Cinta Gadis Pingitan

Cinta Gadis Pingitan
Permintaan Sang Ayah


__ADS_3

Ryra dibantu oleh Bik Oni, kini sedang membersihkan sisa piring kotor yang ada di meja makan.Suasana rumah ini masih terasa ramai karena ayah dan Kevin kakaknya belum berangkat bekerja,keduanya masih berbincang di kursi teras sambil memasang kaos kaki dan juga sepatu.


Kevin yang seorang polisi,berbadan tegap dengan rambut cepak dan rapi.Kakak dari Ryra itu terlihat sangat tampan,sama seperti adiknya yang cantik.


"Bagaimana hubungan kamu dengan pacarmu itu, Vin?" tanya sang ayah.


"Baik Yah, tumben Ayah nanyain pacarnya Kevin?" tanya Kevin yang sedikit bingung, karena tak biasanya ayahnya itu mencampuri urusan pribadi puteranya.


"Bukan apa-apa,Vin.Ayah cuma ingin kamu itu segera menikah.Kamu lihat kan adikmu itu, sekarang umurnya sudah 22 tahun.Ayah cuma tidak ingin nanti adikmu susah jodoh gara-gara belum nikah juga, dia juga tidak mungkin 'kan kalau melangkahi kamu duluan?"


Wajah Kevin mendadak berubah jadi wajah bingung.


"Ingat Vin, dikeluarga kita tidak pernah ada yang di langkahi," ujar Pak Hendra Adhiyaksa.


"Tapi Rayana belum mau menikah, Yah.Dia masih ingin berkarir. Katanya,ia mau membahagiakan orang tuanya terlebih dahulu dengan membalas jasa mereka yang sudah membesarkan dan juga menyekolahkannya, sampai ia bisa jadi seperti sekarang ini,"jelas Kevin pada sang ayah.


" Kalau bisa,secepatnya kamu ajak dia menikah.Kalau dia masih tidak mau juga, sebaiknya kamu cari gadis yang lain saja."Pak Hendra pun sekarang ikut-ikutan Bunda Diana yang selalu mengatur seisi rumah.


Kevin nampak tertunduk lesu,karena tak ingin berlarut-larut di tanyain melulu,akhirnya Kevin memilih bangkit dari duduknya dan berpamitan pada sang ayah untuk segera berangkat bekerja.


" Kevin berangkat duluan Yah,Kevin ada apel pagi,"kilah Kevin.


" Hmm,segera kamu kabarin ayah bagaimana jawaban dari pacar kamu itu. Mudah-mudahan saja gadis itu bersedia segera menikah, jadi kita tidak perlu lagi mencari kandidat lainnya.Tentunya kamu juga ingin menikahnya dengan orang yang kamu cintai 'kan?" Pak Hendra kembali menekan putera itu.Beliau tak peduli, walaupun saat ini Kevin terlihat stress.


" InsyaAllah Yah,nanti Kevin rundingkan dulu sama Rayana.Semoga saja ia bersedia menikah,"jawab Kevin kemudian,ia tidak ingin memberi harapan semu pada ayahnya itu.


"Siapa Kak yang mau nikah?Wah... ada berita seru nih kayaknya,"ujar Ryra yang baru saja keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


Pak Hendra menatap sendu putrinya itu,di dalam hatinya ia merasa kasihan kepada Ryra yang selalu saja dikekang oleh sang istri, tapi disisi lain ia juga tidak bisa membantu putrinya itu terbebas dari peraturan ketat yang istrinya buat dan terapkan selama ini.


Kevin hanya tersenyum kepada adiknya,


jarang bertemu membuat hubungan antara keduanya agak canggung.


"Abang pamit dulu ya,Dek."ujar Kevin sambil mengelus kepala adiknya itu.


"Ih, Bang Kevin kok pertanyaan aku gak di jawab sih?" tanya Ryra.


"Nanti juga kamu bakalan tahu kok,Abang pergi dulu ya.Ingat!segera cari pacar, kalau kamu gak mau dijodohin sama Bunda,"bisik Kevin di telinga adiknya itu.


"Kok Bang Kevin ngomongnya gitu?"Gadis bernama Ryra itu bingung dan tak mengerti apa yang di maksud oleh sang kakak.


"Sudah Vin,sebaiknya kamu pergi kerja sana. Takutnya nanti terlambat,katamu ada apel pagi,"ujar sang ayah.


Pak Hendra sengaja memotong pembicaraan adik kakak itu,agar Kevin tidak keceplosan kepada Ryra perihal dirinya yang meminta kepada puteranya itu untuk segera menikah,alasannya adalah karena dia takut kalau Ryra putrinya,jadi perawan tua.


Selama ini ia tidak punya cukup waktu untuk sekedar berbincang ataupun sharing dengan anak-anak nya,terutama Ryra yang merupakan seorang gadis.


Pak Hendra lebih dekat dengan Kevin puteranya,mungkin karena Kevin adalah seorang anak laki-laki.


"Kita ngobrol sebentar yuk, di taman. Disini Ayah takut ada yang dengar,"ajak Pak Hendra.


"Memangnya ada apa,Yah?Ryra jadi penasaran deh,"jawab Ryra.


"Ayo kita ngobrol sambil jalan ke kursi taman," ujar Pak Hendra kepada putrinya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo Yah."Dengan semangat gadis itu merangkul lengan sang ayah menuju ke kursi taman.


Sesampainya di kursi taman,keduanya duduk bersebelahan . Pak Hendra mulai mencari kata-kata yang tepat agar putrinya itu tidak tersinggung dengan apa yang akan ia sampaikan nanti.


"Eeee, begini sayang.Sebenarnya...Ayah ingin kamu segera berumah tangga,"ucap Pak Hendra dengan hati-hati.


Jlebb.....


Hati Ryra tiba-tiba berdenyut nyeri mendengar apa yang ayahnya ucapkan barusan.Menikah?Bagaimana dirinya akan menikah kalau seorang pacar pun tak punya.


"Mengapa Ayah ingin,aku segera menikah?" tanya Ryra bingung.


"Kamu tahu sendiri kan sayang,selama ini Ayah merasa sangat kasihan sama kamu nak.Semua apapun itu didalam hidupmu,bunda mu lah yang mengaturnya.Ayah fikir cara yang paling tepat dan bijak untuk membebaskan kamu dari pengaruh bundamu adalah,kamu menikah," jelas sang Ayah.


"Tapi Yah,Ayah pasti tau kalau Ryra ini gak pernah pacaran.Di Belanda pun hidup Ryra sama persis seperti di sini,kalau di sini ada Bunda,disana ada Bibi Nadia dan Paman Dery," cecar Ryra jujur.


"Iya,Ayah tau itu.Bunda mu memang sudah sering cerita bahwa,dia meminta agar Paman dan Bibi mu selalu mengawasi kamu setiap waktu,"ujar sang ayah.


" Jadi Ayah juga tahu ya?Kok ,Ayah gak pernah bilangin Bunda agar berhenti mengekang Ryra seperti ini,"ujar Ryra.


" Kalau kamu gak mau di kekang lagi,ya kamu nya harus bisa keluar dari bayang-bayang bundamu.Makanya, Ayah sarankan kamu segera menikah saja,agar bundamu tidak bisa mengatur hidup kamu lagi,"bujuk Pak Hendra.


" Memangnya Ayah sudah tidak sayang lagi ya sama Ryra,masa' Ryra di suruh cepat-cepat nikah sih.Padahal Ayah kan juga tau,betapa sulitnya selama ini Ryra mencoba untuk menentang setiap aturan yang Bunda buat, tapi tetap percuma aja Yah,"jawab Ryra dengan tertunduk lesu,kini ingin rasanya dia bersender pada pundak sang ayah.


" Kamu tenang aja,Ayah punya firasat kalau kamu maupun Abangmu pasti akan menikah tahun ini juga.Usia Kevin sudah hampir 27 tahun,sudah sewajarnya ia menikah dan memiliki keluarga.Tapi kalau kamu yang menikah lebih dulu itu juga mustahil,kalau Abangmu itu belum menikah.Kamu tahu sendiri kan?Gimana peraturan dalam keluarga besar kita ini?"ujar Pak Hendra.


" Hahaha, Ayah lucu.Lagian, mana ada juga cowok yang mau sama gadis pingitan kayak aku ini."Tawa Ryra terdengar sampai ke kamar Bunda Diana,sehingga membuat Bunda Diana yang sedang berdandan untuk ke kantor tiba-tiba menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengoleskan lipstik di bibirnya.

__ADS_1


" Anak gadis kok ketawanya sampai kedengaran kemana-mana,hemmmm!Gak bisa dibiarin ini!"ujar sang bunda yang buru-buru keluar dari kamarnya dan langsung menuju kursi taman dari pintu samping.


" Hey hey hey,,,,anak gadis kok ketawanya kayak gitu!?"cecar Bunda Diana sambil berteriak dan meneging pinggang.


__ADS_2