Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Menolak


__ADS_3

Karena tidak bisa secara langsung bertemu dengan Ryra,Kenzi dengan berat hati meninggalkan rumah itu.Ia tidak mau menyebabkan masalah untuk gadis yang baru ia kenal.


Tapi lain halnya bagi gadis yang saat ini sedang menatap kartu ucapan di tangannya,bibir gadis itu tersenyum dengan sendirinya.Ini pertama kalinya ia mendapatkan pesan khusus dari seorang pria.


Ryra menyimpan kartu itu di dalam nakasnya dengan baik,dibagian yang tersembunyi.Gadis itu lalu berguling-guling diatas kasurnya,sambil membayangkan wajahnya Kenzi.


Ia baru tahu kalau tadi Kenzivaro datang ke rumahnya.Dan lebih tidak menyangka lagi kalau Kenzi juga yang telah menyebabkan mobil sang Bunda bertabrakan.


"Oh tidak! " Ryra jadi teringat akan hal itu.


'Bagaimana kalau nanti Bunda tidak mengizinkan dirinya berteman dengan Kenzi?'


Wajah yang tadinya penuh senyum semringah,sekarang langsung berubah menjadi muram.Ryra jadi sedih mengingat nasib percintaannya yang layu sebelum berkembang.


Gadis itu meraih ponselnya yang berada di atas nakas,setelah di buka baru lah ia tau kalau ternyata ada begitu banyak pesan dari Kenzi.


Ternyata Kenzi memang sengaja datang untuk menemui dirinya,senyuman Ryra kembali terbit di kedua sudut bibirnya.Walaupun bukan hubungan yang spesial, setidaknya sekarang ia punya teman seorang pria.


Ryra pun membalas chat yang di kirimkan oleh Kenzi,ia berterimakasih atas buah-buahan yang Kenzi bawa untuknya.Mereka saling berbalas pesan,dan akhirnya gadis itu bersedia di ajak ketemuan.


"Ihhhhhhhh,aku harus segera kasih tau Dinda soal ini, "gumam Ryra.


Ia segera menelpon sahabatnya,Dinda.Rasanya ia sangat senang sekali hari ini,ia harus membaginya dengan sahabatnya.


Tersambung....


Ryra langsung berkata[" Hallo Din,kamu tau gak? "]


[" Tau apa?,kamu aja belum kasih tau,"] jawab Dinda di seberang sana.


[" Bang Kenzi barusan dari rumah aku,"]ujar Ryra


["Seriusan kamu? kok bisa? "] ujar Dinda tak percaya.


["Serius,aku juga gak nyangka dia bakalan datang ke rumah."]Jantung Ryra berdebar-debar.

__ADS_1


Keduanya terus ngobrol hingga larut malam.


Tadi di telpon, Dinda menyarankan agar dirinya mau membuka hati untuk seorang pria,mungkin saja ini kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan.Apalagi Kenzi memang tidak bisa di anggap cowok yang tak punya kelebihan.


Ryra jadi terus memikirkan tentang ajakan Kenzi untuk bertemu di luar.Besok kalau Kenzi kembali menghubungi dirinya, maka Ryra akan mengiyakan ajakannya.


Walau belum bisa di sebut cinta, tapi Ryra merasa ada sesuatu yang berbeda saat ia membaca pesan dari Kenzi,apalagi kalau mengingat tentang kata-kata Kenzi saat menelponnya tadi sore.


*****


Waktu berlalu, hari pun sudah beranjak pagi. Matahari sudah mulai menampakan sinarnya yang hangat. Ryra dan keluarganya sudah selesai sarapan, Kevin sang Abang juga sudah akan berangkat bekerja.


" Bagaimana Vin? apa ada kemajuan?"tanya sang Ayah.


"Kayaknya Nihil Yah,dia belum siap nikah, " jawab Kevin lesu.


"Ya sudah, nanti Ayah yang akan mencarikan kamu calon istri yang tepat. " Pak Hendra sudah sangat tidak sabar untuk membuat Kevin puteranya segera menikah.


"Tapi Yah,Kevin tidak mau menikah dengan wanita lain, " jawab Kevin.


"Kalau kamu tidak mau, makanya kamu harus bisa pepet terus dia agar dia mau segera menikah.Kasihan adek kamu. " Pak Hendra kembali memberikan tekanan kepada puteranya itu.


"Hahh!! " Kevin langsung berdiri dan bergegas meninggalkan rumah dengan mobilnya.


Pak Hendra tak tau harus berbuat apa lagi,ia juga mengerti bagaimana perasaan puteranya itu saat ini.


"Maafin Ayah Vin, " kesahnya.


****


Tanpa di sadari oleh Pak Hendra, ternyata Bunda Diana juga mendengar pembicaraan di antara dirinya dan Kevin tadi.


"Kenapa Ayah pengen Kevin cepat menikah? " tanya Bunda Diana.


"Ayah cuma merasa sudah waktunya saja anak itu menikah, dia sudah pantas untuk menikah.Apalagi sekarang kan ia sudah naik pangkat juga,kapan lagi dia akan membina rumah tangga?" Pak Hendra hanya bisa membuat alasan yang masuk akal,agar istrinya itu tidak banyak tanya.

__ADS_1


"Kevin itu kan anak laki-laki kita satu-satunya, terserah dia kapan mau menikah.Fokus kita sekarang itu harus ngurusin Ryra,dia sudah 22 tahun dan dia seorang wanita.Bunda ingin mencarikan dia jodoh dari kalangan kita," ujar Bunda Diana,"Bagaimana kalau kita bikin acara syukuran kecil-kecilan,untuk kelulusannya Ryra.Kita undang rekan-rekan bisnis kita, ya...gak usah banyak-banyak.Kita minta mereka membawa keluarganya juga, " usul Bunda Diana pada suaminya.


"Memangnya siapa yang mau Bunda undang ke acaranya itu?" tanya Pak Hendra.


"Kita undang keluarga Yudistira, keluarga Bagaskara,keluarga Luwis,dan keluarga Satria.Ke empat keluarga itu kan,memiliki putera-putera yang tampan dan juga semuanya sudah pasti akan mewarisi perusahaan keluarganya,usia mereka juga tak beda jauh darimu putri kita." Bunda Diana masih dalam obsesi perfeksionis nya itu.


Pak Hendra sampai geleng-geleng kepala, ia sangat tidak setuju dengan jalan pikiran istrinya itu.


"Tapi kalau menurut Ayah,sebaiknya Kevin yang duluan menikah.Di keluarga kita kan tidak ada yang pernah di langkahin,pamali." Pak Hendra masih keukeh dengan pendiriannya.


"Ayah ini,kalau di bilangin selalu saja pengen bertentangan sama Bunda.Ya sudah, mending Bunda masuk ke kamar saja, malas bicara sama Ayah, gak pernah mau ngertiin istrinya, hemm."Bunda Diana melengos dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


****


Seperti biasa Ryra berangkat ke kantor dengan di antar oleh Mang Oding.Sebenarnya ia sangat ingin menyetir mobilnya sendiri, tapi lagi-lagi ia terpaksa harus patuh dengan perintah sang Bunda.


"Sudah sampai Non, " ujar Mang Oding yang terpaksa menurunkan Nona nya di pinggir jalan tak jauh dari Perusahaan.


"Makasih ya Mang,nanti kalau mau pulang saya kabarin, " ujar Ryra sebelum turun dari mobil.


Ryra pun turun dari mobilnya dan lalu ia langsung berjalan kaki menuju gerbang perusahaan milik keluarganya itu.


Tinn.... Tinnnnn... Tinnnnn...... bunyi klakson mobil


"Pagi Ryra," sapa seseorang yang sedang naik mobil di sampingnya.Pria itu terlihat melemparkan senyuman ke arahnya,melalui kaca jendela mobil yang pria itu turunkan.


"Eh,Pak Fauzan.Pagi juga Pak," balas Ryra ramah.


"Mau ikut naik?ayo ikut saya aja.Masih jauh loh ke dalamnya, " ajak Fauzan.


"Ah,gak usah deh Pak.Saya jalan kaki aja. " Ryra tidak mau nanti akan timbul gosip. Lagi pula dia tidak tau Pak Fauzan ini beneran masih single atau sudah beristeri.


"Gak pa pa,naik aja."Fauzan masih berusaha membujuk Ryra.


" Maaf Pak,saya gak enak sama yang lain. Sekali lagi maaf,saya jalan kaki aja,bentar lagi juga sampai kok Pak."Lagi-lagi Ryra berusaha menolak.

__ADS_1


Dua kali di tolak,membuat Fauzan jadi kesal. Ia langsung tancap gas memasuki area parkir perusahaan tanpa basa-basi.Sepertinya pria itu sangat marah karena penolakan yang Ryra lakukan.


Ryra sampai kaget karena mobilnya Fauzan mendadak tancap gas meninggalkan dirinya yang masih berada di dekat gerbang perusahaan.Untuk masuk ke dalam, ia masih harus berjalan kurang lebih 100 meter lagi.


__ADS_2