Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Saling Follow


__ADS_3

Disaat Ryra masih sibuk melihat postingan demi postingan cowok itu,sebuah notifikasi kembali ia terima. Kenzi mengirim sebuah direct message kepadanya.


"Haiii cantik,makasih udah di follow back. "


"Waduh!Jangan sampai dia tahu kalau aku lagi mantauin akunnya, bisa malu kalau sampai ketahuan. " gumam Ryra.


Tapi mau tak mau ia pun memikirkan apa jawaban yang tepat kira-kira?


"Terimakasih pujiannya dan sama-sama." balas Ryra.


"Mumpung aku masih di Jakarta, mau gak kalau kita ketemuan.Aku pengen nraktir kamu, ya itung-itung karena ponselku sudah ketemu kembali akhirnya aku bisa dapat job gede banget. Jadi aku pengen nraktir kamu deh sebagai ucapan terimakasih dan juga untuk perkenalan kita. " Jawab cowok itu.


"Apa?Dia ngajak ketemuan?Waduh!Aku harus jawab apa? " gumam Ryra yang kini jadi bimbang.


Gadis itu jadi bingung,jawaban apalagi yang akan ia kirim kali ini.Kalau pun akan menjawab"Iya." tapi Ryra tak tahu harus bagaimana minta izin kepada kedua orang tuanya, khususnya bunda.


Akhirnya ia pun menjawab sebisanya,lagipula Kenzi pun sudah tahu kalau Ryra tidak akan bisa keluar rumah dengan mudah.Bukankah tadi siang Dinda sudah memberi tahunya soal itu.


"Maaf Bang, kayaknya Ryra gak bisa deh.Mungkin lain kali. " balas gadis itu.


Kenzi yang menerima balasan itu jadi agak kecewa, tapi sejenak kemudian senyuman kembali terukir di wajahnya.


"Semakin sulit untuk ditaklukkan, semakin menantang. " lirihnya.


Kenzivaro pun kembali mengetikkan balasannya.


"Kalau kamu gak bisa keluar rumah karena alasan bundamu, biar aku yang akan bilang padanya langsung. " ujar Kenzi di chat itu.


Seketika mata Ryra langsung melotot ketika membaca balasan dari Kenzi, ia sampai menelan air liurnya yang kini seakan tercekat di lehernya.


Jantungnya kini berdebar-debar tak karuan.Maklum saja,baru kali ini ia berbalas pesan dengan seorang pria yang masih asing.Mereka saja baru bertemu tadi siang untuk pertama dan kedua kalinya.


"Eeeh, tidak usah repot-repot kok Bang,Ryra memang tidak bisa pergi. " balas gadis itu.


Namun di dalam hatinya, ia merasa seakan sudah melewatkan kesempatan emas.Sedangkan Kenzi yang membaca balasan dari gadis itu merasakan sedikit kecewa.

__ADS_1


"Baiklah, tidak apa-apa.Tapi izinkan aku tahu dimana alamat kamu, aku pengen ngirim sebuah hadiah buat kamu, besok akan aku paketkan kesana.Aku gak enak kalau sudah niat nraktir tapi gak ditepati. Soalnya lusa aku sudah harus pergi ke Swiss karena ada pekerjaan disana. " balas Kenzi di dalam pesannya.


Sejenak gadis itu berfikir sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk membalas pesan itu dan memberitahukan Kenzi dimana alamat rumahnya.


"Baiklah kalau Abang memaksa,ini alamat rumahku.Jalan Rajawali no. 11,Menteng."ketik Ryra di ponselnya.


Setelah itu ia pun langsung meng-klik tanda kirim.Jujur di dalam hatinya ia sangat takut kalau sampai bundanya tahu, dia sudah mengirimkan alamat rumah mereka pada seorang pria.


Bagaimana kalau Kenzi nekad untuk datang ke rumahnya.Bisa-bisa akan terjadi kehebohan di rumah itu, apalagi sang bunda sangat tidak suka kalau peraturannya di langgar.


" Aduh, apa yang sudah aku lakukan? "ucap Ryra ketika ia tersadar dengan apa yang sudah ia lakukan.Tapi mau di hapus juga percuma, Kenzi bahkan sudah mengirimkan balasannya sekarang.


" Baiklah Ryra, paketnya akan aku kirim besok siang. Kamu tunggu aja ya, pasti akan datang." ujar Kenzi di pesan chat itu.


Kepalang basah Ryra akhirnya membalas "Oke."


*


*


*


Pangeran berkuda putih itu yang membebaskan dirinya dari kungkungan sang bunda dan peraturan-peraturannya yang selama ini sudah membelenggu kebebasannya.


Senyuman bahagia terlukis di bibirnya ,tatkala ia terbangun karena sang Bunda sudah berada di kamarnya untuk membangunkan dirinya sholat subuh.


"Ryra, bangun!Sudah subuh,kenapa kamu senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya bundanya, sambil mengusik tidur Ryra yang masih larut dalam mimpi indahnya.


"Ryra,bangun!Kenapa kamu jadi bengal begini?Anak gadis itu gak boleh bangun kesiangan, harus subuh-subuh sudah bangun.Pamali." ujar Bunda Diana sambil menarik selimut anak gadisnya.


"Iya Bunda, Ryra masih ngantuk Bund, habisnya capek banget di pesawat tidurnya juga gak nyaman. " jawab Ryra malas.


"Kamu kan pakai kelas bisnis, pasti bisa tidur dengan nyaman dong. " ujar sang bunda.


"Tetap aja Bunda,gak senyaman tidur di kasur rasanya. "jawab Ryra lagi.

__ADS_1


" Ya sudah, buruan bangun dan juga sholat subuh.Setelah itu kamu mandi biar gak ngantuk lagi, cepat buruan. "ujar Bunda.


" Iya Bund, iya."


Dengan langkah malas gadis itu melangkahkan kakinya ke kamar mandi,rasanya sangat dingin ketika bersentuhan dengan air subuh-subuh begini.


Dari kecil ia dibiasakan menunaikan sholat lima waktu,apalagi kalau dirumah, ada bunda yang selalu mengingatkan dirinya.Selama 22 tahun hidupnya,ia masih dianggap seperti anak kecil yang apa-apa selalu di ingatkan.


Walaupun rasanya sangat aneh,tapi ia juga tak bisa menolak perlakuan seperti itu dari kedua orang tuanya.Khususnya,bunda yang selalu menganggap dirinya belum dewasa,ingin sekali rasanya ia memberontak dan bebas dari kungkungan ini agar ia bisa mencapai impiannya.


Setelah semuanya sudah ia lakukan, kini gadis itu sedang sarapan di meja makan bersama keluarganya.


Sang Kakak, Kevin sudah ada dirumah.Ayahnya juga sudah pulang bekerja entah pukul berap?Ryra pun tidak tahu karena sudah di kamar sejak habis sholat Isya.


"Kapan kamu pulang Dek? " tanya abangnya Kevin.


"Siang kemaren Bang,Abang aja yang gak ada di rumah.Masa' adeknya pulang Abangnya malah gak nyambut sih?" jawab Ryra dengan wajah cemberut nya.


"Iya, maaf.Kamu kan tahu kalau Abang lagi kerja. "


"Kevin, Ryra! Kok jadi ngobrol, kalian lupa kalau di meja makan tidak boleh ngobrol. " ujar sang bunda.


"Sekali-sekali gak papa dong Bund,lagian aku sama Adek juga jarang bisa ketemu kalau gak di meja makan. " jawab Kevin.


"Kamu ya Vin, selalu ngejawab kalau Bunda lagi bicara!"ujar Bunda, ia mulai naik tensi nya.


"Sudah Bunda, maafin kami. Jangan marah lagi ya. " Ryra mencoba membujuk bundanya agar lebih tenang.


Gadis itu juga memberikan kode pada Abangnya ,untuk tidak kembali membuat bunda mereka naik darah.


"Tang." Tiba-tiba terdengar suara dentangan sendok dan garfu yang di lepaskan begitu saja.


Semua mata tertuju pada sang kepala keluarga.


"Lama-lama Ayah bosan kalau seperti ini terus,anak-anak sekarang sudah pada besar, mereka bahkan sudah dewasa sekarang! Bukan anak kecil lagi!Biarkan mereka berfikir dan melakukan kemauan mereka seperti orang dewasa.Kenapa Bunda selalu mengekang mereka?"sang ayah pun membela kedua anaknya.

__ADS_1


__ADS_2