Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Siapa Yang Menang?


__ADS_3

"Apakah dia adalah....Tuan Muda keluarga Fernando?? "Para gadis yang ada di sana semuanya terkejut sekaligus kagum.Meskipun dari pakaiannya, Kenzi terlihat agak berantakan,tapi aura ketampanannya itu mampu menyihir mata semua gadis yang berada di sana,tak terkecuali juga,Ryra.


Cellyn meneliti setiap gadis yang ada di ruangan itu,ia mencari-cari 'Siapakah di antara mereka,yang merupakan pacar yang Kenzi maksud.'


Matanya terus meneliti satu persatu,gadis yang menurutnya berkemungkinan besar adalah pacarnya Kenzi.


" Bang Kenzi,tolong Aku! "Panggil Ryra, saat Michael kembali menarik pergelangan tangannya.


" LEPASKAN DIA! "Pekik Kenzi.


Suasana pun kembali menegang,karena ternyata Michael masih tak terima kalau dirinya pernah di penjara gara-gara Ryra.


" Jadi...kamu pacar gadis ini?! Baiklah,karena malam itu kamu sudah membuatku dipenjara karena dia,maka malam ini, aku akan menuntut balas atas apa yang sudah kamu lakukan padaku malam itu,melalui dia, "ujar Michael.


" Hey!!Apa yang mau kamu lakukan pada putriku! "Bunda Diana berteriak tak terima.


Semua yang hadir juga jadi takut untuk mendekat, karena Michael terus mengancam akan melukai Ryra dengan pisau pemotong buah yang ada di meja.


Kenzi berfikir keras,mencari cara teraman untuk dapat menyelamatkan Ryra dari cengkraman Michael.


" Hey,kamu! "Bunda Diana menghampiri Kenzi.


Kenzi hanya menatapnya sekilas," Ada apa Tante? "


"Katamu kamu ini jagoan,mana buktinya kalau kamu benar-benar mencintai putri saya?! " Bunda Diana seolah menantang Kenzi.


"Anda tidak perlu khawatir,saya tentu saja lebih mencemaskan gadis yang saya cintai." Kenzi langsung menarik sebuah taplak meja yang ada di dekatnya.Dengan cepat ia mendekati Michael,dan memberi kode pada Ryra untuk mengelak ke kiri agar dirinya bisa menangkap pisau yang ada di tangan Michael dengan taplak meja yang sudah ia siapkan.Untungnya gadis itu mengerti dengan kode yang ia berikan,walaupun hanya dengan kerlingan mata saja.


Dalam hitungan detik saja,Kenzi sudah berhasil memukul mundur Michael dan menyelamatkan gadis pujaannya itu.


Perkelahian pun tak bisa di elakkan di antara keduanya,Pak Joni dengan sigap mengeluarkan ponselnya dan merekam kejadian itu sedari tadi.Ia juga akan melaporkan hal ini,kepada Tuan besarnya, yaitu Tuan Axel Fernando.


Cellyn yang sudah mengetahui, siapa gadis yang Kenzi maksud jadi terkejut."Dia...??? "


Bagaimana ia tidak terkejut, ternyata gadis yang Kenzi maksud ,tak lain adalah gadis yang pernah ia marahin di Bandara waktu itu, 'bagaimana mungkin? 'batin Cellyn.


"Tidak!! ini tidak mungkin!! " Suara Cellyn,membuat semua orang terdiam dan menoleh ke arahnya.


"Kenapa kamu berteriak,Cellyn? " Tanya Miranda kepada rekan sesama modelnya itu.


"Kamu gak perlu tau! Ini bukan urusan kamu! " Bentak Cellyn.

__ADS_1


"Sombong sekali kamu!Baru jadi anak angkat dari Konglomerat saja,tingkahmu sudah kayak putri raja! " Ejek Miranda, sudah lama ia tidak menyukai Cellyn, karena gadis itu memang memiliki sifat yang tinggi hati.


"Diamlah! Aku tidak ada urusan denganmu! " Bentak Cellyn.


"Apanya yang tidak ada urusan! Kau lihat? Sekarang Kakakku sedang babak belur karena Kakakmu! " Miranda yang kesal melihat Kakaknya babak belur, langsung menarik rambut Cellyn hingga gadis itu terhuyung ke depan.Cellyn pun tak mau kalah, niatnya ingin bertarung dengan Ryra, malah jadi bertarung dengan Miranda.Nyonya Luwis mencoba melerai mereka berdua.


Suasana semakin panas, Ryra berhasil selamat dari Michael untuk yang kedua kalinya, dan kedua kalinya pula,orang yang menyelamatkan dirinya adalah Kenzi.Gadis itu lalu berlindung di balik tubuh sang Bunda.


"Kamu tidak apa-apa? " Kenzi bertanya kepada Ryra,saat dirinya sudah berhasil memukul Michael sampai terduduk di lantai.


"Tidak apa-apa, Bang Kenzi gak kenapa-napa kan? " Ryra gantian memeriksa seluruh tubuh Kenzi.


"Tidak, aku baik-baik saja, " jawab Kenzi.


Ayah Hendra datang menghampiri mereka."Terimakasih, kamu sudah menyelamatkan anak saya, "ujar Ayahnya Ryra itu.


" Sama-sama Pak,eh..Om, "jawab Kenzi, gugup.


" Saya senang,karena ternyata putri saya sudah memiliki pacar seperti kamu. "Pak Hendra tak sungkan untuk memuji Kenzi.


" Nanti dulu bicara soal pacar-pacaran! Sebaiknya kita bubarkan dulu pesta ini,sebelum kita semakin malu.Entah apa yang akan difikirkan oleh para tamu yang lain,"keluh Bunda Diana sambil berbisik di telinga suaminya.


"Baiklah Nak Kenzi, Om titip Ryra dulu.Om dan tante harus mengantar para tamu ke depan dulu,"pamit Pak Hendra.


Mata Bunda Diana mendelik ke arah Kenzi, sebelum ia mengikuti suaminya untuk mempersilahkan para tamu yang lainnya pulang.


Ryra dan Kenzi saling melempar senyuman dan keduanya tertawa,tapi di sisi lain,adik angkatnya Kenzi yang baru saja main jambak-jambakan dengan Miranda,adiknya Michael,melihat keduanya dengan tatapan penuh amarah.


Tentu saja Cellyn tidak bisa menerima semua ini.Ia sangat marah,saat melihat Kenzi memegang tangan gadis yang sangat di bencinya itu.Cellyn pun pergi untuk menghampiri keduanya.


" Kak Ken! "Panggil Cellyn.


Kenzi dan Ryra pun kompak menoleh.Keduanya kaget melihat rambut Cellyn yang acak-acakan, bahkan di sebelah pipinya juga terdapat goresan seperti bekas cakaran.Sama persis dengan kondisi adiknya Michael,si Miranda.


" Cellyn,muka kamu? "Kenzi menghampiri Cellyn.


" Kenapa bisa jadi begini? "Tanya Kenzi.


" Kakak sih, sibuk ngurusin cewek gak jelas itu!Malah lupa sama adik sendiri!Yang sayang sama Kak Ken itu cuma aku, bukan dia!"Bentak Cellyn.


"Cellyn...., kamu jangan bicara seperti itu ya,sebaiknya kamu sekarang pulang." Pinta Kenzi.

__ADS_1


Kenzi ingat,kalau tadi ada Pak Joni juga di sana.Kenzi segera mencari pria parubaya itu dan memanggilnya."Pak Joni,antar Nona Cellyn pulang! " Pinta Kenzi.


"Baik,Mas Kenzi. "Pak Joni pun segera mengajak Nona nya pulang.


"Gak mau! Aku bawa mobil sendiri Kok,entar aku bisa pulang sendiri! " Cellyn menolak.


"Tapi Non,nanti saya yang kena marah Tuan. " Pak Joni berusaha membujuk Cellyn.


"Kan Pak Joni yang kena marah,bukan saya! " Lagi-lagi Cellyn menolak untuk pulang bareng Pak Joni.


"Sudah Pak,biarkan saja dia di sini.Bapak kalau mau pulang,pulang aja,hati-hati di jalan," ujar Kenzi.


"Baik Mas,kalau begitu.... saya permisi dulu, " ujar Pak Joni.


Ryra heran melihat hal itu,Kenzi sepertinya bukan orang biasa.Apa benar kalau ternyata, Kenzi adalah seorang anak konglomerat dan dia adalah putera dari keluarga Fernando yang terkenal kaya raya?


"Siapa Abang sebenarnya? " Rasa penasaran yang menyelimuti hatinya, memaksa Ryra untuk bertanya.


"Aku Kenzi,kamu sudah tau kan namaku? " Kenzi malah menjawab seperti itu.


"Bukan itu maksudku ,Bang, " Ryra mendesah kesal, karena Kenzi masih berpura-pura tidak mengerti kemana arah pembicaraannya.


"Kenapa? Kenapa kamu kelihatannya penasaran banget siapa sebenarnya Kak Kenzi? Hekh?! " Cellyn malah datang menengahi keduanya.


"Cellyn, sudah! Sebaiknya kamu menyingkir dulu,masih ada yang mau Kakak bicarakan dengan Ryra, ya, " Kenzi kembali membujuk Cellyn untuk menjauh sebentar.


"Aku gak mau!Kakak selalu saja menomor duakan aku,lihat ini! Kak Kenzi lebih memilih menyelamatkan wanita itu di banding aku! " Cellyn terus saja mengeluarkan semua unek-uneknya. Ia memperlihatkan luka-luka bekas cakaran kukunya Miranda yang ada di pipi dan di lehernya kepada Kenzi.


Ryra tak menyangka akan seperti ini,dari awal bertemu, Ryra juga tidak memiliki kesan yang baik untuk Cellyn,keduanya sama-sama saling membenci.Apalagi sikap Cellyn yang suka seenaknya, membuat Ryra semakin tidak menyukai gadisnya itu.


"Maafkan dia ya,Ryra.Maklum saja,dia memang seperti itu. " Kenzi mencoba untuk menjelaskan.


"Aku sudah tau kok Bang,ini bukan pertama kalinya kami bertemu 'kan? " Ujar Ryra.


"Syukurlah,kalau kamu bisa mengerti,"ujar Kenzi lega.


" Kak Ken, apa-apaan sih?Kenapa mesti minta maaf sama dia! "Cellyn tak terima.


****


Di tempat yang sama,tapi di sudut yang berbeda. Kini Michael dan keluarganya baru saja meninggalkan restoran itu.

__ADS_1


Tuan Luwis merasa harga dirinya tercabik-cabik di sana,gara-gara kelakuan putera sulungnya itu, ia harus menanggung malu dihadapan para koleganya.


"Kalian sungguh memalukan! "Bentak Tuan Luwis kepada anak-anak nya.


__ADS_2