Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Kena Marah


__ADS_3

Wanita paruh baya itu langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan sang putri.Rasa marah yang ada di dalam dadanya juga semakin bergejolak,Bunda Diana benar-benar kesal dengan kebiasaan baru Ryra yang menurutnya sudah di luar ekspektasinya.


Anak yang dia kira penurut,kini sudah mulai berubah semenjak ia kembali dari Belanda.Perubahan itu membuat Bunda Diana semakin ingin mempercepat perjodohan antara Ryra dengan salah satu anak dari rekan bisnisnya yang belum tau itu siapa yang akan ia pilih.


"Semua ini pasti gara-gara pemuda itu,tidak bisa di biarkan!" Bunda Diana berjalan cepat menuju ruangan Ryra setelah ia keluar dari lift yang membawanya turun.


"Siang Bu, " sapa beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.


Meskipun perangainya sudah di ketahui oleh semua karyawan,tapi sikap Bu Direktur mereka hari ini sangatlah aneh.Tak biasanya Bunda Diana berjalan secepat itu,seperti sedang mengejar sesuatu,wajahnya juga tidak ada ramah-ramahnya sama sekali.Terkesan sangar dan mengerikan.


"Bu Diana kenapa??Jangan-jangan ada yang lagi bikin beliau kesal. " ujar salah satu karyawan.


"Dengar-dengar tadi beliau sedang mencari Manajer pemasaran yang baru,yang cantik itu. Kabarnya karyawan baru itu,keluar kantor tanpa izin. "jawab karyawan lainnya bernama Niko.


" Gawat! jangan-jangan Mbak cantik itu bakalan di pecat. "sahut Edo dari Divisi keuangan.


"Iya,ayo kita lihat, "ajak Rina, rekan satu divisi nya.


"Mau,kalau kita ikutan di pecat juga? "ujar Niko.


"Eh, iya.Takut ah,mendingan kita balik aja ke ruangan kita." Rina membatalkan keinginannya.


*****


Ryra sudah memasuki kantor divisinya,para karyawan menatapnya dengan wajah cemas.


"Kalian kenapa?"tanya Ryra yang ikutan cemas.


"Bu Ryra dari mana aja? " tanya Sisi.


"Saya dari luar,makan siang."Ryra menjawab sebisanya.Memang dia dari makan siang 'kan?


"Tadi Bu Ryra di cariin sama Bu Direktur, " ujar Sisi.


"Iya Bu," tambah Devi.


Rama juga terlihat mencemaskan atasannya itu, "Mereka benar Bu,sebaiknya Bu Ryra segera menemui beliau.Biar saya temani,"tawar Rama.

__ADS_1


Wajah Ryra sudah berubah pias,iya juga jadi takut sekarang, takut kalau Bundanya sampai marah-marah kepadanya di depan para karyawan,tapi itu artinya statusnya sebagai anak pemilik perusahaan akan terbongkar.


"Tidak Perlu!! "


Semua orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh ke arah pintu utama divisi pemasaran.Di sana sudah ada Bu Dirut yang berdiri sambil bertegang pinggang.


Ryra mematung menatap mata sang Bunda yang melotot tajam ke arahnya.Wanita paruh baya itu langsung mendahului Ryra masuk ke ruangan kerja putrinya.


"Ikuti saya!" Perintah Bunda Diana saat melewati putrinya itu.


Mau tak mau,Ryra pun harus segera mengikuti sang Bunda masuk ke ruangan itu meski dengan sedikit gemetar.


"Tutup pintunya!" Ucap wanita yang sudah melahirkan dirinya itu,tegas.


Ryra pun hanya bisa tertunduk sambil menutup pintu ruangan itu dan menguncinya,berharap rahasia mereka tidak akan terbongkar.


"Dari mana saja kamu!!!? " bentak Bunda Diana.


"Aku.. aku.., aku tadi cuma keluar sebentar untuk makan siang Bund." Suara Ryra gemetaran.


"Sebentar dari mananya??!Jangan banyak alasan!tadi ada yang bilang kalau kamu keluar sebelum jam makan siang di mulai,kamu juga telat balik ke kantor!"Bunda Diana mulai menceramahi putrinya itu.


"Urusan apa sampai dua jam-an lebih kamu di luar sana!Atau jangan-jangan kamu pergi untuk menemui pemuda tour guide itu? iya!!?"Amarah Ibu dua anak itu sudah sangat membeludak, sampai-sampai dia lupa kalau ini sedang di kantor.


Tentu saja para karyawan yang berada di luar bisa mendengar semua pembicaraan Ibu dan anak itu.Walaupun Ryra sudah berusaha untuk berbicara pelan,tapi Bunda Diana malahan bicara keras-keras.


Sudah pasti para karyawan jadi bertanya-tanya kenapa Bu Direktur utama mereka bisa marah sebesar itu pada karyawan baru,apalagi tadi mereka juga mendengar Bunda Diana mengatakan tentang " Laki-laki itu. "


"Siapa yang di maksud Bu Diana,laki-laki itu? ." tanya Rama.


"Husssst🤫jangan keras-keras, nanti kita bisa kena semprot. Nyahok lo! " Sisi memperingatkan kepada sesama rekannya.


"Apaan sih?"Rama jadi kesal pada Sisi.


*****


Ryra terus menerus menerima kritikan dari Bunda nya,ia hanya bisa menundukkan kepalanya.Jujur,ia sangat malu dengan para karyawan, ingin rasanya ia menjawab semua ucapan Bunda nya yang menakutkan, tapi ia sadar,ini sedang di kantor.

__ADS_1


"Kenapa kamu hanya diam?pasti kamu bertemu laki-laki itu 'kan?!" Bunda nya kembali menekan dirinya untuk berkata jujur.


"I-iya, Bunda. "


"Tuh,benar kan apa yang Bunda bilang!"


Bunda Diana masih saja memarahi Ryra di ruangan itu,namun di tempat berbeda ada seseorang yang sedang mendatangi meja resepsionis untuk menanyakan , "Di mana ruangan Ibu Ryra? " tanya Kenzi.


"Maaf Mas,apa ada yang mau di sampaikan? kebetulan beliaunya barusan saja masuk tadi." ujar Mbak resepsionis.


"Iya,ini tasnya ketinggalan di mobil saya." jawab Kenzi.


Mbak resepsionis itu terus saja menatap wajah Kenzi yang tampan dan menawan.


"Mas ini pacarnya Bu Ryra ya?tanya Mbak resepsionis itu.


Kenzi hanya tersenyum malu-malu,walaupun kejelasan hubungan mereka belum ada titik terangnya, tapi setidaknya hubungan mereka sudah maju satu tahapan ke depan.


Ah,kenzi jadi teringat akan ucapan Ryra tadi di restoran, "Kita jalanin aja dulu. " Senyum pemuda itu mendadak jadi semakin lebar saja.


"Mas, hallo Mas, " Mbak Resepsionis menggerak-gerakkan telapak tangannya di depan wajah Kenzi yang sedang terlarut dalam lamunan.


"Ah, iya Mbak.Bisa di panggilkan Ibu Ryra nya ke sini? saya ingin memberikan tas ini secara langsung kepada orangnya 😊, " ujar Kenzi.


"Sebentar ya Mas,saya sambungkan dulu ke Bu Ryra,"ucap Mbak resepsionis itu sambil mengangkat gagang telepon dan menekan angka 5.


Panggilan tersambung,telepon di atas meja Ryra berbunyi nyaring.Kedua Ibu dan anak yang sedang berdebat itu sama-sama langsung menoleh ke arah telepon.


"Coba di jawab!dari siapa itu?! " Bunda Diana siap-siap memasang kupingnya baik-baik


."Loudspeaker! "Perintah Bunda Diana lagi.


Dengan malas Ryra mengangkat gagang telepon dan menaruhnya di atas meja,lalu ia menekan loudspeaker,"Iya, hallo.Dengan siapa ini?" tanya Ryra.


"Maaf Bu Ryra,ada cowoknya Bu Ryra di bawah.Katanya tasnya Ibu Ryra ketinggalan di mobilnya,sekarang tasnya ada sama Mas ganteng ini,Bu Ryra di minta untuk menemuinya di bawah sekarang juga ,Bu."


Mata Ryra membulat,ia yakin kalau cowok yang dia maksud adalah Kenzi dan parahnya sang Bunda juga mendengar semua itu tanpa ada satu katanya pun yang terlewat.Ryra segera menutup telepon itu.

__ADS_1


Wajah Bunda Diana sudah seperti dompet tanggung bulan,ditekuk berlipat-lipat.Raut amarah di wajahnya itu kembali terlihat jelas,ia langsung berjalan keluar dan membanting pintu itu dengan keras.


Ryra tersentak ketakutan,segera ia menyusul sang Bunda.Ia khawatir Bunda nya akan marah kepada Kenzi karena sudah mengajaknya bertemu,padahal sebenarnya dirinya lah yang mengajak Kenzi untuk ketemuan.


__ADS_2