
Kenzi bisa tenang sekarang, papanya akan mendukung usahanya untuk mendapatkan gadis pujaannya itu.Kenzi berjanji pada diri sendiri, untuk bisa menjaga kepercayaan papanya dalam menjalankan perusahaan nanti. Hitung-hitung sebagai wujud baktinya kepada sang Papa.
Pagi-pagi sekali, Kenzi sudah bersiap. Semua jas yang kemaren dia loundry ternyata sudah berjejer rapi kembali di lemarinya. Kenzi menatap semuanya dengan senyuman penuh semangat.
Hari ini, dia akan memperkenalkan dirinya dihadapan para Dewan Direksi perusahaan PT. FERNANDO Group
Kenzi memilih setelan Jas berwarna Navy, dengan celana berwarna senada,kemeja putih dan dasi berwarna hitam.Penampilan Kenzi sangatlah berbeda dari biasanya, dengan setelan Jas, ketampanannya langsung meningkat seratus kali lipat.
Kumis tipis yang biasanya menghiasi bagian atas bibirnya beberapa minggu ini, juga sudah rapi.Wanita manapun yang melihat, pasti akan tertawan dengan wajah tampannya.
****
Untuk memenuhi janjinya, Tuan Axel sudah mempersiapkan posisi yang bagus bagi Kenzi. Puteranya itu akan di angkat langsung menjadi CEO dari PT. Fernando Group miliknya.
Seperti anak emas, Kenzi dikawal dengan baik oleh beberapa bodyguard. Baru saja dia bersama sang Papa memasuki lobi kantor, semua orang yang melihat ,langsung terpesona. Dua pria tampan beda generasi itu berjalan dengan gagah memasuki kantor menuju ruang rapat.
Saat rapat berlangsung, Kenzi memperkenalkan dirinya sebagai pewaris sekaligus CEO selanjutnya dari perusahaan tersebut. Banyak juga yang meragukan kemampuan Kenzi, apalagi putera Tuan Axel itu, memang jarang dan bahkan tidak pernah terlibat dalam bisnis ini sebelumnya.
Walaupun demikian, tetapi tak ada satu orang pun yang berani buka suara untuk menentang keputusan Tuan Axel, karena saham terbesar perusahaan ini tetaplah milik pimpinan mereka, Tuan Axel dan sekarang Tuan Axel juga sudah memindahkan semua asetnya di Jakarta atas nama puteranya itu.
Jadi sudah jelas kalau saat ini, Kenzi memiliki hak atas perusahaan ini. Semuanya pun patuh dan mendukung Kenzi, apalagi setelah mereka tahu kalau Kenzi adalah lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia.
*****
Sementara itu, Ryra juga sedang diruang rapat di kantornya. Karena semua orang sudah mengetahui tentang identitasnya yang sebenarnya, Ryra jadi lebih dihormati.
Semakin banyak yang ingin berhubungan dekat dengannya, walaupun hanya sekedar berteman.Entah apa tujuan mereka, yang pasti sekarang semua orang-orang bersikap lebih ramah lagi kepadanya.
****
Tuan Axel memperlihatkan ruangan bar yang di siapkan khusus untuk Kenzi. Ruangan yang sangat besar, dengan dilengkapi ruang kerja, yang luas, toilet yang lengkap dengan jacuzzi, cermin yang besar,kamar tidur yang tersembunyi di balik dinding,dan juga ada sofa tamu yang besar.
"Wow, ini keren banget Pa, sudah kayak Apartemen Ken saja," ujar Kenzi takjub.
"Ini bukan apa-apa Ken, jika dibandingkan waktu yang sudah Papa sia-siakan selama ini karena tidak bisa bersama kamu,satu-satunya anak kandung Papa. " Tuan Axel menepuk punggung Kenzi dengan lembut.
__ADS_1
"Ken juga mau minta maaf sama Papa, kalau Ken gak keras kepala, mungkin Ken juga bisa bersama Papa sejak lama." Kenzi memeluk Tuan Axel sepenuh hati.
"Terimakasih Pa, sudah mau menerima Ken kembali, " ucap Kenzi.
"Sama-sama Nak, Papa juga berterimakasih karena kamu mau kembali, Mari kita bangun perusahaan ini bersama-sama. "
"Tentu Pa, pasti. Asal Papa selalu membimbing Ken dalam setiap langkah yang akan Ken ambil nantinya. " Ayah dan anak-anak itu kembali berpelukan.
****
Kenzi memang belum aktif bekerja hari ini, ini baru perkenalan saja. Dia baru akan bekerja setelah tour terakhirnya selesai. Akhir bulan ini Kenzi akan membawa rombongan tour ke luar negeri.
Setelah jam istirahat, Kenzi izin sama papanya untuk pergi ke perusahaan milik keluarganya Ryra. Dia ingin mengajak gadis itu untuk bertemu dengan Papanya kalau diizinkan.
*****
Kenzi masuk ke dalam gedung itu dan langsung menuju bagian resepsionis. Baru saja Kenzi akan bertanya mengenai Ryra, gadis yang dicarinya, ternyata baru saja keluar dari lift.
Ryra yang baru saja turun bersama para karyawan yang lain pun terkejut ketika melihat seorang cowok tampan dengan setelan jas yang gagah, ditambah kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, rambutnya juga tertata rapi.
Rara pun memperhatikan cowok tampan yang takut pernah terlihat sebelumnya itu. Kenzi melihat ke arahnya, cowok itu langsung melambaikan tangannya kepada Ryra.
Ryra jadikan bingung"Apa benar, aku yang di sapa sama tuh cowok? "fikir Ryra, bingung.
Karenanya tidak mau ke-geeran, akhirnya Ryra memutuskan untuk tidak menggubris panggilan Kenzi.
Ryra kembali asyik mengikuti obrolan para karyawannya.
" Jadilah makan dimana kita? "tanya Devi.
" Bagaimana kalau kita makan Mie tek-tek aja? "tanya Safa.
" Aku males ah, pengen makan masakan yang berat sekalian aja,nasi padang enak nih kayaknya, "sambung Rama.
" Bu Ryra bagaimana? "Rama bertanya kepada Ryra, karena dirinya ingi sekali bisa makan bareng bosnya itu. Ada sesuatu yang ingin dia sampaikan kepada Ryra, mungkin saja itu pernyataan cintanya kepada gadis yang di taksirnya sejak pertama Ryra masuk kantor .
__ADS_1
" Saya terserah kalian aja, deh."Ryra menyerahkan menyerahkan keputusan kepada para anak tim nya itu.
Namun baru saja Ryra akan melewati Meja Resepsionis, tangannya ditarik oleh cowok yang sedari tadii menatapnya dia balik kacamata hitamnya.
"Mau kemana sayang? " tanya Kenzi, membuat yang lainnya jugak ikutan berhenti.
Rama sangat kesal melihat tangan Kenzi yang menahan tangan Ryra. Dengan cepat, Rama berusaha melepaskan tangan Kenzi dari tangan Ryra, tapi Pemuda itu malah memperkuat cengkramannya.
Ryra meringis kesakitan. "Hey! lepaskan tangan Bu Ryra! " sergah Rama.
Kenzi tak menjawab, lalu dia malah membuka kacamata hitam yang menutupi matanya.
"Bang Kenzi??" Ryra terkejut sekali, ternyata cowok tampan dan keren itu adalah Kenzi.
Pantas saja, tadi dia merasa familiar dengan postur tubuh cowok itu.
Kenzi tersenyum, "Ya, ini aku, " katanya.
"Ya ampun, Bang.Bang Kenzi beda banget, " ujar Ryra sambil menutup mulutnya dengan tangan saking speechless nya.
Kenzi mendekati Ryra, keduanya saling pegang tangan , dan juga mereka saling menatap dengan senyuman.
"Apa kamu menyukainya? " tanya Kenzi.
Ryra mengangguk. "Tentu Bang, suka banget malah. Abang terlihat sangat tampan dengan setelan jas itu." jawab Ryra sambil terus tersenyum bahagia.
****
"Bisa kita makan siang berdua? " tanya Kenzi kepada Ryra.
"Tapi, aku gak enak sama teman-temanku. " ujar Ryra sambil menunjukkan rombongan mereka.
"Ajak aja sekalian sama kita, saat ini kamu dan saya diajak Papa buat makan siang bareng, mau ya ? " ajak Kenzi.
"Bagaimana ya, Bang? " Ryra masih perlu waktu untuk berfikir, dan pastinya minta izin kepada Bunda Diana tidak semudah membalikkan telapak tangan.
__ADS_1