Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Di Larang Bertemu Dinda


__ADS_3

"Ayo kita pulang! kita bicarakan semuanya ini di rumah!" Ujar Bunda Diana pada putrinya.


"Dan kamu! awas saja kalau kamu terbukti menganiaya dan melecehkan putri saya! saya akan laporkan kamu ke Polisi!! " Bunda Diana lalu mengancam Kenzi dengan menunjuk pemuda itu tepat di depan wajahnya.


Kenzi hanya diam,ia tidak mau terpancing.Ia hanya berniat menolong gadis itu dan tidak melakukan sesuatu yang salah sedikit pun.Apa yang perlu ia khawatirkan,coba?


Dengan emosi,Bunda Diana menarik tangan Ryra keluar dari apartemen Kenzi.Sementara Ryra terus menoleh ke belakang menatap Kenzi,mencari penjelasan dari mata pemuda itu akan kejadian yang sesungguhnya yang terjadi di antara mereka berdua.Di dalam hatinya,Ryra sangat yakin,kalau Kenzi pasti sudah melihat seluruh bagian tubuhnya dalam keadaan polos.Kalau tidak,bagaimana bisa ia terbangun dalam kondisi hanya mengenakan handuk yang hanya dililitkan sembarangan dan di lapisi selimut saja?


Entah apa yang sudah terjadi pada dirinya tadi malam di apartemen Kenzi.Ryra berfikir, ia harus meminta penjelasan detail nya pada Kenzi nanti.


flashback


Tadi malam, perasaan Bunda Diana tiba-tiba jadi gak enak, Ia terus mencoba menelpon Ryra,namun tak di angkat.Bunda Diana mengajak Bu Mira untuk segera pulang ke rumah.


Tapi Bu Mira terus meyakinkan Bunda Diana kalau Ryra aman bersama Dinda.Mendengar itu, Bunda Diana langsung menghubungi Dinda, namun Ponsel Dinda mati karena kehabisan daya.


Karena Dinda tidak bisa di hubungi,Bunda Diana ngotot ingin mengajak Bu Mira pulang.Perasaan seorang ibu memang lah peka,Bunda Diana bisa merasakan kalau putri nya itu dalam bahaya.


"Kita pulang Mir,perasaan ku gak enak.Ayo kita pamit pada teman-teman yang lain. " Bunda Diana menarik tangan Bu Mira untuk berpamitan dan segera meninggalkan pesta arisan reunian itu.


Bu Mira hanya bisa menurut saja,mereka langsung menuju ke rumah Bu Mira karena Bunda Diana ingin langsung menjemput Ryra untuk pulang bersamanya.Akan tetapi, ternyata Ryra dan Dinda tidak ada di sana.


"Entah di mana mereka?" Bunda Diana semakin resah.


Setelah lama menunggu berjam-jam,Dinda pulang dengan mobilnya yang sehat wal afiat dan tidak mogok sama sekali.Bunda Diana kaget karena Ryra tidak bersama Dinda.


"Di mana Ryra?bukankah dia pergi bersama kamu,Dinda?!" Bunda Diana melihat ke dalam mobilnya Dinda, namun tidak ada Ryra di sana.


"Kamu dari mana? tadi Ibu mu bilang kalau Ryra akan menginap di sini malam ini,apa dia ada di dalam?" tanya Bunda Diana dengan sedikit keras kepada Dinda.


Dinda terkejut karena mendapati Bunda Diana dan Ibunya Bu Mira sudah ada dirumahnya, "Mati aku, ada Bunda Diana di sini.Bagaimana ini??? "

__ADS_1


"Jawab Dinda!kenapa kamu diam aja? " tanya Bunda Diana.


"Sabar Di,jangan marah-marah gitu.Biar aku yang tanya padanya, " ujar Bu Mira mencoba menenangkan sahabatnya itu.


Bu Mira mendekati putrinya,Dinda."Kamu dengar tadi apa yang Bunda Diana tanyakan padamu? ayo di jawab.Kenapa kamu pulang sendirian,di mana Ryra? "tanya Bu Mira.


" Ryra..., Ryra... nya...,dia.. "Dinda gemeteran. Bagaimana mungkin ia menjawab kalau dirinya sudah menitipkan sahabatnya itu pada pria yang baru mereka kenal beberapa hari yang lalu?


Dinda memutar otaknya,ia harus bisa menguasai keadaan.Walau tidak semua adalah rencananya,ia tidak boleh salah dalam kata dan juga langkah. Dinda berharap, setelah ini semua akan baik-baik saja. Semoga sahabatnya itu bisa menemukan kebebasannya dan tidak hidup seperti dalam penjara lagi.


"Cepat jawab!!! " bentak Bunda Diana.Wanita 40 tahunan itu sudah tidak bisa bersabar lagi.


Dinda tersentak ketakutan,ia bingung harus bagaimana.Haruskah ia jujur,ah tidak.Ia harus mengatakan seperti apa yang sudah ia rencanakan tadi di perjalanan pulang,tidak boleh salah 'fikir nya.


Walaupun tadinya ia hanya ingin mengajak sahabatnya itu keluar dan bersenang-senang menikmati dunia luar dan memperkenalkan kepada Ryra sebuah tempat nongkrong baru yang asyik,tapi nyatanya terjadi hal yang tidak menyenangkan di tempat itu.Tiba-tiba ada tiga berandalan yang mengganggu mereka.


Akhirnya Dinda menceritakan sebagai mana yang sebenarnya,termasuk saat mereka di ganggu para berandalan itu dan di selamatkan oleh Kenzi,namun tidak dengan rencananya yang sengaja menitipkan Ryra kepada Kenzi untuk membuat keduanya menjadi dekat.Dinda hanya mengatakan, kalau Ryra di bawa duluan oleh Kenzi,sementara ia membetulkan mobilnya ke bengkel.


Bunda Diana terus mendesak Dinda untuk membawanya menemukan Ryra di rumahnya Kenzi.Namanya terdengar familiar di telinga Bunda Diana.


"Ta.. tau Bund,tadinya Dinda mau langsung ke sana setelah mobil Dinda selesai di perbaiki.Tapi sudah larut malam, Bang Kenzi itu cowok baik kok Bund,Bunda tenang aja ya," ujar Dinda.


"Kamu ini! bisa-bisa nya kamu meninggalkan Ryra yang sedang pingsan dengan seorang pria asing.Awas saja kalau terjadi apa-apa dengan putri saya!! "Ancam Bunda Diana.


" Maafkan anakku Dinda,ya Di, "Bu Mira merasa tidak enak dengan sahabatnya itu.Ia juga menatap putrinya, Dinda ,dengan penuh amarah.


" Kamu ya Din,Ibu gak habis fikir dengan apa yang ada dalam otak kamu itu! "Bu Mira juga memarahi Dinda.


" Aku ambil powerbank dulu di dalam, batre ponselku habis."Dinda berlarian ke dalam kamarnya, ia harus men charger ponselnya yang mati dengan powerbank.


Lalu ketiganya pergi menuju apartemen Kenzi , namun karena ada kemacetan karena ada kecelakaan di jalan,mereka baru bisa tiba saat menjelang pagi.

__ADS_1


Setibanya di depan apartemen Kenzi, Dinda hendak mencoba menghubungi Ryra, tapi ternyata Kenzi sudah mengirimkan kode kunci apartemennya padanya.Dinda pun langsung menekan password nya,dan mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam.


flash on


Kini Ryra sudah di bawa pulang,Bunda Diana memintanya untuk langsung ke kamar.Beliau sangat curiga dengan dandanan Ryra yang acak-acakan.Gadis itu bahkan tidak mengancingkan kemejanya dengan benar.


Bunda Diana mengikutinya sampai di kamar, "Lihat baju mu itu!apa sudah terjadi sesuatu antara kamu dan pemuda itu?! " tanya Bunda Diana dengan tegas.


Ryra baru sadar kalau kancingnya salah posisi,raut wajahnya semakin terlihat bingung. Bagaimana ia harus menjawab pertanyaan Bunda nya sekarang?


"Kenapa bengong? mau mengarang alasan?! " Wanita yang melahirkan nya itu semakin geram.


"Ti-tidak Bunda,Ryra tadi buru-buru memasang kancingnya. Jadi.... "


"Jadi kamu terburu-buru??!terburu-buru karena kalian sudah berbuat yang macam-macam, iya?! "Bunda nya kembali marah dan semakin marah.


" Gak kok Bund, aku juga gak tau kenapa aku bisa berada di sana.Seingatku aku dan Dinda masih di cafe,tapi setelah bangun, aku ternyata sudah di apartemen nya Bang Kenzi."jawab Ryra jujur.


"Apa kamu juga mengenalnya? " tanya Bunda nya lagi.


"I-i-iya ,Bunda, " jawab Ryra terbata.


"Jadi kamu sudah mengenal pemuda tour guide itu!! Oh, rupanya kamu tidak se polos yang Bunda kira! " Bunda Diana menghempaskan tas yang ada di tangannya di atasnya kasur.


Ryra tertunduk, ia juga masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi.Bagaimana dirinya bisa berakhir di apartemen Kenzi?gadis itu pun hanya bisanya menangis.


"Coba cek! apa bagian bagian tubuhmu ada yang sakit?kamu mengerti kan maksud Bunda!? " Lagi-lagi Bunda Diana membentaknya.


"Gak ada Bund, Ryra baik-baik saja. "


"Tidak usah bohong! dari kondisi kalian tadi, Bunda juga bisa tau kalau kalian itu ada apa-apa nya. " Bunda Diana terus mencecar putrinya itu agar mau bicara jujur padanya.

__ADS_1


"Sungguh Bunda, Ryra tidak tahu apa-apa,Ryra sudah katakan semuanya."


"Mulai sekarang,kamu tidak boleh bergaul sama Dinda lagi! " Bunda Diana langsung keluar dan meninggalkan kamar putrinya itu.


__ADS_2