Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Izinkan Menikah atau Kami Kawin Lari


__ADS_3

Dari dalam mobilnya, Bunda Diana terus memperhatikan gerak-gerik putrinya yang baru saja turun dari mobilnya Kenzi . Wanita 40 tahunan itu sadar, kalau ternyata putrinya sudah banyak berubah.


Perubahan yang terjadi pada Ryra tak lepas dari pengaruh pemuda itu. Rasanya ada rasa tak rela jika putrinya menyukai pemuda seperti Kenzi, karena semenjak kehadiran Kenzi, Ryra sudah seringkali membantah dirinya.


"Aku masuk dulu ya, " ujar Ryra setelah dia sudah berada di depan kantor dan pamit dengan Kenzi.


Kenzi tersenyum manis sambil melayangkan kiss bye kepada Ryra. Bunda Diana menyaksikan semua itu dari dalam mobilnya. Betapa kesal hatinya sekarang, putrinya itu benar-benar seperti burung yang lepas dari sangkar, sulit untuk di kendalikan.


****


Sore harinya, setelah pulang dari kantor, Ryra langsung kena omel.


"Bunda tidak melarang kamu bergaul, tapi jadi wanita jangan kecentilan sama laki-laki. Banyak di luar sana laki-laki yang tak bisa di percaya! "


Ryra benar-benar jengah mendengarnya. Entahlah, kapan rumahnya ini bisa tenang.


"Apa yang salah dengan Bang Kenzi ,Bunda? Dia tampan, cerdas, baik, kaya, pekerja keras, jago fighting, dan yang terpenting, dia selalu biasa jagain aku dari segala bahaya, " ujar Ryra dengan sedikit ngotot kepada bundanya.


Wanita yang sudah melahirkan dirinya itu melengos, tak terima. Sekarang posisi penting dihati putrinya sudah beralih kepada pemuda itu.


"Kalau kamu masih mau berhubungan sama pemuda itu, kamu harus nurut apa kata Bunda! Tak usah terlalu centil dan nurut apa yang dia bilang. "


Dada Ryra jadi kian sesak. Apalagi ini? Kenapa hidupnya harus diatur-atur terus, dia sudah bosan.


"Oke Bunda , kalau Bunda tidak bersedia merestui hubungan kami berdua dan tidak membiarkan kami menikah, maka kami akan kawin lari saja," ujar Ryra tanpa berfikir panjang.


Tentu saja perkataan Ryra itu telah membuat bunda nya terkejut. "Apa kamu bilang? Kawin lari? " Bunda Diana membelalakkan matanya, karena marah.


"Iya, Ryra udah capek selalu di kekang terus sama Bunda. Bang Kevin aja Bunda bebasin untuk memilih apa yang dia mau, tapi aku selalu saja Bunda yang menentukan segalanya. Makan, pendidikan, pakaian, sekarang orang yang aku suka pun, Bunda yang mau pilihkan. Aku capek Bund, capek! " Untuk pertama kalinya, gadis itu meledakkan semua amarah yang dia pendam selama ini.


Bunda Diana terdiam, tak bisa berkata-kata saking kagetnya.


"Bunda lihat Dinda" tanya Ryra."Jujur aku iri banget sama dia. Ibu Mira selalu bercanda dan sangat menyayangi anak-anak nya. Tidak pernah membeda-bedakan mereka. Keluarga mereka sangat bahagia dan harmonis, gak kayak di rumah ini. Ayah dan Bunda selalu berselisih paham, karena Bunda selalu ingin mengatur-ngatur semuanya. " Ryra mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


"RYRA!!!!" Bunda Diana sudah siap ingin melayangkan tangan kanannya ke pipi putrinya.


"Tampar Bund, tampar! Tampar aja kalau Bunda mau! " ujar Ryra sambil memajukan pipinya.


Dia juga tidak ingin berkata-kata kasar, tapi hatinya sudah tidak tahan lagi. Bunda sudah keterlaluan, dan mungkin inilah saatnya untuk dia mengeluarkan semua uneg-uneg yang selama ini dia pendam di dalam hatinya.


Bunda Diana mundur beberapa langkah dan dia terduduk di sofa, selama ini dia merasa sudah menjadi sosok ibu yang sempurna bagi keluarganya. Namun dia tidak menyangka kalau ternyata semua orang merasa terkekang, terutama putrinya ini.


Ryra berlari ke kamarnya setelah menumpahkan semua amarah yang dia pendam selama ini.


Untuk saat ini, dia butuh sendiri. Padahal bundanya juga sedang menangis, merenungi apa saja yang baru putrinya itu katakan.


*****


Gadis pingitan itu sudah berani memberontak, Ryra tidak ingin lagi terkekang. Dia ingin bebas.


Gadis itu segera memberi tahu Kenzi lewat pesan chat, bahwa dirinya ingin mereka segera menikah.


Kenzi pun terkejut bukan main,ketika membaca pesan dari Ryra. Namun kemudian pemuda itu tersenyum, dan dia sangat bahagia.


Kenzi segera menghampiri papanya di kamar untuk menyampaikan apa yang diinginkan oleh gadis pujaannya itu.


"Pa, " ujar Kenzi setelah bertemu papanya.


Nafasnya, ngos-ngosan karenakan dia habis berlari dari lantai dua kamarnya hingga ke kamar sang papa di lantai satu.


"Ada apa Ken? Kenapa kamu terburu-buru seperti ini. Apa ada sesuatu yang urgent? " tanya Tuan Axel.


"Iya, Pa. "


"Coba ceritakan ke Papa. " Tuan Axel ingin mendengarkan apa yang akan puteranya itu katakan.


Kenzi pun menceritakan semua tentang Ryra dari awal mereka bertemu, hingga sa'at ini. Tuan Axel tak terlalu terkejut, karena diam-diam dia sudah menyelidiki tentang calon menantunya itu.


"Baiklah, kalau itu yang dia mau. Papa akan mencoba berbicara dengan Ayahnya, mungkin saja dia masih mau di ajak bekerjasama. " Tuan Axel mengambil keputusan untuk bertemu dengan ayahnya Ryra. Dia ingin melamar Ryra pada ayahnya langsung.


****


Sore ini, Pak Hendra masih di pabrik. Tuan Axel datang ke sana bersama dengan Kenzi. Mereka berdua sengaja menemuinya di sana, karena biasanya ayahnya Ryra itu, akan bekerja hingga malam hari.


Sa'at itu, Pak Hendra sedang mengecek stok barang di gudang. Karyawannya memberitahu pada dirinya kalau ada dua orang pria datang untuk bertemu dengannya.


Pak Hendra pun menemui keduanya, beliau juga penasaran, karena dari ciri-ciri yang di sampaikan oleh karyawannya itu, pemuda yang datang sangat tampan dan ayahnya juga adalah seorang bule.


Ternyata benar dugaan Pak Hendra, yang datang adalah Kenzi dan Tuan Axel Fernando.


"Ada apa Anda berdua datang kemari? " tanya Pak Hendra setelah dia mempersilahkan tamunya duduk.


Tuan Axel langsung memberitahukan maksud dan tujuannya melamar Ryra untuk Kenzi. Walaupun Pak Hendra sudah bisa menebak akan hal itu, tapi dia masih bingung. Kenzi memang baik, tapi mereka belum lama berkenalan.

__ADS_1


Namun Pak Hendra akhirnya diyakinkan oleh putrinya lewat sambungan telepon, bahwa ini semua memang kehendaknya sendiri, dan ayahnya harus setuju.


Pak Hendra akhirnya menyetujui keinginan putrinya, lusa dia akan segera menikahkan putrinya itu walaupun tanpa persetujuan dari istrinya.


****


Di kamarnya, Bunda Diana merenungi semua perbuatannya selama ini. Dia baru sadar, kalau ternyata selama ini sikap yang dia kira baik, ternyata hanya membuat orang-orang disekitarnya tersiksa dan terkekang.


Wanita itu pun menangis, menyalahkan dirinya sendiri dan merasa kalau dia sangat jahat kepada putrinya. Pak Hendra sebagai suaminya hanya bisa menasehati istrinya itu.


"Sudahlah Bun, semuanya itu adalah masa lalu. Tidak perlu disesali. "


"Apakah kamu juga menganggap aku salah selama ini Mas? " tanya Bunda Diana.


"Tujuan kamu gak salah, tapi cara kamu terlalu arogan pada putrimu sendiri, " jawab Pak Hendra.


Bunda Diana menangis di dalam pelukan suaminya itu. Pak Hendra mencari celah untuk memberitahukan kepada istrinya itu, bahwa besok lusa putrinya akan menikah dengan Kenzi.


"Apa , Mas??Menikah? " Bunda Diana begitu kaget mendengarnya, ternyata putrinya tidak main-main.


"Iya, tadi Tuan Axel dan Nak Kenzi sudah datang secara pribadi menemui Ayah di Pabrik.


" Apa? Kenapa ke Pabrik? "


"Ini semua kehendak putri kita, mereka hanya menuruti semua kemauan Ryra. Dia ingin menikah secara sederhana saja, aku juga terkejut, "ujar Pak Hendra.


"Mungkin karena tadi kami bertengkar. Apa Mas yang akan menikahkannya? " tanya Bunda Diana.


"Tentu, aku Ayahnya. " Pak Hendra dengan mantap menjawab.


"Baiklah, kalau itu yang dia inginkan. Bunda bisa apa? Sepertinya Kenzi memang jodoh yang terbaik untuk putri kita. " Wanita itu pasrah.


Pak Hendra pun tersenyum. "Bunda benar.Dari binar matanya ,sangat terlihat kalau dia sangat mencintai putri kita, semoga aja selalu seperti itu, Ryra pantas mendapatkan semuanya yang terbaik untuk nya.


" Baiklah kalau begitu, biar Bunda yang menyiapkan semuanya. Ayah tidak usah khawatir, Bunda sendiri yang akan mempersiapkan semuanya, tapi Ayah harus merahasiakan ini dari Ryra. "


"Bunda serius? " pak Hendra sedikit ragu kalau istrinya itu sudah berubah fikiran secepat itu.


"Tentu, dia juga putriku 'kan? " Bunda Diana menghapus airnya matanya.


Pak Hendra pun tersenyum dan memeluk istrinya itu dengan erat."Terimakasih ,Bun,"ucapnya.


****


Ryra yang mengira kalau dirinya akan menikah hanya di KUA saja, tidak pernah tahu, kalau acara yang akan dia datangi bersama Kenzi adalah sebuah pesta pernikahan yang sudah di rancang olehnya Bundanya sendiri.


Bahkan untuk memuluskan rencananya, Bunda Diana sudah bekerjasama dengan pemuda itu . Wanita itu tak sungkan untuk menemui Kenzi dan meminta ma'af atas semua kesalahannya.


Dengan senang hati, Kenzi pun memaafkan. Bahkan dia juga tidak pernah menganggap Bunda Diana itu salah, wajar bagi seorang ibu jika dia sangat protektif terhadap anak perempuannya.


****


Hari itu, Kenzi mengajak Ryra untuk pergi ke KUA, tapi jalan yang mereka lalui bukanlah menuju ke KUA, melainkan ke sebuah gedung pernikahan.


Di sana, Ryra dihias dengan sangat cantik bak putri raja. Menggunakan gaun putih panjang yang dihiasi dengan kristal-kristal Swarovski nan cantik,sesuai dengan impian yang pernah dia ungkapkan waktu dia masih kecil.


Setelah dirinya selesai di rias, Kenzi yang juga sudah di rias dan memakai Tuxedo berwarna senada dengan gaun yang Ryra pakai, menghampiri calon istrinya itu.


"Bang, apa ini tidak berlebihan? " tanya Ryra.


"Tentu saja tidak, kamu pantas mendapatkan apa yang kamu impikan. " Kenzi pun tersenyum dan kagum melihat kecantikan calon istrinya itu.


Begitu juga dengan Ryra yang sangat kagum dengan ketampanan calon suaminya.


***


Acara pun akan segera di mulai,Ryra sangat terkejut saat dia melihat Dinda lah yang akan menjadi Bridesmaid nya.


"Dinda? "ucapnya takut percaya.


" Iya sayang, ini aku, Dinda. "Keduanya berpelukan. Ryra masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.


" Ayo, semuanya sudah menunggu, "ujar Dinda.


Kenzi dan Ryra diminta untuk keluar dan menuju aula pernikahan.Betapa terkejutnya Ryra saat dia melihat begitu banyak tamu di sana, semua orang yang dia kenal hadir, kecuali sang Bunda dan satu orang yang tidak tahu kalau pernikahan ini akan di gelar.


Hatinya mendadak sedih, namun Kenzi segera menuntun Ryra untuk duduk di meja akad nikah.


Keduanya sudah duduk sekarang, namun suasananya tiba-tiba menjadi haru, saat Bunda Diana datang dengan membawa sebuket bunga di tangannya.


Wanita itu menghampiri putri dan juga calon menantunya. " Apakah kamu tidak akan mengundang Bunda mu ini? "tanyanya.


Ryra sangat terkejut, dia begitu terharu hingga tak kuasa menahan air matanya.

__ADS_1


" Bunda, hihihi. "


Ryra pun berlari kepelukan sang Bunda. "Maafin Ryra,Bund."Gadis itu kembali terisak di pelukan Bundanya.


" Jangan menangis sayang, itu tidak baik. Nanti make-up kamu luntur. Sudah ya, Bunda yang harusnya minta maaf sama kamu. "Keduanya pun saling memaafkan.


Akhirnya, pernikahan itu bisa digelar dengan sangat meriah,dengan restu dari ayah bundanya dan juga semua teman-teman dan rekan kerjanya. Betapa bahagianya hati pasangan itu.


Tapi di saat pesta akan usai, tiba-tiba datanglah seorang gadis yang sangat terkejut akan adanya pesta ini. Dia adalah Cellyna alias Cellyn,adik angkatnya Kenzi.


Tentu saja wanita itu tidak terima, tapi semuanya sudah terjadi, pernikahan antara Kenzi dan Ryra juga sudah sah secara hukum maupun agama.


Cellyn menangis sejadi-jadinya, dia merasa di bohongin. Pantas saja dirinya diminta untuk pergi ke puncak mengurus perkebunan, ternyata di Jakarta, Kenzi akan menikah dengan gadis yang sangat dia benci. Cellyn ingin berbuat anarkis terhadap kakak iparnya itu.


Tapi Kenzi dengan sigap melindungi istrinya, dan untungnya, Kevin segera datang untuk meringkus Cellyn.


Sejenak Cellyn dan Kelvin saling memandang. Kakaknya Ryra itu terpesona dengann kecantikan Cellyn.


Ternyata, Kevin baru saja putus dengan Rayana kekasihnya. Desakan Kelvin yang mengajaknya menikah terus menerus belakangan ini, membuat Rayana frustasi dan tidak mau meneruskan hubungan mereka lagi.


Cukup lama Kevin dan Cellyn saling memandang, akhirnya polisi tampan itu mencoba menguasai dirinya. Dia melepaskan tangan Cellyn dan keduanya menjadi canggung.


"Kenapa kamu bisa ada di sini, Cellyn? " tanya Tuan Axel.


"Aku yang memberitahukan padanya, kalau kamu sedang mempersiapkan pernikahan putramu secara diam-diam di belakangnya. " Roweena datang tanpa permisi.


"Roweena, kamu??? " Tuan Axel sangat terkejut.


Semua orang juga sama. Mereka yang mengenal papanya Kenzi, pasti tahu mantan istrinya Tuan Axel itu.


"Iya, ini aku. Aku lah yang sudah memberitahukan hal ini kepada Cellyn. Kenapa? Humm! " tantang Roweena.


Tuan Axel hanya menanggapi Roweena dengan senyuman miring nya.


"Baguslah, setidaknya gadis itu jadi bisa mengetahui dimana letak posisinya di keluarga ini. Dia adalah putri keluarga Fernando, dan dia adalah adiknya Kenzi, bukan yang lain. " Tuan Axel melirik ke arah Cellyn.


Cellyn pun tertunduk, mungkin inilah saatnya dia menerima nasib. Sudah baik sekali keluarga angkatnya itu selama ini kepadanya, dia harusnya sadar dan berterimakasih.


Meskipun tak ada kata maaf dari bibir gadis itu,karena Cellyn langsung pergi dari sana dengan menangis.


Ryra meminta Abangnya agar segera mengejar Cellyn, karena takut kalau gadis itu akan menyakiti dirinya sendiri.


Kevin pun mengikuti kemanapun gadis itu pergi, sampai akhirnya Cellyn menyadari kalau dia diikuti.


"Kamu siapa?Kenapa ngikutin aku terus?"tanya Cellyn pada cowok tegap dan tampan itu.


" Kenalin, aku Kevin. Abangnya Ryra,"Kevin mengulurkan tangannya.


"Humm! Basi! Ternyata kamu Kakak gadis yang merebut Kak Ken dari aku, " jawab Cellyn ketus.


"Kenapa kamu mengejar Kakakmu sendiri? Kenapa gak sama aku aja? " Kevin menawarkan dirinya sebagai pengganti Kenzi.


Cellyn nampak berfikir. "Boleh juga, " ujarnya kemudian.


"Kalau begitu, kita mulai dengan berteman dulu, " ujar Kelvin


"Tidak mau! Kita langsung pacaran aja," ujar Cellyn.


"Apa?? " Kelvin jadi tergelak.


"Hahahaha,baiklah kalau itu yang kamu mau, " jawab Kelvin.


Setidaknya gadis itu tidak akan mengganggu kebahagiaan adiknya lagi.


Kau ambil Kakakku, aku ambil Abangnmu, Cellyn tersenyum licik.


****


Acara pun usai.Kini Ryra dan Kenzi sudah berada di dalam hotel tempat mereka honeymoon di Eropa.


Ryra ikut dalam tour terakhir Kenzi ,sebelum Kenzi kembali ke rutinitasnya sebagai CEO di PT. Fernando Grup.


Keduanya sangat berbahagia, seharian tadi mereka sudah berkeliling bersama rombongan tour yang menyewa Kenzi.


Sebagai pengantin baru,memang agak susah mengatur waktu, tapi mereka usahakan untuk bisa selalu bersama.


Happy Wedding Kenzivaro and Qaryra 😘


Salam hangat dari Author gabut 😁😁😁🤭


-THE END-


"

__ADS_1


__ADS_2