Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Memberanikan Diri


__ADS_3

Derap langkah yang di timbulkan dari suara sepatu Bunda Diana terdengar memecah keheningan di sepanjang koridor kantor di lantai 3 itu.Begitu banyak pasang mata yang menatapnya,semua karyawan jadi heran melihat Ibu Direktur mereka itu.Pemandangan tak biasa yang baru kali ini mereka lihat.


Bunda Diana yang sedang berjalan dengan cepat menuju lift,disusul oleh Ryra di belakangnya.Dari wajah kedua wanita itu saja, semuanya bisa tau kalau sedang terjadi hal yang sangat buruk dan tidak baik-baik saja.Entah hal apa itu?mereka tidak tau pasti.


"Bu Diana kenapa ya?kok mukanya kayak sedang marah gitu?itu ngapain lagi manajer Pemasaran yang baru?kok ngikutin Bu Diana juga? "ujar beberapa karyawan sambil berbisik satu sama lain.


Di saat pintu lift terbuka,Bunda Diana segera masuk ke dalam lift,beliau tidak mengizinkan Ryra yang ingin ikut masuk bersamanya.


" Kamu tidak usah ikut! tunggu saja di sini! Biar Bunda yang akan menemui pemuda gak jelas itu! "Bunda Diana mencegahnya.


Tapi Ryra harus bisa menghentikan amarah bunda nya,ia juga tidak akan membiarkan kalau Bunda Diana sampai marah-marah sama Kenzi yang notabene tidak bersalah sama sekali.


" Bagaimana ini?Bunda sudah turun.Aku harus bisa mencegahnya."Ryra panik,ia harus bisa segera sampai ke bawah.Gadis itu berlari tunggang langgang menuruni anak tangga darurat,karena hanya ada satu lift di gedung ini.


Setelah berlarian menuruni tangga dengan kesulitan karena memakai high hills,akhirnya Ryra bisa tiba di lobby.


Terlambat!


Sekarang Bunda Diana sedang berhadapan dengan pemuda gak jelas yang ia maksud.Ryra jadi bingung harus bagaimana, ia tidak mau kalau terjadi keributan antara Bunda nya dan juga Kenzi.


Kenzi tersenyum ramah kepada Bunda Diana, "Assalamu'alaikum Tante, apa kabar? " sapanya ramah sambil ingin menjabat tangan Bunda Diana.


Bunda Diana hanya menatapnya dari atas hingga ke bawah dengan tatapan yang merendahkan.


"Kamu sedang apa di sini?!" tanya Bunda Diana sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Kenzi jadi bingung mau ngejawab apa,ia juga sudah tau kalau hubungan Ibu dan anak antara Bunda Diana dan Ryra itu seperti apa.Bisa di pastikan kalau Ryra akan mendapat masalah jika dirinya jujur.


"Sebenarnya, saya.... "


Baru saja Kenzi ingin menjelaskan,Ryra datang dan menyela pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Bang Kenzi,"panggil Ryra.


"Ryra?"Kenzi melihat ke arah Ryra yang datang dan berlari kencang ke arah mereka, begitu juga dengan Bunda Diana yang jadi semakin emosi ketika melihat Ryra masih datang,meski sudah ia larang.


"Ngapain kamu juga ikut turun?sana!kembali ke ruangan mu! " perintah Bunda Diana.


"Aku gak akan nuruti Bunda,kalau Bunda sampai berniat tidak baik sama Bang Kenzi. " Spontan,itulah jawaban yang keluar dari mulut Ryra.


Kenzi terkejut ketika Ryra bisa berbicara kasar seperti itu kepada bundanya,begitu juga dengan Bunda Diana yang merasa putrinya semakin berani menentang dirinya.


"Oh! jadi kalian ini benar-benar saling mengenal rupanya,kalian pacaran?" Wanita parubaya itu mengerutkan keningnya tak percaya,"Kamu fikir saya mau punya calon menantu seperti kamu! " Lagi-lagi Bunda Diana menatap Kenzi dengan tatapan yang merendahkan harga diri pemuda itu.


"Maaf Tante,apa maksud tante menatap saya seperti itu?" tanya Kenzi kesal.Baru kali ini ada orang yang bersikap apatis kepadanya.


"Apa masih kurang jelas,apa yang saya bilang tadi?! " ujar Bunda Diana lagi.


"Bunda sudah Bunda,maafkan Ryra.Semua ini bukan salahnya Bang Kenzi,aku yang ngajakin dia untuk bertemu tadi,"ujar Ryra.


Melihat itu,Kenzi tentu saja ingin membantu Ryra agar tidak terluka.


"Maaf tante,coba tante lihat ke sekeliling.Kita sedang jadi tontonan para karyawan tante sendiri.Sebaiknya kita berbicara di tempat yang lain."Kenzi menanggapi nya dengan begitu dewasa.


Bunda Diana nampak berfikir sejenak setelah melihat ke sekeliling,benar juga apa yang barusan Kenzi katakan,ia baru menyadarinya.Akhirnya beliau memberi kode agar Kenzi mengikuti dirinya berjalan ke sebuah ruangan,dari bentuk susunan meja dan kursinya,itu adalah ruangan rapat.


"Cepat katakan! Bagaimana ceritanya tas putri saya bisa ada sama kamu?!" tanya Bunda Diana geram.


"Tadi tas ini tertinggal di dalam mobil saya,saat saya mengantarkan Ryra kembali ke sini. "Kenzi menjawab dengan terus terang.


Ryra mengambil tasnya dari tangan Kenzi, " Terimakasih Bang, "ujarnya.


Kenzi pun menjawab, " Sama-sama, "disertai senyuman manisnya.

__ADS_1


Bunda Diana kesal bukan kepalang,bahkan dirinya sedang berada di sana, namun seperti dirinya di anggap tidak ada saja.


" Ryra, sebaiknya kamu segera kembali ke ruanganmu! "Bundanya kembali memerintah.


Kenzi menganggukkan kepalanya saat Ryra meminta izin padanya melalui isyarat mata dan anggukan kepala.


Kekompakan keduanya semakin membuat sang Bunda naik darah sampai menggelengkan kepalanya beberapa kali,di hadapan nya saja keduanya bersikap seperti ini, bagaimana kalau di belakang??


Setelah Ryra pergi dari sana, tinggallah Kenzi dan Bunda Diana yang berada di dalam ruangan itu.


" Sejak kapan? "tanya Bunda Diana tiba-tiba.


" Maksudnya? "Kenzi balik bertanya.


" Kamu dan anak saya saling mengenal? "


"Oh, itu. Sejak Minggu lalu, di Bandara,Tante," jawab Kenzi.


Sementara Bunda Diana jadi mengerti kalau Ryra pernah bilang ponselnya terjatuh di Bandara dan tertukar, "Jadi kamu orang nya? "


Kenzi terdiam,"Saya tidak mengerti maksud Tante."


"Ah, sudahlah.Pokoknya saya ingatkan sama kamu,kalau saya tidak akan pernah menyetujui hubungan antara kamu dan anak saya Ryra.Jadi,saya minta sama kamu untuk menjauhi anak saya itu,karena Ryra sudah di jodohkan." Bunda Diana hanya asal bicara.


Akan tetapi,perkataan Bunda Diana itu sukses membuat hati Kenzi terasa pedih.Rasa tidak rela jika gadis impiannya dimiliki oleh pria lain kini menghantuinya.


"Apakah benar-benar tidak ada kesempatan bagi saya untuk mendekati putri Tante?terus terang saja,saya sangat menyukai putri Tante.Kalau diizinkan,saya ingin sekali bisa menjalin hubungan dengannya."Kenzi berterus terang.


"Apa kamu masih belum mengerti juga,saya bilang tidak ya tidak!Calon suami putri saya haruslah setara,bukan hanya seorang tour guide seperti kamu!"Bundanya Ryra itu emosinya semakin meninggi,di tambah lagi kesombongannya yang juga ikut meninggi.


Bukan apa-apa,ia hanya tidak ingin Ryra sampai terjerumus dalam hubungan dengan laki-laki yang salah.Kenzi yang hanyalah seorang tour guide,dia nilai tidak akan bisa untuk membuat putri nya bahagia.

__ADS_1


Padahal wanita parubaya itu juga tidak tau siapa Kenzi yang sebenarnya,meskipun tidak mengambil harta dari Papa nya pun,hidup Kenzi sudah terbilang sukses.Tarif sekali jalan layanan tour guide ke luar negri saja, Kenzi bisa mengantongi puluhan hingga ratusan juta rupiah sekali trip.


__ADS_2