
Kenzi masih ingat kalau Ryra pernah memberikannya alamat rumah.Ia mencatat alamat itu di catatan smartphone miliknya.
"Ketemu." Kenzi bersorak kegirangan."Yess!"
Malam ini juga,ia bertekad akan menemui Ryra.Tujuannya adalah ingin meminta maaf atas ucapannya di telepon,karena sudah lancang memanggil Ryra sebagai kekasihnya dan dengan sebutan sayang.Kenzi sangat ingin menjelaskan,betapa dirinya saat ini sangat tidak enak hati pada gadis itu.
Pukul 8 malam,Kenzi sudah berada tepat di depan rumah gadis itu.Ia pergi dengan menggunakan taksi,karena ia masih belum mau menggunakan mobil dari rumah Papanya.
Kenzi berdiri di depan pagar sambil membawa sebuket buah-buahan.Tadinya ia ingin membawa bunga,tapi Kenzi tiba-tiba merasa kalau itu kesannya sangat kelihatan sekali, kalau dia sedang mendekati seorang gadis.
Akhirnya,Kenzivaro memutuskan untuk membeli buah saja.Ya,,, walaupun kesannya seperti sedang akan mengunjungi orang yang lagi sakit. 😁😁
Dengan degupan jantung yang bergejolak di dadanya,Kenzi memberanikan diri untuk memencet bel yang ada di tiang pagar tinggi itu.Rumah ini memang lumayan besar jika dibandingkan dengan rumah mewah milik keluarganya.
Kenzi melihat ke dalam beberapa kali, berharap ada yang akan keluar dan membukakan pagar untuk nya.
Tiba-tiba seorang satpam yang bekerja di rumah itu menghampiri dirinya.
"Cari siapa Mas? " tanya Pak satpam bernama Ujang itu.
"Eee,saya cari...."
Belum selesai perkataan Kenzi,Bunda Diana keluar dari pintu utama dan melihat ke arahnya.
"Kamu,yang tadi menyebabkan mobil saya penyok 'kan? " tanya Bunda Diana sambil berjalan menuju ke pintu gerbang.
Kenzi hanya mengangguk pelan,dia benar-benar tidak menyangka kalau ini adalah rumah ibu-ibu yang tadi mobilnya menabrak taksi yang ia tumpangi,selepas dari Bandara.
"Buka Mang,pagarnya," perintah Bunda Diana pada Mang ujang.
Bunda Diana menatap Kenzi dari atas sampai ke bawah,pakaian pemuda itu bahkan masih sama dengan yang pemuda itu pakai saat mereka terlibat kecelakaan tadi sore.
"Assalamu'alaikum,Tante."Kenzi mencoba menyapa si pemilik rumah ,yang kemungkinan memiliki hubungan dengan gadis bernama Ryra yang ia kenal.
"Wa'alaikum salam, " jawab Bunda Diana
__ADS_1
"Kamu tau rumah saya dari mana? " tanyanya.
Kenzi mendadak bingung mau jawab apa, tujuannya kemari sebenarnya bukan ingin bertemu wanita parubaya itu,melainkan ingin bertemu dengan seorang gadis yang bernama Ryra yang ia kenal,dan ingin meminta maaf kepada gadis itu.
Karena kalut,Kenzi akhirnya menyerahkan parsel buah yang ia bawa kepada Bunda Diana.Sudah kepalang tanggung juga.
"Ini untuk apa? " tanya Bunda Diana,heran.Untuk apa Kenzi memberinya buah-buahan.Aneh, dia kan gak sakit ataupun terluka,tadi.
"Eee, ini sebagai permintaan maaf saya Tante.Jadi, bagaimana keadaan mobil Tante, apa kerusakannya parah? " tanya Kenzi, berbasa-basi.Sesekali matanya melihat ke arah rumah besar itu,berharap bisa melihat Ryra di sana.
"Ooh itu,saya belum mendapat kabar dari supir saya. Lagipula sebenarnya kamu gak perlu repot-repot untuk datang kemari,bukannya orang tua kamu sedang meninggal dunia,kenapa kamu malah keluyuran kemari?" tanya Bunda Diana.
Kenzi menggaruk kepalanya yang tak gatal,ia juga bingung mau cerita atau tidak hal yang sebenarnya pada wanita itu,apalagi kesannya akan sangat aneh. Mereka baru saja kenal,lagipula bukan ini tujuannya datang ke sini.
"Kalau begitu,saya permisi dulu Tante.Maaf, sudah mengganggu istirahat Tante.Kalau ada apa-apa,Tante bisa menghubungi saya di nomor yang tertera di kartu nama saya yang saya berikan tadi sore," ujar Kenzi salah tingkah.
Pemuda itu masih sesekali melihat ke arah rumah Bunda Diana.Di lantai atas,ia melihat seorang gadis yang baru saja keluar dari pintu yang menuju balkon kamarnya.
"Itu dia," batin Kenzi.
Ia masih mengingat perkataan Dinda waktu itu,kalau Bundanya Ryra sangat galak orangnya.Kenzi sendiri sudah pernah merasakan kemarahan wanita berusia 40 tahunan itu.Seram juga kalau melihat amarahnya.
Untuk sementara, Kenzi harus melakukan pendekatan dulu.Tapi ia tidak boleh terburu-buru,karena kelihatannya tantangan di depannya akan lebih sulit dari apa yang ia bayangkan.
Akhirnya Kenzivaro pun pulang dengan memesan taksi.Bunda Diana masih berdiri di balik pagar yang sudah ditutup kembali itu,ia memperhatikan gerak-gerik pemuda itu.
Kenzi terlihat beberapa kali melirik ke arah balkon kamar Ryra.Gadis itu memang sedang sibuk membaca buku, jadi tidak melihat ke arah pagar.
Bunda Diana merasakan ada hal yang aneh,'Apa pemuda itu terpesona melihat kecantikan putrinya?Itu tidak boleh terjadi.
Pemuda itu bahkan tidak punya kendaraan sama sekali, kemana-mana naik taksi.Mana cocok dengan putrinya yang cantik, pintar, solehah,dan juga pewaris perusahaan keluarga,'pikir Bunda Diana.
Walaupun Kenzi terlihat tampan dan juga bersih,tapi gayanya urakan.Bunda Diana sama sekali tidak tertarik untuk menjadikan seorang tour guide sebagai menantunya.
Setidaknya calon menantu yang akan dia pilih untuk menjadi suaminya Ryra, minimal seorang pengusaha ataupun sejenisnya yang selevel dengan itu.
__ADS_1
Setelah Kenzi sudah naik ke dalam mobil taksi yang di pesannya,Bunda Diana pun segera masuk ke dalam rumah sambil membawa keranjang buah dari Kenzi.
"Buah dari siapa,Bunda? " tanya Ryra.
"Dari pemuda yang menyebabkan kecelakaan tadi sore,aneh sekali.Dari mana dia bisa tahu alamat rumah ini?"ujar Bunda Diana,heran.
"Mungkin tadi Bunda yang kasih alamat sama dia,"sahut Ryra.
"Nggak kok,Bunda gak ngerasa ngasih alamat rumah kita ke dia.Kalau dia yang kasih kartu namanya,itu baru iya,"ujar Bunda Diana.
Ryra juga mendadak heran."Ada-ada saja,"gumamnya.
Tadinya gadis itu turun untuk mengambil air putih dan membawanya ke kamarnya,saat ia akan melewati meja makan,Ryra melihat buket buah yang tadi diberikan Kenzi kepada Bunda Diana.
Ryra melihat dengan seksama,di sana terselip sebuah kartu ucapan,mungkin tadi Bunda belum sempat melihatnya.Ryra membuka pembungkus plastik buket itu dan mengambil kartu ucapan yang ada di dalamnya dan juga sebuah apel yang tersusun rapi bersama buah lainnya.
Lalu gadis itu membawa apel dan kartu ucapan itu ke kamarnya,bersama teko air putih yang sejak tadi sudah di tangannya.
Karena penasaran dengan apa yang tertulis di dalam kartu itu,Ryra pun membukanya.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Barulah gadis itu menyadari kalau kartu itu di tujukan untuk dirinya.Ryra sontak menutup mulutnya dengan telapak tangan. 🤭😱
"Kenzi, Kenzivaro? "
Gadis itu membaca ulang sekali lagi kartu ucapkan itu.Disana tertulis;
...{Ryra,maafkan aku ya.Aku benar-benar minta maaf sama kamu,karena sudah mengganggu...
...ketenangan kamu.Soal ucapanku yang di telepon tadi itu,aku benar-benar tidak sengaja.Bisakah kita bertemu di luar? Aku ingin menjelaskannya sama kamu. }...
__ADS_1
.......... Kenzivaro............