Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Mengalah Untuk Menang


__ADS_3

"Baiklah Tante,mungkin saya memang tidak sepadan dengan putri Tante dan juga keluarga Tante.Tapi bolehkah jika kami sekedar berteman saja,saya hanya kasihan melihat Ryra,selama 22 tahun hidupnya,dia tidak punya teman selain Dinda saja,"ujar Kenzi.


Bunda Diana mengerutkan keningnya,"Apa kamu bilang?!tau apa kamu soal putri saya?!"


Bunda Diana sangat marah,siapa Kenzi yang baru kenal beberapa hari dengan putrinya,sudah sok tahu mengenai putrinya.


Wanita empat puluh tahunan itu sudah memasang wajah murkanya,Kenzi tak bergeming.Baginya ia sudah menganggap Bunda Diana itu seperti Ibunya sendiri, sebagai anak,dirinya wajib mengingatkan orang tuanya kalau terlalu keras dalam mendidik anak.Tapi Bunda Diana adalah wanita yang mempunyai prinsipnya sendiri,belum tentu perkataan Kenzi tadi bisa meluluhkan hati wanita itu.


"Saya minta kamu segera pergi dari sini dan jangan temui putri saya lagi,karena sebentar lagi Ryra akan saya nikahkan dengan laki-laki yang sepadan dengan keluarga kami.Saya tidak sudi kalau putri saya satu-satunya harus hidup menderita bersama laki-laki gak jelas seperti kamu! "


Wajah Kenzi seketika berubah menjadi muram,ingin rasanya ia mengungkapkan siapa dirinya yang sebenarnya.Tapi di satu sisi hatinya melarangnya,tidak perlu menunjukkan siapa kita hanya untuk dihargai orang lain,apalagi orang itu sudah memandang rendah kita tanpa menyelidiki atau tau siapa kita.


Kenzi tersenyum,ia harus bisa mengendalikan dirinya.Tidak mungkin ia mau melawan wanita yang sudah melahirkan gadis yang ia cintai,Kenzi tidak sekurang ajar itu kepada orang yang lebih tua,terlebih lagi seorang Ibu.


"Baiklah Tante,kalau begitu saya permisi dulu.Kebetulan saya masih ada pekerjaan nanti malam,assalamu'alaikum." Kenzi pun pamit, namun lagi-lagi Bunda Diana tidak mau menyambut uluran tangan pemuda tampan itu.Entah apa yang ada di dalam hati Ibu dua anak itu,tapi kalau ia boleh jujur,sikap gentle Kenzi dan juga cara pemuda itu menghormati orang yang lebih tua,sudah sedikit banyak menggugah hati nuraninya.


Di saat Kenzi akan meninggalkan gedung perusahaan itu,Bunda Diana yang berjalan ke arah luar tak sengaja melihat Kenzi masuk ke sebuah mobil Lamborghini yang sangat fantastis harganya.Wanita parubaya itu jadi bertanya-tanya,dari mana pemuda itu bisa mendapatkan mobil mewah seperti itu?


Bunda Diana menarik nafas berat, iajugak sudah tidak mau terlibat dengan pemuda itu lagi.Bahkan urusan mobilnya yang penyok pun, ia malas untuk menagihnya demi untuk menghindari pemuda itu.Dirinya tidak mau kalau sampai Kenzi bertemu lagi dengan putrinya.


Wanita itu ingin segera mengadakan acara syukuran kelulusan Ryra, agar iajugak bisanya mengundang keluarga-keluarga rekan pengusahanya yang sepadan dengan mereka, siapa tau ada diantara putera merek yang bisa di jodohkan dengan putrinya itu.


Ryra yang sudah berada di ruangannya masih saja galau, ia masih memikirkan tentang apa yang akan bundanya bahas dengan Kenzi di bawah.

__ADS_1


"Bagaimana ini?aku takut Bunda bakal marahin Bang Kenzi.Apa aku pergi ke bawah lagi ya buat lihat apa mereka bertengkar atau tidak? " gumam Ryra.


Namun,belum sempat ia keluar dari ruangannya,sang Bunda sudah datang lagi untuk menemui dirinya.


"Persiapkan diri kamu nanti malam.Bunda akan mengadakan acara syukuran dan mengundang beberapa rekan bisnis Bunda beserta keluarganya.Kamu harus tampil secantik mungkin,dan jangan sampai kamu bikin ulah yang tidak-tidak di acara tersebut! "


Ryra sudah tau arah pemikiran sang Bunda, pasti ini soal perjodohan yang bundanya katakan tadi pada Kenzi saat di lobby.Gadisnya itu hanya bisa pasrah,mengharapkan ada yang akan membantunya pun,ia tidak berani.


Bunda Diana pergi meninggalkan ruangan putrinya itu,para karyawan adanya yang saling berbisik.Mereka merasa ada yang aneh dengan sikap Bu Direktur dana juga Bu manajer ini,sikap mereka lebih ke seperti Ibu dan anak.


"Kalian dengar gak tadi? " tanya Sisi.


"Iya,aku dengar saat Bu Ryra memanggil Bu Direktur Bunda, " jawab Rama.


"Aku fikir juga begitu,"tambah Devi.


Tak hanya di ruangan Ryra,di lobby juga karyawan yang lain sibuk bergosip mengenai ibu dan anak itu.Apalagi mereka tadi sempat melihat pertengkaran antara Bunda Diana dan juga Ryra yang membela pemuda tampan bernama Bang Kenzi.


" Gila! Bu Ryra berani banget tadi ngebela cowok gantengnya itu.Siapa namanya? "ujar resepsionis yang satu.


" Tadi Bu Ryra memanggilnya Bang Kenzi, "jawab yang satunya.


" Jangan-jangan, merekam pacaran.Tapi apa hubungannya dengan Bu Direktur ya?? apa jangan-jangan Bu Ryra dan Bu Direktur itu Ibu dan anak. Benar,pasti mereka itu ibu dan anak,kalau diperhatikan wajah keduanya memang banyak kemiripan, "

__ADS_1


Dan menyebarlah semua kabar tentang hubungan Ryra dan Bunda Diana kan,akhirnya banyak yang mencari tahu tentang kebenaran kabar itu.Dalam waktu beberapa jam saja, mereka sudah memastikan kalau manajer pemasaran yang baru itu adalah anak kandung dari pemilik perusahaan itu sendiri.


Kabar itu sudah sampai ke telinga Bunda Diana di lantai 5 gedung.Kebenaran itu sudah tidak perlu di tutup-tutupi lagi.Kabar itu juga sampai ke ruangan kepala HRD, Pak Fauzan.


Pria itu merasa sangat terkejut,ia pun bertekad untuk semakin gencar mendekati Ryra.Dirinyamemang tidak memeriksa secara detail nama orang tua dari karyawan baru itu, padahal data diri Ryra ada padanya.


"Kenapa aku gak kepikiran sama sekali soal ini?" sesalnya.


Tapi dirinya tetap senang, karena ternyata gadis incarannya tak hanya cantik,tapi juga pewaris perusahaan tempatnya bekerja saat ini.


Fauzan bertekad,akan mendapatkan Ryra untuk ia jadikan istrinya kelak.Tak peduli bagaimana pun caranya,ia pasti akan mendapatkan gadis incarannya itu.


"Pantas saja mataku ini tidak pernah salah dalam menilai cewek-cewek cantik.Apalagi yang berkualitas seperti dia, " ujarnya manggut-manggut.


Pria yang sudah berkepala tiga itu manggut-manggut sambil tersenyum licik,ia merasa jalan kesuksesan di masa depannya sudah terbentang di depan mata.Mendapatkan Ryra sudah pasti akan mendapatkan perusahaan tekstil ini,dan itu artinya dia akan menjadi orang kaya.


Tidak demikian dengan Kenzi,pemuda tampan itu saat ini sedang berdiri sambil bersandar di samping mobilnya sambil menyesap minuman soda kalengan di pinggir sebuah tebing yang hijau.


Dari ketinggian ini,ia bisa melihat hamparan bukit yang indah dan memanjakan mata.Kenzi berfikir keras perihal ucapan Bunda Diana padanya tadi.


"Jadi dia akan di jodohkan?"ucap Kenzi sambil meremas kaleng minuman soda di tangannya.


Hatinya sudah tertambat dengan gadis cantik itu,bagaimana mungkin ia bisa merelakannya begitu saja.Tentu saja dirinya akan memperjuangkan cinta pertamanya ini.

__ADS_1


" Aku tidak akan membiarkan kamu dimiliki oleh orang lain, percayalah,aku pasti akan memperjuangkan kamu, cintaku. "ujar Kenzi sambil melempar kaleng remuk itu ke lembah di depan sana.


__ADS_2