Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Kenzi Sang Penyelamat


__ADS_3

Kenzi terus memacu kecepatannya,ia harus cepat sampai ke restoran itu. Sementara di restoran, Ryra kini sedang menjadi pusat perhatian.Michael kembali terus memegangi tangannya,membuat Ayah Hendra pun tak bisa berdiam diri saja.


"Ada apa ini,sayang? " Ayahnya Ryra itu pun,datang menghampiri putrinya.


"Ayah,suruh si Michael ini melepaskan tanganku.Aku tidak mau satu meja dengannya,dia ini adalah pria yang mau mele*ehkan aku dan Dinda kemaren malam, waktu kami lagi nongkrong di Cafe.Untung saja waktu itu ada Bang Kenzi,kalau tidak,mungkin 😭."Ryra tak bisa lagi membendung air matanya.


"Apa?!! Jadi dia bajingan itu? " tanya Ayah Hendra.


"Iya Yah," jawab Ryra sambil terisak.


Pak Hendra melotot tajam ke arah Michael,ia tidak terima anak gadis kesayangannya di perlakukan semena-mena oleh pria bajingan dan pemabuk seperti Michael.


"Lepaskan tangan putri saya!!" Gertak Pak Hendra.


Michael tak bergeming,ia masih ingin menanyakan perihal kata mele*ehkan yang disematkan Ryra padanya.


"Itu tidak mungkin Pak Hendra,anak kami bukan pria yang jahat! "Tuan Luwis pun datang menengahi.


Sedangkan Nyonya Luwis,wajahnya sudah berubah jadi ketar-ketir.Suaminya memang tidak mengetahui tentang puteranya yang di penjara semalaman gara-gara tuduhan mele*ehkan dua orang wanita.Saat itu ia masih berada di luar kota, sehingga Nyonya Luwis berusaha untuk menutupi semua itu dari suaminya.


"Mama,apa benar itu Ma?!"Tuan Luwis bertanya kepada istrinya.


Nyonya Viona ketar-ketir,ia hanya bisa menundukkan kepalanya di hadapan Tuan Luwis,sedangkan Bunda Diana,wanita itu tak kalah terkejutnya, ia pun datang menghampiri sang putri.


"Benar itu Ryra?Jadi nak Michael ini,yang sudah berusaha untuk berbuat jahat kepada kalian?! " tanya Bunda Diana.


Ryra hanya menganggukkan kepalanya,ia berusaha untuk kuat sambil berpegangan pada tangan Ayahnya.


"PLAKKK!! "


Suara tamparan keras itu,melayang kena pipinya Michael.Semua orang terkesiap melihatnya,mereka tidak menyangka kalau Bunda Diana yang di kenal lembut di kalangan para rekan bisnisnya itu bisa melakukan hal seperti itu di hadapan semua orang.


Michael memengangi pipinya yang memerah dan terasa sakit,akibat tamparan itu.Nyonya Luwis tidak terima melihat putera kesayangannya di permalukan di depan umum seperti itu,ia berdiri di depan puteranya yang anak Mami itu,di saat Bunda Diana akan melayangkan tamparan yang ke dua untuk Michael.


Nyonya Luwis menangkap tangan Bunda Diana."Hentikan Jeng Diana!Jangan coba-coba anda menyakiti putera saya lagi! " Cegah wanita dengan rambut yang di Tata rapi itu.

__ADS_1


Sementara tamu yang lainnya jadi lebih terkejut lagi,jamuan makan malam yang tadinya berjalan lancar dan menyenangkan, kini mendadak hancur dan berantakan.


Michael masih tidak terima di perlakukan seperti ini,ia hendak menarik tangan Ryra kembali,untuk mencari penjelasan akan kronologi kejahatannya.Kemaren,dia tidak begitu ingat akan apa saja yang sudah ia lakukan,sampai saat dirinya sadar, ia sudah berada di dalam penjara.


Untung saja,sang Mama yang sangat menyayangi dirinya bisa menjaminnya, sehingga ia bisa dibebaskan.


"Mau bikin ulah apalagi kamu?! " Cegah Tuan Luwis sambil menarik tangan puteranya itu, "Bikin malu saja!! " Hardiknya,pada sang putera.


"Tunggu dulu Pa! " Cegah Nyonya Viona,sang istri.


"Ada apalagi,Ma?!Ayo kota pulang! Sudah cukup Papa di buat malu oleh kalian berdua! " Tuan Luwis tetap kekeh mau mengajak anak dan istrinya untuk pulang saja.


"Sebentar,Pa," cegah Mamanya Michael itu.


"Apa lagi??! " Suaminya sudah tidak tahan berada di sana.


"Mohon maaf semuanya,izinkan saya menyampaikan permintaan maaf saya secara langsung kepada Nak Ryra dan keluarga,atas nama putera saya Michael.Sebenarnya kemaren malam,putera saya ini sedang mabuk,dia juga di cekokin minuman oleh teman-teman nya.Jadi...dia sama sekali tidak sadar,kalau dirinya melakukan suatu hal yang buruk. " Nyonya Viona menghampiri Ryra dan menggenggam tangan Ryra,dengan kedua tangannya.


"Nak Ryra sendiri kan yang bilang?Kalau Michael kami yang sudah berusaha mele*ehkan nak Ryra?Jadi,sebaiknya Michael harus mau mempertanggungjawabkan perbuatan nya,dengan menikahi nak Ryra, bagaimana sayang?? " Tanya wanita itu.


"Saya juga tidak akan sudi,jika harus merelakan putri saya dengan laki-laki seperti anak Jeng! " Bunda Diana pun turut membela putrinya,orang tua mana yang rela anak gadisnya hidup menderita,sekalipun Ibu itulah adalahhh Bunda Diana.


"Lalu,bagaimana dengan kerjasama kita? " Tanya Tuan Luwis.


"Saya tidak peduli dengan kerjasama itu! Persetan! " Balas Bunda Diana,sambil berbalik badan untuk mengajak putrinya pergi dari sana.


Michael tidak terima orang tuanya di hina seperti itu, pemuda itu juga ingin membalas perbuatan Bunda Diana.Michael mengambil segelas minuman dari atas meja yang ada di dekatnya,dan ingin menyiramkannya kepada Bunda Diana.Untungnya,di saat yang bersamaan,Kenzi datang tepat waktu dan menghalangi tubuh Bunda Diana dengan tubuhnya.


"Hati-hati,Tante," ujar Kenzi.


Siraman Michael,mengenai sekujur tubuh bagian belakang Kenzi,untungnya Kenzi memakai jaket.Bunda Diana dan Ryra pun terkejut melihat kedatangan Kenzi di sana.


"Bang Kenzi? " Ryra terlihat begitu bahagia melihat kehadiran Kenzi,apalagi Kenzi baru saja menyelamatkan Bundanya dari guyuran Michael.


"Anda siapa?!"Michael bertanya kepada Kenzi, di benaknya, sepertinya ia pernah melihatnya wajah itu juga, tapi di mana?

__ADS_1


"Apa kamu sudah lupa dengan tangan ini,yang menghajar Anda kemaren malam di cafe Tower?! " Tanya Kenzi, seraya menunjukkan bogem nya di hadapan Michael.


"Oh,jadi kamu pahlawan kesiangan itu?!Hekh!?" Michael menatap Kenzi dengan tatapan merendahkan,sambil tersenyum miring. 😏


"Apa Anda masih ingin merasakan,dipukul lagi?! " Tantang Kenzi.


"Kurang ajar! Kamu pikir saya takut?! " Michael maju dan menjawab tantangan Kenzi, ia mulai menendang dan juga meninju,tapi semuanya bisa Kenzi hindari dengan mudahnya.


"Bugghh!!"Kenzi berhasil menonjok wajah Michael dengan bogem mentahnya,sehingga pemuda itu tersungkur ke belakang.


"Awww," desis Michael sambil memegangi rahangnya yang terasa ngilu.


"Hentikan!Jangan pukul lagi! " Nyonya Viona menghalangi Kenzi yang akan memukul kembali putera kesayangannya itu.


"Baiklah!Tapi saya harap,Tante bisa menjaga putera Tante itu agar bisa menjauhi Ryra dan juga keluarganya!" Tegas Kenzi.


"Siapa kamu sebenarnya?! Anak begajulan aja udah sok ngatur-ngatur!Kamu fikir kamu siapa?Hah??!!!"Nyonya Viona memandang rendahkan Kenzi,bisa-bisanya anaknya di pukulin sama pemuda yang pakaiannya gak rapi seperti Kenzi.


Bunda Diana dan yang lainnya pun berfikiran sama seperti Nyonya Viona,tapi tidak dengan Ayah Hendra.Dia suka pada karakteristik pemuda seperti Kenzi,yang sangat mirip dengan puteranya Kevin.Tegas, berani, dan juga tangguh, tentunya ia bisa melindungi wanita.


"Apalah arti sebuah identitas,Tante? " Jawab Kenzi.


"Saya akan cari kamu! Saya tidak terima anak saya di pukulin seperti ini. Akan saya tuntut kamu!! "Ujar Nyonya Viona.


"Siapa yang berani menuntut Kakak saya!? " Tiba-tiba Cellyn datang ke tengah-tengah mereka.


"Cellyn??! " Kenzi pun terkejut, tak lama kemudian Pak Joni juga muncul di sana.


Semua mata tertuju pada Cellyn dan juga Pak Joni.


"Siapa gadis itu? " Tanya semua orang.Terdengar beberapa tamu,yang lain berbisik satu sama lain.


"Dia 'kan Cellyna,model yang merupakan anak angkat dari keluarga Fernando," ujar Miranda yang juga berprofesi sebagai model.


"Keluarga Fernando? " Bunda Diana tak percaya.😲

__ADS_1


Sebagai seorang pengusaha,tentu saja Bunda Diana juga mengenal nama keluarga itu.Keluarga Fernando,merupakan salah satu keluarga konglomerat yang ada di negri ini.


__ADS_2