimakasih Pa, " ujar Kenzi.
Cellyn juga sangat gembira karena dengan demikian, Sang Kakak akan sering ada di rumah ini.Tapi dia tidak tau kalau Kenzivaro melakukan semua ini demi siapa, tidak ada satu orang pun yang curiga dengan perubahan Kenzi yang sangat cepat mengambil keputusan untuk kembali ke perusahaan itu.
****
Makan malam yang di rencanakan oleh Bunda Diana untuk mencarikan jodoh sang putri juga sedang berlangsung.Para tamu yang sudah di undang secara khusus, kini sudah berdatangan satu persatu ke restoran yang sudah ia booking.
Semua tamu datang lengkap dengan keluarga mereka,total seluruh keluarga ada yang membawa dua anak mereka yang laki-laki dan juga perempuan.Ada 15 tamu dari empat keluarga ternama yang di undang.
Restoran mewah itu di sulap seperti sebuah taman bunga,dekorasinya pun bukan dari bunga sembarangan, semuanya bunga-bunga segar yang di import.Pihak Florist yang Bunda Diana percayakan untuk mendekorasi pesta syukuran ini adalah toko bunga langganan nya.
"Wah, keren sekali Jeng Diana dekorasinya, " puji Nyonya dari keluarga Luwis.
"Terimakasih Jeng Viona,anda terlalu memuji😁, " ucap Bunda Diana.
"Kok hanya Jeng Diana dan suami aja,anak-anak Jeng di mana? " tanya Tuan Bagaskara yang baru saja bersalaman dengan suami istri itu.
"Oh, mereka masih belum selesai bersiap.Silahkan masuk dulu, " Bunda Diana terus tersenyum kepada semua tamunya.
Semua tamu sudah hadir, tak terkecuali para pemuda yang akan ia seleksi untuk dijadikan calon menantunya.Putera dari ke empat keluarga kaya itu memang semuanya tampan dengan porsinya masing-masing.Mereka terlihat perlente dengan harta kekayaan orang tuanya masing-masing.Jas yang rapi, rambut klimis, dan juga aksesoris mewah.Sangat jauh berbeda dengan tampilan Kenzivaro yang casual.
Entah kenapa Bunda Diana jadi teringat dengan wajah pemuda yang pernah ia marahi kemaren itu.
Tak berselang lama,Bunda Diana meminta Ryra untuk segera turun dari lantai dua restoran, gadis itu sudah di dandani sedemikian rupa agar terlihat semakin cantik paripurna.
Malam ini, Ryra juga mengenakan gaun yang sangat indah berwarna merah hati dengan aksen hitam.Semuanya seperti biasa, dipilihkan oleh sang Bunda yang tukang ngatur.Ryra mau tak mau mengenakannya saja,ia tidak bisa menolak meskipun dirinya tidak ingin memakainya.
Gadis itu turun dengan anggun, sehingga membuat semua mata memandang ke arahnya.Decak kagum keluar dari mulut para pemuda yang datang bersama para orang tua merek itu.
__ADS_1
"Wow, cantik sekali, " ucap mereka.
Tapi ada juga dari mereka yang merasa seperti pernah melihat gadis yang sedang menuruni tangga itu,tapi di mana???
Ryra di persilahkan duduk di sebuah kursi yang sudah di siapkan oleh sang Bunda tepat di samping beliau sendiri.
"Ayo, duduklah. " Perintah sang Bunda.
Ryra pun menurut saja,toh dirinya tidak akan bisa menolak.Semua mata juga terus tertuju ke arahnya, begitu juga pria yang dari tadi penasaran pernah melihat gadis itu,entah di mana.
Para pelayan sibuk wara-wiri menyiapkan makanan pembuka untuk semua orang, tapi sampai saatnya ini,Abangnya Ryra si Kevin belum juga nampak batang hidungnya.Entah di mana pemuda itu sekarang, tapi satu hal yang pasti, Kevin palingan malas datang ke acara perjamuan seperti ini.
Ayah Hendra juga dari tadi menghubungi puteranya itu, tapi Kevin tak pernah mengangkatnya."Dimana anak itu,bukankah hari ini dia tidak ada tugas malam? "bisik Ayah Hendra di telinga Bunda Diana.
" Sudah Yah, biarkan saja Kevin. Nanti juga dia akan datang, Bunda tadi sudah mengirimkan pesan ke Whatsapp nya. "Bunda Diana meminta suaminya itu untuk menghormati para tamu mereka dengan berhenti bicara bisik-bisik di telinganya.
Ayah Hendra jadi kesal, ia tahu betul apakah tujuan Bunda Diana di balik makan malam ini.Makan malam yang berselimut acara cari jodoh untuk putri mereka.
Ryra hanya menunduk saja dari tadi, ia tidak berani untuk mendongakkan kepalanya, entah kenapa ia merasa kalau semua orang sekarang sedang menatap dirinya.
Gadis itu malu dengan dandanannya yang heboh malam ini, walaupun ia tampil sangat cantik dan elegant, tapi ini untuk pertama kalinya dirinya memakai make-up lengkap seperti ini.
" Siapa nama anak gadis Jeng ini, cantik sekali.Pasti Panji kami akan suka kalau bisa berpasangan dengannya. "Nyonya Yudhistira sudah lebih dulu membuka obrolan soal perjodohan.
" Ah, Jeng Widya ini.Kalau sama Rendy kami pasti lebih cocok, iya kan sayang. "Nyonya Bagaskara pun tak mau kalah.
Ryra merasa dirinya sudah seperti barang dagangan saja, ditawar sana-sini.Tiba-tiba putera dari keluarga Luwis bersuara, " Apa kita pernah bertemu sebelumnya? "tanya nya pada Ryra.
Gadis itu pun mendongakkan kepalanya, melihat siapa yang sedang mengajaknya bicara.Betapa terkejutnya Ryra saat ia melihat siapa pemuda yang sedang bertanya kepadanya,pemuda itu nampak tidak asing, Ryra jadi teringat akan kejadian kemarin malam, saat dirinya dan Dinda sedang berada di Cafe Tower.Gadis itu pun langsung terkejut sambil menutupi mulutnya dengan kedua telapak tangannya. 😲
__ADS_1