
Ryra terkesima melihat Kenzi yang selalu membela dan melindungi dirinya,tapi dia juga tidak mau kalau sang Bunda dan orang yang mulai dicintainya itu jadi bermusuhan.Secepatnya Ryra berdiri di antara keduanya untuk melerai mereka.
"Tolong Bunda, hentikan amarah Bunda, " ucap Ryra seraya memohon kepada bundanya.
Satu detik
Dua Detik
Tiga Detik
Di luar dugaan, Bunda Diana akhirnya mau menurunkan tangannya dan Kenzi pun melepaskannya.
Raut wajah penuh rasa bersalah, kini tergambar jelas di wajah wanita parubaya itu.Selama ini, dirinya masih bisa menjaga tangannya agar tidak berbuat kasar kepada putrinya. Meskipun ia selalu marah dan sok mengatur segala hal yang berhubungan dengan Ryra, tapi itu semua dirinya lakukan karena ia sangat menyayangi putrinya itu. Hanya saja, mungkin caranya lah yang salah.
"Ayah, ajak putrimu itu pulang!Bunda akan tunggu di mobil! " Bunda Diana membalik badannya dan berjalan meninggalkan restoran itu.
Pak Hendra sudah mengerti apa yang dimaksud oleh istrinya, ia harus segera membawa Ryra pulang bersama mereka.
"Ayo sayang, kita pulang. Sepertinya acara malam ini sudah tidak bisa dilanjutkan lagi, " ajak Pak Hendra kepada putrinya.
Ryra jadi bingung.Di satu sisi, ia masih ingin berbicara dengan Kenzi, namun di sisi lain!?
"Eee, Ayah. Apa boleh aku bicara dengan Bang Kenzi sebentar? " tanya Ryra.
Sejenak,Pak Hendra dan Kenzi saling tatap dan melempar senyum masing-masing.Kenzi pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berkenalan dengan calon Ayah mertua ðŸ¤.
"Hallo Om, perkenalkan...saya Kenzi, Kenzivaro. " Kenzi mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Pak Hendra pun dengan senang hati menyambutnya, keduanya saling menggenggam tangan masing-masing.
"Senang sekali, Om bisa berkenalan dengan kamu. Sekali lagi, Om ucapkan banyak-banyak terimakasih atas pertolongan kamu malam ini, tadinya Om cukup kewalahan untuk menangani si Michael itu, anak itu sangat kurang ajar sekali sama orang tua.Untung tadi ada nak Kenzi.Terimakasih ya,nak Kenzi, " ucap Pak Hendra.
"Sama-sama Om, memang sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga putri Om, " jawab Kenzi malu-malu.
__ADS_1
"Kewajiban? Maksudnya nak Kenzi, kalian berdua... memang benar...pacaran? " tanya Pak Hendra penasaran.
Kenzi dan Ryra saling berpandangan sambil malu-malu,namun hal itu tentu saja membuat Cellyn jadi semakin kesal bukan kepalang.
"Sepertinya begitu, Om, " jawab Kenzi malu-malu.
"Loh, kok sepertinya? Gak papa kok kalau kalian beneran pacaran, bila perlu kalian itu langsung menikah. Jujur saja, saat pertama kali Om melihat nak Kenzi tadi, hati Om langsung suka." Pak Hendra sudah memberikan lampu hijau pada Kenzi.
Kenzi semakin tersenyum lebar, ia sangat senang sekali."Terimakasih Om,sungguh saya sangat gembira mendengarnya.Rasanya seperti mendapatkan durian runtuh, "ujar Kenzi sambil kembali mencium tangan calon Ayah mertua.
" Sudah, sudah,ketiban durian itu sakit loh,Nak.Pokoknya kalian tenang aja, Ayah pasti akan bantu kalian untuk meyakinkan Bunda,Ayah janji." Pak Hendra kembali membuat hati pasangan baru itu berbunga-bunga.
" Tapi...Ayah tau sendiri kan,sangat sulit untuk meyakinkan Bunda. "
"Biar Ayah yang urus soal itu, Ayah hanya ingin melihat kamu bahagia ,sayang." Pak Hendra merasa beban di pundaknya mulai sedikit terangkat. Setidaknya, sekarang sudah ada Kenzi yang akan menjaga putri satu-satunya itu. Dirinya tidak perlu risau lagi untuk mencarikan jodoh untuk Ryra.
"Terimakasih Ayah,sebenarnya... kami berdua... "Baru saja Ryra mau bicara tentang hubungan keduanya, tapi Kenzi segera menyela.
" Kami berdua,sudah berencana untuk menikah Om. "Kenzi spontan mengatakan itu.
Mata Ryra melotot,'Apa ini?Menikah? '
Entah harus bagaimana Ryra menanggapinya, mereka tidak pernah membahas soal ini sebelumnya. Lagipula hubungan mereka sebenarnya belumlah resmi jadian.
" Om sangat setuju sekali, tapi Om harap, kamu bisa bersabar sebentar.Karena Om butuh waktu untuk meyakinkan Bundanya Ryra dulu, ya.Tapi Om pastikan, itu tidak akan lama lagi."
"Tentu Om, berapa lama pun waktunya, saya akan tetap menunggu, "ucap Kenzi mantap.
Wajah Ryra seketika merona.Akan tetapi ada seseorang yang sedari tadi terus menahan amarahnya. Ia tidak terima kalau orang yang sangat dicintainya selama bertahun-tahun, malah akan merencanakan pernikahan dengan gadis yang lain.
" TIDAKKK!!!!"Itu suara teriakan Cellyn.Gadis itu menghancurkan semua benda dihadapannya.Vas bunga,piring-piring yang masih ada di atas meja, semuanya berantakan di lantai.
"Astaga, Cellyn. Apa yang sedang kamu lakukan?! " Kenzi benar-benar kaget, begitu juga dengan Pak Hendra, Ryra dan juga para pelayan restoran yang sedang sibuk membereskan meja-meja lainnya.
__ADS_1
"Cellyn?Apa yang kamu lakukan? " Kenzi kembali bertanya pada adiknya itu, ia juga mencoba menenangkannya.
"Kak Ken jahat!Kakak gak boleh nikah sama wanita itu! Aku gak terima, hanya aku yang akan menikah dengan Kakak. "Cellyn benar-benar sudah tak bisa di ajak bicara baik-baik. Saat ini ,gadis itu sedang di kuasai emosi.
" Nak Kenzi, sebaiknya kamu antarkan dia pulang.Biar semua kekacauan ini, Om yang urus, "ujar Pak Hendra.Ayahnya Ryra itu mendadak khawatir akan keselamatan putrinya, bila menikah dengan Kenzi nanti.
Sebagai seseorang yang sudah lama hidup dan berpengalaman, Pak Hendra bisa tau kalau perasaan yang Cellyn tunjukkan untuk Kenzi, bukan hanya sekedar perasaan antara adik ke kakaknya, tapi itu lebih ke perasaan cinta antara lawan jenis, lebih tepatnya itu adalah Obsesi ingin memiliki Kenzi yang sangat besar. Cellyn cemburu kepada Ryra, dan cemburu buta bisa membawa petaka.
Melihat itu,Pak Hendra jadi khawatir akan nasib putrinya nanti." Bagaimana ini? Baru saja aku merasa lega bisa menemukan pria yang tepat untuk Ryra, tapi sekarang...?"ucap Pak Hendra lirih.
Kenzi masih kalut dan terus berfikir, rasanya sangat kesal dengan sikap Cellyn ,bagaimana bisa Cellyn jadi seperti ini? Sungguh keterlaluan, cinta sudah membutakan mata dan hatinya.Kenzi bingung harus bagaimana?
"Cellyn, tolong hentikan!Kamu jangan membuat kakakmu ini malu," pinta Kenzi.
"Sudahlah Bang, sebaiknya Abang segera antarkan Cellyn pulang dulu. Sepertinya kondisinya sedang tidak baik, " ujar Ryra.
Kenzi pun mencoba mengajak Cellyn untuk mau berjalan ke mobil, tapi gadis itu menolak , lalu ia menghampiri Ryra.
"Dasar perempuan gak laku! Ngapain kamu pakai dekatin Kak Ken aku.Awas saja ya kamu!Hanya aku yang boleh menikah dengan Kak Ken! " Cellyn benar-benar sudah di luar nalar, ia tak segan-segan untuk menyakiti siapapun kalau yang dirasa miliknya akan direbut orang lain.
"Cellyn, sudah! Hentikan! " Kenzi pun segera menarik tangan Cellyn,lalu pamit dengan Ryra dan Ayah Hendra."Kami pulang dulu Om, Ryra,tolong maafkan sikap adik saya.Soal kerugian restoran,biar nanti saya yang urus,"ucapnya.
" Iya, hati-hati nyetirnya. "Ayah dan anaknya itu kompak.
Sebelum pergi, kenz sempat berbicara dengan pihak restoran.Semua kerugian yang ditimbulkan oleh Cellyn, langsung di bayarnya lunas. Semuanya berjumlah 120 juta rupiah, karena ini restoran mewah, tentu saja perlengkapannya bukanlah barang-barang murah. Kenzi sama sekali tidak kesulitan mengeluarkan uang sebanyak itu.Setelah urusannya selesai, Kenzi kembali ke mobilnya dan di sana Ryra dan ayahnya berdiri karena hendak keluar juga.
" Assalamualaikum, "ucap Kenzi.
" Wa'alaikum salam. "Ryra dan ayahnya kompak menjawab.
Kenzi menarik tangan Cellyn untuk masuk ke dalam mobilnya, dan mobil Cellyn terpaksa di tinggal di restoran itu sebelum nanti akan ada orang-orang yang disuruh Kenzi untuk mengambilnya. Kemungkinan orang itu adalah Pak Joni, sang satpam di rumah papanya.
Bunda Diana yang masih menunggu di dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobil Kenzi, bisa melihat semuanya. Kenzi pulang dengan mengendarai sebuah mobil Lamborghini,tentu saja harganya tidaklah murah. Hal itu sudah memperjelas tentang status Kenzi yang sebenarnya.Yang pasti pemuda itu bukanlah tour guide biasa.
__ADS_1