
Bunda Diana mendadak keluar dari mobil Alphard miliknya. Sudah lama dia menunggu di dalam, tapi suami dan putrinya itu tak kunjung datang,membuatnya jadi bertambah kesal.
Ryra dan ayahnya baru saja akan berjalan ke arah mobil mereka, tapi bundanya sudah berdiri dengan kedua tangan di pinggang dan wajah yang menahan amarah.
"Kenapa kalian lama sekali sih?! " Cerocos Bunda Diana.
Pak Hendra geleng-geleng kepala,dia sudah sangat hafal dengan perangai istrinya itu.
"Hufftt! " Nafas berat ia hembuskan tepat di hadapan Bunda Diana.
"Kenapa? Kamu gak suka kalau aku marah? Lalu kenapa kalian lama sekali didalam?! "
Istrinya itu mengomel lagi, bikin Ryra jadi ketar-ketir.Untungnya sang ayah tau ketakutan yang dirasakan oleh putrinya.
Dengan sigat,Pak Hendra menarik tangan putrinya untuk segera masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah terbuka lebar, mereka sengaja melewati Bunda Diana yang terus menatap keduanya dengan tatapan tajam,karena sudah di abaikan begitu saja.
"Ayah! Ryra! Kalian sungguh keterlaluan, ya! " bentak wanita itu.
Langkahnya di percepat, sampai akhirnya dia kini juga masuk ke dalam mobil itu dan duduk di samping putrinya. Sedangkan Pak Hendra duduk di sebelah supir.
"Kamu ngapain lama-lama di dalam tadi? Apa kamu masih mau mempertahankan hubungan kamu dengan pemuda yang keluarganya terpecah belah seperti itu!"Cecar wanita yang sudah melahirkan Ryra itu kepada putrinya.
Ryra hanya menunduk diam, ia tidak tau harus menjawab apa. Saat ini hatinya juga bimbang. Baru saja tadi hatinya berbunga-bunga saat Kenzi mengatakan akan menikah dengannya, tapi setelah itu ancaman dari Cellyn lah yang dia terima. Kelihatannya, adik angkatnya Kenzi itu tidak main-main. Cellyn bahkan menghancurkan barang-barang di restoran itu tadi.Ryra jadi ngeri sendiri mengingatnya.
" Kenapa malah diam!? "bentak Bunda Diana.
Tubuh Ryra bergetar mendengarnya .
" Bunda! Hentikan! Jangan marah-marah terus! "Pak Hendra menoleh kebelakang, matanya sudah berkilat amarah.
Kalau tadi dirinya masih bisa menahan amarahnya karena menghormati para tamu, tapi didalam mobil ini, hanya supirnya saja yang orang lain, tapi sudah dianggap seperti keluarga bagi Pak Hendra.
Mang Oding hanya menebalkan mata dan telinganya, berpura-pura tak melihat dan mendengar apapun.Beliau berpura-pura melihat kedepan dan keluar jendela di sampingnya.
Mendengar bentakan suaminya itu, nyali Bunda Diana jadi ciut. Pak Hendra memang jarang sekali marah kepadanya, tapi sekali beliau marah, melihat matanya saja, Bunda Diana sudah ciut.
" Jangan ada yang bicara lagi,sampai kita tiba di rumah! " katanya lagi, khususnya pada istrinya yang selalu ngomel gak tahu tempat dan waktu.
__ADS_1
Wajah Bunda Diana ditekuk. Kini wanita itu malah memalingkan wajahnya. " Hemm, ayah dan anak sama saja! "ucapnya sambil berpaling arah duduk miring ke arah jendela.
" DIAM!"pekik Pak Hendra.
Ryra jadi semakin bingung dengan kondisi ini, entah apa yang akan terjadi kedepannya nanti.Hubungan dirinya dan juga Kenzi, apakah akan bisa berlanjut? Entahlah.
***
Setibanya di kediaman Fernando, Kenzy bergegas turun dari mobil sportnya .Sungguh dirinya sudah tidak tahan ingin memarahi Cellyn atas segala tindakannya yang sangat keterlaluan terhadap Ryra di restoran tadi.
" Keluar kamu! Cepat! "Kenzi sudah kehabisan kesabarannya dalam menghadapi adik angkat nya itu.
Cellyn tak bergeming.Gadis itu masih tetap duduk di jok mobil Kenzi tanpa berniat untuk bergeser sedikitpun.
" Cellyn! Cepat keluar! "cecar Kenzi.
Tapi Cellyn tetap membatu, gadis itu tidak menghiraukan bentakan Kenzi sedikitpun. Cellyn malah mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto selfie di dalam mobil Kenzi dengan berbagai pose se*si,berpura-pura tidak mendengar ucapan Kenzi yang menyuruhnya untuk turun dari mobilnya.
" Apa sebenarnya mau mu ini, Cellyn!?"Kesabaran Kenzi sudah habis, ia lalu menarik paksa tangan Cellyn untuk mengeluarkan gadis itu dari dalam mobilnya.
Kenzi menghempaskan tangan gadis nakal itu. Dia juga sudah muak dengan gadis yang selalu mengklaim dirinya sebagai milik pribadi itu. Apalagi malam ini, Cellyn sudah mempermalukan dirinya di hadapan keluarga Ryra.
Entah apa yang sekarang akan difikirkan oleh Ryra dan keluarganya mengenai dirinya.Kenzi takut, nanti mereka akan melarang Ryra untuk menjalin hubungan dengannya lagi.Itulah yang Kenzi khawatirkan sekarang.
****
Mobil Alphard yang membawa keluarga Ryra baru saja tiba di rumah.Bunda Diana turun duluan dan dengan langkah cepat meninggalkan suami dan putrinya masuk ke dalam.
Melihat itu, Ryra menjadi sangat sedih. Sekarang bunda dan ayahnya jadi ribut, semua ini gara-gara dirinya.Ryra keluar dari mobil dengan langkah lesu dan wajahnya terlihat begitu menyedihkan. Riasan cantiknya tadi berubah menjadi mendung gelap yang sebentar lagi mungkin akan turun hujan.Hujan air mata.
"Sudahlah sayang, jangan terlalu difikirkan. Bukan baru kali ini bundamu bersikap seperti itu,"ujar Pak Hendra.
"Nanti Ayah yang akan bicara kepadanya. " Pak Hendra mengelus punggung putrinya itu.
Ryra pun mengangguk dan mencoba tersenyum, meskipun getir.
"Ayo kita masuk, " ajak Pak Hendra kemudian.
__ADS_1
"Iya."
Keduanya akhirnya berpisah di dekat tangga,Ryra naik ke lantai atas,dan Pak Hendra pergi ke kamarnya yang terletak di lantai bawah.
****
Krieeeeeeettt
Pak Hendra membuka pintu kamar,dan disaat bersamaan, Bunda Diana sedang melepaskan anting-anting yang terpasang di kedua telinganya.
Wajahnya melengos saat mengetahui suaminya datang,dia sedang malas bertatap wajah dengan suaminya.
" Ehemm ." Pak Hendra sengaja berdehem, agar Bunda Diana melihat ke arahnya.
Sayang sekali, istrinya itu tak mengalihkan atensinya sama sekali, Dia sekarang sedang sibuk memilih pakaian tidur di lemarinya, lalu setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk mengganti gaun pestanya dengan gaun tidur.
Pak Hendra hanya bisa tersenyum miris, dari dulu begitulah sikap istrinya kalau mereka sedang ada masalah.Jutek, ketus, buang muka, dan juga sulit untuk di ajak bicara.
****
Sedangkan di kamarnya, Ryra kini sedang menangis dalam keheningan. Gadis itu mematikan seluruh lampu yang ada di dalam kamar, dia mencoba tenggelam dalam kesedihannya sendiri tanpa ada seorang pun yang tau.
Isak tangisnya tak terdengar oleh siapapun,gadis itu membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya.Meratapi betapa menyedihkan nasib percintaannya yang terancam kandas sebelum di mulai.
"Apa salah hamba Ya Allah? " rintihnya di sela-sela isakan.
"Hiskkssss....hikssss... "
***
Tak berbeda jauh dengan wanita pujaannya, kini Kenzi juga sedang melamun di balkon kamarnya di rumah Fernando.
Fikirannya jauh melayang ke udara, menatap bintang-bintang di langit luas yang tak bersekat.
Kenzi merenungi apa yang baru saja terjadi,ternyata sikap baiknya selama ini terhadap Cellyn, sudah membuat adik angkatnya itu jatuh cinta kepadanya hingga tergila-gila.
Cellyn bahkan berani melukai gadis lain yang berani dekat dengan dirinya. Hal itulah yang paling Kenzi sesali.Sungguh dirinya tidak menyangka, kalau akhirnya akan jadi seperti ini.
__ADS_1